• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pelantikan Kepala ORI Ditolak

by BontangPost
7 Juni 2018, 11:35
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
TOLAK: Gabungan organisasi di Kaltim menolak pelantikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kaltim, Selasa (5/6) lalu.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

TOLAK: Gabungan organisasi di Kaltim menolak pelantikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kaltim, Selasa (5/6) lalu.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Forum Masyarakat Peduli Ombudsman (FMPO) Kaltim menyampaikan penolakan terhadap pelantikan Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Kaltim, Kusharyanto. Sikap tersebut didasari dugaan seleksi dilakukan secara tidak transparan, melanggar tahapan, sarat dengan kolusi dan nepotisme.

FMPO Kaltim yang meliputi Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB), Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) DPD Bontang, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kaltim, Komisi Kesetaraan Perempuan Kaltim, Forum Tenaga Honorer Kaltim, dan Persekutuan Suku Asli Kalimantan tersebut menilai pelantikan tersebut telah menjatuhkan marwah Ombudsman RI.

Koordinator FMPO Kaltim, Wahyuddin menuturkan, terdapat beberapa kejanggalan dalam proses seleksi calon Kepala ORI Perwakilan Kaltim yang mulai diselenggarakan 23 April lalu. Salah satunya kriteria dan penilaian calon yang sesuai tahapan.

“Antara lain misalnya penambahan kriteria kelulusan tes tulis. Sebelum seleksi, kriteri pendapat masyarakat terhadap calon tidak pernah muncul di awal penerimaan calon. Buktinya tahapan masukan masyarakat terhadap calon ini tidak dibuka pada publik,” ujar Wahyuddin, Rabu (6/6) kemarin.

Baca Juga:  Dianggap Melawan, Herwan Terdepak dari Perahu Hanura 

Kemudian masukan dan saran masyarakat dalam seleksi calon Kepala ORI tersebut diumumkan secara terbuka. Sehingga terkesan hanya orang-orang di internal Ombudsman saja yang menyampaikan saran terhadap sembilan calon.

“Pada awalnya ada sembilan calon. Setelah diseleksi, lolos empat orang. Tahapan akhir ini ada masukan masyarakat. Kami lihat, tahapan akhir ini nyaris tidak ada yang tahu siapa dan masukan apa yang disampaikan masyarakat pada calon. Ibaratnya hanya bisik-bisik saja,” terangnya.

Anggota FMPO Kaltim, Riduan Noor mengaku kejanggalan berikutnya dalam seleksi tersebut. Yakni tahapan wawancara dilakukan secara serampangan. Pasalnya, tim yang melakukan wawancara terhadap calon kepala adalah pegawai yang nantinya akan menjadi bawahan Kepala ORI Perwakilan Kaltim.

Baca Juga:  Tak Ada Larangan Ubah RPJMD

“Aneh ya. Masa orang yang akan menjadi bawahan kepala yang mewawancara. Apa tidak ada lagi orang yang ahli dalam bidang ini? Seolah wawancara itu tidak profesional. Terkesan main-main,” sebutnya.

Tak ketinggalan anggota FMPO Kaltim lainnya, Gusti Adi Rahmani menyebut, pengumuman calon terpilih sebagai kepala dilakukan lebih awal dibanding jadwal tahapan. Harusnya pengumuman dilakukan pada 6 Juni kemarin. Namun tahapan tersebut dipercepat tanpa alasan yang jelas.

“Pengumuman dilakukan melalui website resmi ORI. Pengumuman itu lebih awal dari jadwal. Entah apa yang ditakutkan sehingga pengumuman lebih cepat,” ucapnya.

Kemudian, keanehan berikutnya yang dicatat Gusti yakni pelantikan yang diselenggarakan di Jakarta. Di jadwal tahapan, tercantum pelantikan akan dilaksanakan pada 25 Juni mendatang. Namun dipercepat menjadi 5 Juni lalu.

Baca Juga:  Alat Penyedot Debu Jadi Temuan BPK 

“Semua tahapan itu keluar dari SOP (Standar Operasional Prosedur, Red.) yang dibuat ORI sendiri. Padahal informasi pelantikan sudah diumumkan pada masyarakat. Jelas ini pelanggaran. Kami patut pertanyakan. Jangan-jangan ada permainan?” tanyanya.

Atas dasar itu, FMPO meminta ORI agar menyelenggarakan ulang seleksi Kepala ORI Perwakilan Kaltim. Dengan catatan, seluruh tahapan seleksi dibuat terbuka, profesional, dan melibatkan pihak-pihak yang ahli di bidangnya.

“Ada banyak maladministrasi dalam tahapan seleksi ini. Apabila diteruskan, maka sama saja mencoreng nama baik Ombudsman yang seharusnya memberikan contoh bagi pemerintah dan masyarakat,” tutupnya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro SamarindaPelantikan Ombudsman RI
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pupuk Kaltim Buka Puasa Bersama Insan Pers dan Stakeholder Bufferzone

Next Post

Sekolah Pesisir Unjuk Gigi, Sukses Masuk 4 Besar 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka, ASDP Masih Hitung Biaya Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.