SANGATTA – Jelang Natal dan tahun baru, bahan makanan di toko beberapa swalayan menjadi perhatian. Isi bingkisan parsel yang terbungkus rapi dikhawatirkan tercampur bahan makanan kedaluwarsa. Pemkab Kutim dan instansi vertikal inspeksi dadakan (sidak) ke beberapa pusat jual beli di Sangatta. Mulai dari pasar modern hingga tradisional. Ada tujuh titik yang disasar, di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Sidak yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Balai POM Kaltim, Polres, dan Disperindag Kutim itu, ternyata menemukan produk makanan ringan yang kedaluwarsa. Juga, produk industri makanan rumahan yang belum memiliki izin.
Kepala Dinkes Kutim dr Bahrani didampingi Sekretaris, Hariyati mengatakan, sidak tersebut salah satunya berfokus untuk mengecek isi parsel yang dijual di toko-toko swalayan di Kutim. Supaya tidak ada makanan-minuman yang tak layak jual. Makanan yang ditemukan kedaluwarsa ada di dua toko swalayan, tapi bukan berupa bingkisan parsel. Yakni, makanan ringan yang masih di pajang.
“Alasanya mereka adalah karena kurang pekerja, sehingga sulit mengatur,” imbuhnya.
Dia berharap, kualitas pangan jelang Natal dan tahun baru bisa terkontrol baik. “Takutnya ada makanan-minuman kedaluwarsa dijadikan parsel. Sementara kami kontrol ke distributor untuk melihat juga bagaimana mereka mengelola produk yang dijual,” terang Hariyati.
Dia memaparkan, beberapa makanan-minuman tak semuanya layak konsumsi meski belum jatuh tempo tanggal kedaluwarsa. “Seperti susu bayi, enam bulan sebelum tanggal kadaluwarsa sudah harus dilarang dijual. Barangnya harus diretur. Di sisi lain kami meminta masyarakat untuk waspada, setidaknya jeli memeriksa produk yang akan dibeli,” paparnya. (hd)







