Sempat Bercanda, Satu Jam Berada di Dasar Kolam
BONTANG – Siswa SMAN 1 Teluk Pandan tewas tenggelam di kolam renang Hotel Equator, Minggu (27/8) kemarin. Korban yang diketahui bernama Yudha Negara tersebut tenggelam saat sedang mengikuti ekstrakulikuler renang. Menurut kawan sekelasnya, Edy Agus, korban tewas di kolam renang dengan kedalaman 3 meter.
“Kita tidak tahu pastinya dia (korban, Red.) bisa berenang atau tidak. Ardi, Saldi, dan Yudha langsung turun di kolam 3 meter,” ungkapnya.
Sebelumnya, korban dengan rekan-rekannya yang tergabung di kelas XI IPS dan IPA hendak mengikuti ekstrakurikuler berenang yang diadakan oleh sekolah. Kegiatan tersebut dipimpin oleh guru olahraga, Fernando.
Bersama teman sekelasnya, melakukan kesepakatan untuk pergi ke Hotel Equator pukul 10.00 Wita. Korban datang lebih cepat bersama tiga orang temannya tersebut.
“Datang lebih cepat mereka. 09.30 Wita sudah datang, masih menunggu teman yang belum datang,” ujarnya.
Sesampainya di lokasi beberapa siswa langsung tak sabar untuk melompat tetapi sang guru mengingatkan untuk tidak masuk di kolam 3 meter tetapi diarahkan ke kolam dengan kedalaman 1,2 meter.
“Disuruh basahi badan sambil diingatkan yang gak bisa berenang jangan yang ketiga meter,” kata Edy.
Sempat terlihat ketiga pelajar ini bergurau meminta pertolongan kepada rekan yang lain. Hal tersebut dilihat oleh petugas dari pihak kolam renang tetapi dikatakan oleh korban sendiri bahwa itu hanya bercanda.
“Datang petugas Yudha bilang tidak apa-apa lalu petugas kembali tempatnya. Sementara Ardi dan Saldi posisinya di sampingnya (korban, Red.),” papar Edy.
Tak lama berselang, Ardy naik dari kolam renang di sisi lain Saldi mulai menjauh dari korban. Pada saat itu Yudha sudah tidak terlihat.
Beberapa murid meminta waktu istirahat untuk makan siang dan diperbolehkan oleh Fernando. Kondisi itu tidak disadari oleh teman dan guru bahwa Yudha sudah menghilang.
“Tiba-tiba guru menyuruh kami untuk mencari Yudha, guru menyelam lalu naik karena melihat ada banyangan orang di dasar kolam. Terus saya ikut nyelam dan korban ditarik oleh petugas,” ulasnya.
Kurang lebih sekitar satu jam korban tenggelam di kolam renang. “Mulanya mulut keluar busa, terus hidungnya keluar air campur darah. Kakinya diangkat petugas keluar air dari mulutnya,” sebutnya.
Naas, nyawanya tidak terselematkan, akan tetapi guru dan petugas lalu melarikan korban ke Rumah Sakit Pupuk Kaltim untuk dilakukan visum.
Korban yang tinggal di Jalan Pinisi 3, RT 44, Loktuan ini kemudian dimandikan di kamar jenazah RS PKT.
Mengingat korban beragama Hindu, jenazah pun dibawa ke Pura di Kelurahan Bontang Baru, untuk dilakukan sembahyang. Korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Toraja yang terletak di Kelurahan Kanaan.
Sementara itu, Penanggung Jawab Hotel Equator saat dijumpai di RS PKT membenarkan bahwa pihak sekolah memang melakukan kegiatan di lokasi tersebut. Tidak hanya sekali SMAN 1 Teluk Pandan menyewa untuk dipakai kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler Renang.
“Mengenai teknis pembelajaran di kolam merupakan wewenang guru olahraganya,” ujar pria yang enggan disebut namanya.
Sampai berita ini diterbitkan, guru olahraga masih berada di Mapolres Bontang untuk dimintai keterangan. (*/ak)







