SAMARINDA – Satu per satu dukungan partai politik (parpol) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 mulai terkuak. Apalagi, Senin (8/1) besok sudah masuk tahap pendaftaran pasangan calon (paslon) peserta pilgub. Dua parpol lagi yang konon telah menyatakan sikap yaitu Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem).
Foto surat dukungan kedua partai ini beredar pada Sabtu (6/1) kemarin. Menariknya, kedua partai ini menyepakati mengusung anggota DPR RI asal Kaltim-Kaltara, Awang Ferdian Hidayat berpasangan dengan Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail.
Partai Hanura melalui surat tugas bernomor 02TPP/DPP-HANURA/I/2018 bertanggal 5 Januari 2018 menyatakan, tim pilkada partai memberikan tugas kepada Awang Ferdian dan Nusyirwan untuk menjalin komunikasi dengan parpol peserta pemilu 2014. Tujuannya untuk memenuhi syarat dukungan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) dalam Pilgub Kaltim 2018.
Namun begitu, surat tugas yang ditandatangani Ketua Tim Pilkada Pusat Partai Hanura Harry Lontung Siregar ini belum sampai ke Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Kaltim. Ketua Tim Pilkada DPD Partai Hanura Kaltim, Hadi Siswanto mengatakan, belum ada tembusan surat tugas tersebut ke Partai Hanura Kaltim.
“Belum ada (surat tugas) Mas,” kata Hadi kepada Metro Samarinda melalui pesan singkat Whatsapp.
Lebih lanjut dia mengatakan, DPD Partai Hanura secara resmi akan mengumumkan paslon yang diusung setelah surat keputusan (SK) rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai turun. Hingga berita ini diturunkan, SK yang dimaksud belum ada diterima. Hadi mengatakan, rencananya pada Minggu (7/1) hari ini, DPP akan melakukan rapat untuk memutuskan siapa paslon yang resmi diusung.
Sedangkan dukungan dari Partai NasDem untuk pasangan ini rupanya sudah ada sejak 31 Desember 2017 silam. Dalam surat rekomendasi bernomor 242-SI/DPP/NasDem/XII/2017 yang ditujukan kepada Dewan Pimpinan wilayah (DPW) Partai NasDem Kaltim, DPP menyatakan secara telah menyetujui Awang Ferdian dan Nusyirwan sebagai pasangan cagub dan cawagub yang diusung.
Kemudian dalam poin kedua surat tersebut, memerintahkan DPW untuk bersama calon yang dimaksud melakukan komunikasi politik dengan parpol-parpol lainnya. Guna memenuhi persyaratan pencalonan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim dan melakukan konsolidasi internal. Surat rekomendasi ini juga mewajibkan kepada Ferdian dan Nusyirwan untuk memenuhi persyaratan ke KPU Kaltim.
Kedua calon ini diharuskan melaporkan hasil komunikasi politik yang dilakukan dengan batas waktu hingga Jumat (5/1) kemarin. Namun melihat pada poin kelima, disebutkan bahwa surat rekomendasi ini berlaku hingga dikeluarkannya SK dari DPP tentang persetujuan paslon yang menjadi syarat pendaftaran di KPU. Artinya, rekomendasi ini belum bersifat final.
Saat dikonfirmasi terkait beredarnya foto rekomendasi ini, Bendahara DPW Partai Nasdem Kaltim Saefudin Zuhri menyatakan pihaknya belum menerima fisik surat tersebut. Sejauh ini, dia baru mengetahui surat rekomendasi tersebut melalui media. “Saya lihat di media sosial. Surat itu memang ada, tapi belum kami terima,” kata Saefudin ketika menghubungi Metro Samarinda.
Kata dia, sikap resmi DPW Partai Nasdem masih menunggu SK rekomendasi turun dari DPP. Pun begitu, pengumuman sikap akan dilakukan setelah Ketua DPW Partai Kaltim, Harbiansyah Hanafiah pulang dari umrah. Diperkirakan, sang ketua baru akan tiba di Kaltim pada Senin besok, bertepatan dengan hari perdana pendaftaran paslon.
Ditanya lebih jauh terkait pencalonan Ferdian dan Nusyirwan, Saefudin menyebut sejauh ini pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan parpol-parpol yang ada. Hingga SK DPP turun, Partai NasDem masih dinamis membuka koalisi dengan parpol manapun. “Sejauh ini komunikasi dengan parpol-parpol lain berlangsung baik-baik saja,” pungkasnya. (luk)







