BONTANGPOST.ID, Bontang – PT Kaltim Industrial Estate (KIE) merespons permintaan Pemerintah Kota Bontang untuk menghibahkan sebagian lahan yang digunakan sebagai akses menuju SMP Negeri 5 Bontang.
Sekretaris Perusahaan PT KIE Fredi Kurniawan mengatakan, pihaknya belum dapat mengambil keputusan terkait permintaan tersebut. Pasalnya, usulan hibah harus terlebih dahulu dibahas bersama pimpinan dan pemegang saham perusahaan.
“Kami akan coba dulu bicarakan ini ke pimpinan dan pemegang saham. Apalagi ini permintaan hibah, pasti beda aturannya,” ujar Fredi, Senin (7/9/2026).
Selama ini, KIE memberikan izin pemanfaatan lahan untuk akses menuju SMPN 5 melalui skema pinjam pakai. Lahan tersebut berada sekitar 100 meter dari jalan utama hingga menuju jembatan.
Menurut Fredi, izin pemanfaatan lahan itu diperpanjang secara berkala, sekitar dua tahun sekali. Namun, mekanisme hibah berbeda dengan pinjam pakai sehingga membutuhkan pembahasan lebih lanjut di internal perusahaan.
“Untuk hibah kami bicarakan dengan pimpinan dan pemegang saham dahulu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemkot Bontang menyiapkan pengajuan hibah sebagian lahan milik perusahaan sebagai salah satu upaya menyelesaikan persoalan jembatan akses menuju SMP Negeri 5 Bontang.
Pemkot menilai kepastian status lahan diperlukan agar pembangunan maupun perbaikan jembatan dapat dilakukan secara permanen. Selama ini, pekerjaan secara menyeluruh terkendala karena lahan yang digunakan masih berstatus sebagai aset perusahaan.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, pemerintah akan menemui PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) selaku induk PT KIE serta PT Kaltim Nusa Etika (KNE) untuk membahas permohonan hibah tersebut.
“Karena ini untuk kepentingan bersama, nanti saya akan bertamu langsung. Kami antar langsung permohonan hibah tersebut,” ungkap Agus Haris. (*)






