• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Alat Penyedot Debu Jadi Temuan BPK 

by BontangPost
29 Agustus 2018, 11:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
JADI TEMUAN: Kendaraan penyapu debu milik Pemkot Samarinda ini masuk temuan BPK  RI Wilayah Kaltim karena nyaris tak dipergunakan.(ILUSTRASI)

JADI TEMUAN: Kendaraan penyapu debu milik Pemkot Samarinda ini masuk temuan BPK  RI Wilayah Kaltim karena nyaris tak dipergunakan.(ILUSTRASI)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Beberapa saat lalu, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim menyoroti beberapa aset Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang dianggap bermasalah. Salah satunya yakni mobil penyedot debu milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda yang dianggap tidak beroperasi secara maksimal. Sedangkan pengadaannya telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 3 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DLH Samarinda, Nurrahmani, tidak menampik hal itu. Ia mengatakan, bahwa alat penyedot debu ini pengoperasiannya memang kurang maksimal karena alat ini kerap rusak dan hanya digunakan pada malam hari ketika kondisi jalanan sepi.

“Ketika BPK mengadakan audit, memang kondisi sweeper (penyapu) sedang tidak dapat digunakan. Sebab, ketahanan sweeper yang tidak berlangsung lama. Sehingga tidak dapat digunakan setiap hari,” kata dia belum lama ini.

Baca Juga:  Infrastruktur Jangan Apa Adanya

Jika digunakan setiap hari, kata dia, kemungkinan dalam jangka waktu seminggu hingga dua minggu alat tersebut akan rusak. Sedangkan harga sweeper mahal. Dan harus dipesan dari luar daerah dalam bentuk paketan.

“Untuk memesan tiga sweeper memerlukan dana hingga Rp 21 juta dan harus pesan di luar daerah. Sepekan atau dua pekan kemudian baru datang,” ujarnya.

Belum lagi, kini harga alat tersebut naik hingga dua kali lipat. Wanita yang lebih akrab disapa Yaman ini pun menuturkan, hal tersebut tentu lebih menyulitkan pihaknya. Apalagi untuk pengoperasian semua armada DLH hanya menggunakan dana swakelola yang bernilai Rp 2 miliar.

Dan anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pengoperasikan, namun juga penggantian suku cadang dan lain sebagainya. “Makanya armada tersebut kadang beroperasi kadang tidak. Namun, tetap kami upayakan dengan memaksimalkan anggaran yang ada,” ujarnya.

Baca Juga:  Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA, Dua Paslon Abstain 

Diakui Yama, armada yang dimiliki DLH memang sudah banyak yang tua. Sehingga anggaran yang dimiliki pihaknya kebanyakan dihabiskan untuk perawatan. Misalnya saja, dari sekira sepuluh truk yang dimiliki DLH, hanya tiga unit yang dapat beroperasi. Itu pun kendaraan yang ada masih bermasalah di mesinnya.

“Kalau kendaraan kami tidak bermasalah, sebenarnya anggaran yang ada cukup-cukup saja. Tapi karena barang tua, jadinya kerap bermasalah. Anggaran banyak dihabiskan untuk perawatan,” ungkapnya.

Selain itu, ia menuturkan, bahwa pengoperasian armada penyedot debu itu hanya di jalan-jalan tertentu saja. Pasalnya, armada ini hanya dapat beroperasi di jalanan yang rata dan tidak berlubang apalagi berlumpur. Sebab, alat penyedot debu memiliki tekstur lembut sehingga tidak bisa terkena batu, lubang, dan tanah yang mengeras.

Baca Juga:  Warga Khawatir Tidak Diizinkan Jualan

“Untuk kawasan yang tidak tersentuh alat penyedot debu ini, kami masih memaksimalkan tenaga penyapu jalan untuk membersihkan. Ke depannya, kami memiliki target untuk mengoperasikan alat ini di kawasan gerbang masuk Samarinda. Karena kami fokus untuk kebersihan jalan protokol,” ucapnya. (*/dev)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Alat Pnyedot DebuMetro SamarindaTemuan BPK
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Gua Ranggasan Dikuasai Berau

Next Post

PMII Dukung Mantan Koruptor Nyaleg? 

Related Posts

Pemkot Bontang Dapat WTP dari BPK, Tapi Ada 16 Temuan, Berikut Catatannya
Bontang

Pemkot Bontang Dapat WTP dari BPK, Tapi Ada 16 Temuan, Berikut Catatannya

26 Mei 2025, 07:46
Berpotensi Jadi Temuan BPK, Tahun Ini Foto Ijazah Tak Lagi Dibebankan ke Sekolah
Bontang

Berpotensi Jadi Temuan BPK, Tahun Ini Foto Ijazah Tak Lagi Dibebankan ke Sekolah

25 Februari 2023, 21:13
BPKAD Benarkan Temuan BPK Perwakilan Kaltim Terkait Bankeu Pemprov
Kaltim

BPKAD Benarkan Temuan BPK Perwakilan Kaltim Terkait Bankeu Pemprov

27 Mei 2022, 12:00
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.