bontangpost.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang memilih bungkam alias enggan berkomentar soal dugaan adanya kecurangan dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMP Negeri 1 Bontang tahun ajaran 2023-2024.
Dugaan itu mencuat, pasca sumber Kaltim Post (induk bontangpost.id) di internal sekolah yang enggan disebutkan namanya mengatakan, SMP 1 pada petunjuk teknis (juknis) hanya membuka delapan rombel. Satu rombel diisi 34 siswa baru.
Faktanya, dengan adanya siswa titipan tersebut membuat pihak sekolah harus menambah satu rombel. Yang mana saat ini berjumlah sembilan rombel.
“Sudahlah. Enggak usah diklarifikasi. Kami enggak mau jawab. Sudah gitu saja,” kata Sekretaris Disdikbud Bontang Saparudin saat dihubungi, Senin (10/7/2023).
Baca juga; Sekolah Buka PPDB Tak Sesuai Ketentuan, Diduga Ada Titipan Pejabat
Bahkan, diberitakan sebelumnya, pihak orangtua telah dipanggil datang sekolah. Tujuannya agar meredam permasalahan ini supaya tidak mencuat ke media.
Konon jumlah tambahan satu rombel itu diisi siswa baru sesuai kapasitas. Proses penerimaan ini terindikasi tidak melalui sistem aplikasi PPDB. Umumnya mereka mendaftar melalui jalur prestasi akademik. Sayangnya, nilai ujian sekolahnya berada di bawah ambang batas sesuai urutan yang diterima.
Sebelumnya, awak media juga mencoba meminta konfirmasi ke kepala Disdikbud. Akan tetapi, sambungan komunikasi tidak terjalin hingga berita ini terbit. (*)






