• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Sering Dipukuli, Anak Polisikan Bapak

by BontangPost
25 April 2018, 06:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
DIMEDIASI: Permasalahan FT dan ayahnya diselesaikan di Polsek Bontang Selatan dengan musyawarah dan menghasilkan keputusan agar FT diasuh tantenya.(MEGA ASRI/BONTANG POST)

DIMEDIASI: Permasalahan FT dan ayahnya diselesaikan di Polsek Bontang Selatan dengan musyawarah dan menghasilkan keputusan agar FT diasuh tantenya.(MEGA ASRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Tak kuat menahan sakit akibat sering dipukuli sang ayah, FT (16) mengumpulkan keberanian untuk kabur dari rumah dan berlari ke Polsek Bontang Selatan, Selasa (24/4) kemarin.

FT – sapaannya– dan ayahnya bernama Yani terkenal dengan sebutan manusia gerobak. Lantaran keduanya selalu keliling Bontang dengan gerobak, untuk mengumpulkan barang-barang bekas.

Aktivitas bapak dan anak ini dilakukan sejak FT masih bayi. Pekerjaan itu sudah dilakukan selama bertahun-tahun demi memenuhi kebutuhan hidup keduanya.

Kejadian pemukulan ini terjadi Selasa (24/4) pagi. Seperti biasanya, FT diajak ayahnya mendorong gerobak. Namun FT menolak. Mendapat penolakan, Yani langsung marah dan memukul FT.

“Saat bangun tidur, dipukul kepala saya, ditarik, punggung dan kaki diinjak. Sampai sakit semua, sampai hampir enggak bisa jalan,” ungkap FT di Polsek Bontang Selatan.

Baca Juga:  Tegur Pengendara karena Ngebut Warga Gang Solata Dibacok 

FT mengaku, ia sebenarnya sudah tidak ingin ikut mendorong gerobak dengan ayahnya, lantaran malu dan ingin kerja sendiri. Tapi Yani selalu mengajak dan memaksa agar terus mendorong gerobak keliling Bontang dari pagi hingga malam. “Saya malu dorong gerobak. Tapi Bapak maksa terus dan tiap hari aku disakiti,” katanya.

Sebagai informasi, FT hidup hanya bersama Yani. Sejak bayi hingga berumur 16 tahun selalu bersama ayahnya mendorong gerobak keliling Bontang.

Bahkan Dinas Sosial Pemkot Bontang sudah berulangkali mencoba memisahkan FT, agar bisa disekolahkan dan hidup lebih layak. Hal itu dimaksudkan agar FT tidak lagi menghabiskan waktu hanya mendorong gerobak bersama ayahnya. Namun usaha tersebut selalu gagal, karena Yani menentang keras berpisah dengan anaknya.

Baca Juga:  Suami di Bengalon Tebas Istri, Anak Disembelih di Ayunan

Kini, permasalahan mereka dijembatani oleh pihak Polsek Bontang Selatan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) Bontang, Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Bontang serta P2TP2A. Dari hasil musyawarah, akhirnya FT diputuskan agar diasuh tantenya.

Yani pun diminta untuk membuat surat pernyataan, agar tidak lagi menggangu FT dan membiarkan FT diasuh tantenya. Selain itu, Yani diminta agar tidak melibatkan FT bekerja mendorong gerobak.

Sementara itu dari pengakuan Yani, dirinya memukul anaknya, lantaran jengkel karena tidak mau diajak keliling membawa gerobak. Terlebih, Yani takut anaknya dibawa lari oleh seorang laki-laki yang sempat ingin menikahi FT.

“Aku takut dia (FT, Red.) nanti dibawa lari laki-laki, karena saat itu FT mau dinikahi, tapi uang jujurannya kurang. Awalnya saya minta Rp 27 juta, lalu turun jadi Rp15 juta, tapi tidak ada juga. Jadi ya dibatalin saja. Nah jadi aku takut siapa tahu kalau aku pergi narik gerobak sendiri, nanti anakku diambil lari ama laki-laki itu. Kan rumahnya sebelahan saja,” ungkap Yani.

Baca Juga:  Suami Tikam Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Dewi, petugas dari P2TP2A Bontang mengatakan, untuk sementara pihaknya yang akan mengamankan FT selama satu hari. Barulah hari ini FT diserahkan ke keluarga yang akan merawatnya dengan dibuatkan berita acara.

“Nanti setelah FT diasuh oleh tantenya bapaknya masih bisa menemuinya, tetapi rencananya FT itu mau disekolahkan sama tantenya dan kami harap bapaknya tidak melarangnya atau mengambil kembali FT,” pungkasnya. (mga)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kdrtManusia Gerobakpenganiayaan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bersiap Menuju Ekowisata 2021, Pupuk Kaltim Bekali Warga Malahing

Next Post

Segera Usut TPPU Setnov, Telusuri Aliran Dana e-KTP

Related Posts

Mayat Pegawai Disimpan di Freezer, Dua Karyawan Kios Ayam Geprek di Bekasi Ditangkap
Bontang

Mayat Pegawai Disimpan di Freezer, Dua Karyawan Kios Ayam Geprek di Bekasi Ditangkap

30 Maret 2026, 09:53
Cekcok di THM Bontang Berujung Penganiayaan, Perempuan 21 Tahun Diamankan Polisi
Kriminal

Cekcok di THM Bontang Berujung Penganiayaan, Perempuan 21 Tahun Diamankan Polisi

21 Januari 2026, 14:42
Viral Video Pengeroyokan di Simpang Tiga Berebas Tengah Bontang, Polisi Lakukan Penyelidikan
Bontang

Viral Video Pengeroyokan di Simpang Tiga Berebas Tengah Bontang, Polisi Lakukan Penyelidikan

1 Januari 2026, 18:59
Berebut Lahan, Dua Warga Bontang Bacok Keluarga Sendiri
Bontang

Berebut Lahan, Dua Warga Bontang Bacok Keluarga Sendiri

27 Desember 2025, 12:20
Suami di Samarinda Ngamuk Usai Pergoki Istri Tanpa Busana Bersama Pria Lain
Kriminal

Suami di Samarinda Ngamuk Usai Pergoki Istri Tanpa Busana Bersama Pria Lain

30 November 2025, 16:50
Tersinggung Ditegur Tak Boleh Merokok, Debt Collector di Samarinda Tusuk Warga dengan Pisau Lipat
Kaltim

Tersinggung Ditegur Tak Boleh Merokok, Debt Collector di Samarinda Tusuk Warga dengan Pisau Lipat

25 November 2025, 10:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 30 Penginapan di Bontang Kuala, Baru 2 yang Bayar Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.