Capaian prestasi ditorehkan oleh SDN 011 Bontang Utara. Sekolah yang terletak di Pulau Gusung ini mampu menembus peringkat empat se-Kota Bontang berdasarkan hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Ternyata, hasil itu akibat berjalannya program boarding comunnity yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang.
ADIEL KUNDHARA, Bontang
PENUH perjuangan, dua kata yang terpatri di hati guru dan pelajar SDN 011 Bontang Utara. Meskipun berlokasi di daerah pesisir Kota Taman, tak membuat prestasi sulit digapai. Berbekal semangat demi mencetak generasi masa depan bangsa yang memiliki intelektual tinggi, segala upaya dilakukan.
Ismail, Plt Kepala SDN 011 Bontang Utara mengatakan, sebelumnya para siswa telah digembleng tambahan materi pelajaran. Adapun waktunya mengambil sore hari, setelah kegiatan belajar-mengajar usai. Dalam satu pekan pihak sekolah menjadwal tiga kali tatap muka.
“Tiap pertemuan lebih dari satu jam pemberian materinya,” kata Ismail saat dihubungi Bontang Post melalui sambungan telepon, Rabu (6/6).
Tak main-main, tiga guru langsung diturunkan untuk menyampaikan tambahan materi. Ismail merasa kegiatan ini sangatlah efektif guna mendongkrak prestasi sekolah.
Dikatakannya, sesungguhnya anak didiknya memiliki tingkat kecerdasan yang tak jauh dibandingkan anak kota. Akan tetapi, ia mengaku mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi momok, mengingat kebiasaan para siswa masih menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.
“Bahasa Indonesia agak susah, soalnya di lingkungannya masih menggunakan bahasa daerah,” tuturnya.
Pada tahun lalu, capaian SDN 011 Bontang Utara belum terlihat. Hal itu tampak dari ranking yang belum masuk 10 besar se-Bontang.
Disdik juga membuat program boarding community untuk SDN Negeri di pesisir. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas secara merata. Kasi Kurikulum Disdik Badi mengatakan SD Negeri di daerah pesisir memerlukan penanganan khusus.
“Mereka perlu dilayani. Artinya sesungguhnya ada peluang kualitas pendidikan itu merata kalau kita mau menempa mereka,” ujar Badi.
H-1 sebelum proses ujian berlangsung sebanyak 11 siswa dari sekolah tersebut masuk karantina di lingkup salah satu perusahaan di Kota Bontang. Bahkan Disdik pun mendekatkan jarak lokasi ujian yang sebelumnya di 006 Bontang Utara ke sekolah swasta di area perusahaan.
“Ini kami lakukan mengingat sebelumnya banyak pelajar yang mabuk. Hasilnya pun lumayan dengan berjalan kaki dari asrama ke tempat ujian, pikiran anak menjadi fresh (segar),” paparnya.
Selama empat hari para peserta ujian mendapat pembinaan dari gabungan guru yang telah ditunjuk. Tentunya sesuai mata pelajaran yang diujikan yakni matematika, Bahasa Indonesia, Dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Adapun akomodasi dan konsumsi selama program berjalan tidak dipungut dari orang tua. Namun, dukungan perusahaan yang ada di Kota Bontang turur andil.
Diakui Badi, program ini akan terus ditingkatkan di tahun depan. Harapannya, beberapa daerah pesisir lainnya mengikuti jejak yang dicapai oleh SDN 011 Bontang Utara. “Tahun depan program boarding community akan ditingkatkan lagi,” tuturnya.
Nilai rata-rata USBN SDN 011 Bontang Utara sejumlah 236,3. Rinciannya mata pelajaran bahasa Indonesia mendapat 77,8, matematika 74,5, sedangkan nilai IPA lebih besar dari bidang study lainnya yakni 83,9. Terpaut 13,1 dari ranking pertama yang dipegang oleh SD YPVDP. (***)







