bontangpost.id – Masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP telah rampung. Sejumlah evaluasi dilakukan sehubungan pelaksanaan itu. Salah satunya ialah membeludaknya pendaftar di jalur perpindahan tugas orangtua.
Kepala SMPN 1 Riyanto membenarkan kondisi tersebut. Berdasarkan aplikasi PPDB, dari 10 kuota yang tersedia di jalur itu seluruhnya terisi.
“Ada 10 pendaftar yang diterima,” kata Riyanto.
Namun, sesungguhnya tidak seluruhnya menempuh jalur itu. Sebab yang berasal dari luar daerah hanya enam pendaftar. Keenamnya berasal dari tempat berbeda. Meliputi Blitar, Bekasi, Pontianak, Bima, Kukar, dan Jakarta.
Sedangkan tiga sisa kuota itu diisi mereka yang sebenarnya ikut bertarung di jalur prestasi nilai ujian sekolah (NUS). Pasalnya mereka berasal dari sekolah di Kota Taman. Rinciannya dua dari SDN 008 Bontang Utara, satu dari SDN 003 Bontang Utara, dan SDN 004 Bontang Barat.
“Jadi memang aplikasi itu mengambil urutan NUS tepat ambang batas di bawah kuota,” ucapnya.
Sehingga aplikasi tidak mengalihkan sisa kuota jalur perpindahan di detik terakhir pendaftaran ke jalur NUS. Akan tetapi langsung dimasukkan di kuota jalur perpindahan.
“Itu penyebabnya kuota jalur perpindahan di seluruh sekolah rata-rata terisi penuh,” tutur dia.
Kondisi ini berbeda dengan PPDB tahun sebelumnya. Sebab jalur perpindahan ini yang terisi hanya di dua sekolah. Menyasar SMPN 1 dan SMPN 2. Tahun ini situasinya berbeda seluruh kuota di sekolah ada jenjang SMP terisi.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memutuskan untuk membuka aplikasi bagi operator sekolah. Khususnya di jam terakhir sebelum pendaftaran ditutup. Tujuannya untuk mengalihkan sisa kuota di jalur yang ada ke prestasi NUS. (*/ak/kpg)







