bontangpost.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan terdapat bantuan seragam sekolah gratis terhadap seluruh siswa. Baik di jenjang SD maupun SMP.
Kepala Disdikbud Bambang Cipto Mulyono mengatakan seragam sekolah gratis ini berbentuk batik jaring.
“Jadi baik untuk negeri maupun swasta akan mendapatkan. Semuanya. Baik siswa baru maupun lama,” kata Bambang.
Namun demikian, ia tidak bisa menyebutkan berapa anggaran yang diplotkan untuk pengadaan ini. Tetapi dipastikan masuk dalam anggaran pengadaan seragamsekolah gratis. Terkait motifnya antara jenjang SD dan SMP sama. Perbedaan hanya menyasar warna kainnya.
“Supaya ada seragam sekolah yang terbuat dari motif produk batik lokal,” ucapnya.
Terkait dengan nanti penetapan hari pemakaiannya akan tertuang di regulasi. Diturunkan oleh kepala daerah melalui perwali. Biasanya hari Kamis. Terkait teknis pembuatannya Disdikbud tetap berupaya memakai penjahit lokal. Sesuai dengan arahan kepala daerah.
Berdasarkan data di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) baru satu pos yang tertera yakni seragam. Dengan pagu anggaran Rp2,4 miliar. Khusus seragam spesifikasi bahan atas ialah polyster Fibre Blended. Sementara bahan bawah yakni american selebrity drill. Seragam ini lengkap dengan atribut yang tertempel.
Adapun pagu anggaran untuk pengadaan tas dan sepatusekolah masih belum muncul. Diketahui pada tahun lalu anggaran yang dikucurkan mencapai Rp5 miliar untuk tiga barang ini. Rinciannya paket setelan seragam, sepatu dan tas sekolah untuk 3.456 peserta didik tingkat SD. Dengan rincian anggaran seragam senilai Rp1,2 miliar, sepatu Rp785 juta, dan tas sebanyak Rp628 juta.
Sedangkan, untuk tingkat SMP sebanyak 3.250 peserta didik. Total anggaran masing-masing paket berbeda-beda. Untuk seragam sebanyak Rp 1,1 miliar, sepatu Rp 738 juta, dan tas sebanyak Rp 590 juta.
Untuk jenjang SD mendapat satu stel baju berwarna putih, dan celana berwarna merah. Sementara untuk SMP mendapat baju berwarna putih, dan celana warna biru tua. Adapun tas sekolah berwarna biru dan abu-abu dengan logo Pemkot Bontang.
Khusus pengadaan seragam sekolah nasional tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Tetap menyasar siswa baru yakni kelas I SD dan VII SMP. Kebijakan itu lantaran mengacu pada perencanaan yang dilakukan sebelumnya. Sebab jika menyasar seluruh siswa di jenjang SD dan SMP membutuhkan perencanaan baru. Ia pun menyadari legislator sebab menginginkan adanya perubahan penerima bantuan.
“Perencanaan untuk siswa baru. Kajian itu dilakukan tahun sebelumnya. Apalagi saat ini anggaran sudah ditetapkan. Jadi tidak bisa bertambah,” sebutnya.
Sehingga jika diubah maka harus membuat kajian perencanaan kembali. Secara otomatis di tahun berikutnya. Saat disinggung apakah ada perubahan penerima bantuan di tahun depan, ia menunggu arahan dari kepala daerah.
“Perlu ada pembahasan lebih lanjut. Sejauh ini kebijakan pimpinan masih sama,”pungkasnya. (ak)







