Progres pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kutara memang masih jauh. Tapi, penetapan ibu kota sudah menjadi persoalan.
Indra Jaya, Kepala Pusat Pembangunan dan Pengembangan Keuangan Daerah Kemendagri menjelaskan, pembahasan mengenai calon ibu kota daerah otonomi baru tak perlu dibahas terlebih dahulu. Akan lebih baik jika saat ini fokus untuk perjuangan DOB. Pasalnya, penetapan calon ibu kota akan tetap melalui pembahasan tim dan berdasarkan hasil kajian.
“Nanti yang menentukan adalah tim,” ujarnya.
Daerah yang dipilih menjadi ibu kota biasanya yang berada di daerah sentral dan strategis. Kendati demikian, hal itu bukanlah indikator satu-satunya, penilian juga akan dilihat dari sisi ekonomi dan kemudahan administrasi.
“Makanya, pembahasan calon ibu kota sebaiknya ditunda dulu. Setelah DOB terwujud baru dibahas,” imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Kutim. Dia mengatakan penentuan ibu kota Kutara bukanlah hal penting saat ini. Lebih baik tim fokus untuk memperjuangkan agar DOB bisa terwujud.
“Untuk masalah ibu kota kabupaten nanti kita pikirkan. Kita berjuang dulu merebut pemekaran,” tegasnya.
Dia juga berharap agar semangat tim untuk merealiasikan pemekaran tak menurun, mengingat DOB Kutara gagal masuk di Prolegnas.
“Intinya kita bergerak bersama. Berjalan sebagai satu tim. Tidak boleh ada mengatasnakaman individu. Tidak ada yang boleh menjadi sok pahlawan, semuanya bekerja bersama,” tuturnya.







