BONTANGPOST.ID, Bontang – Kondisi turap di RT 23 Kelurahan Api-Api mengalami kerusakan. Lokasi infrastruktur ini berada di ujung Gang Amalia.
Salah satu warga Eko Jatmiko mengatakan turap ini dibangun sejak lima tahun lalu. Namun sayangnya setahun belakangan sebagian struktur terdapat lubang.
“Kami sudah laporkan kepada kelurahan melalui rembuk warga. Tetapi hingga kini belum terakomodaasi,” kata Eko.
Akibat dari rusaknya infrastruktur tersebut ketika debit air sungai tinggi, celah itu digunakan air untuk menuju ke permukiman warga. Lubang mempunyai panjang sekira dua meter. Dengan lebar sekira 50 sentimeter. Parahnya bagian dasar juga tergerus air dan menimbulkan lubang. Struktur turap juga menggantung.
“Siring ini sudah terkikis,” ucapnya.
Ia berharap adanya perbaikan infrastruktur ini. Apalagi DAS Bontang biasanya juga terdapat buaya. Kondisi ini tentu membahayakan bagi warga. “Ini bisa menjadi sarangnya. Pernah ada buaya yang berjemur di sekitar aliran sungai ini,” tutur dia.
Selain itu, warga juga meminta peninggian dinding turap 50 sentimeter. Tujuannya untuk menampung debit air yang lebih banyak. Mengingat sisi seberang turap juga terdapat perbedaan ketinggian dengan batas permukiman warga RT 23.
“Minggu lalu banjir di wilayah sini. Air meluap hingga selutut orang dewasa. 30 rumah terdampak,” terangnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Much Cholis Edi Prabowo mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan turap yang rusak. Bentuknya dengan pembangunan konstruksi baru. Mengingat dinding sudah kondisinya menggantung.
“Kami akan ajukan di pergeseran anggaran kali ini. Semoga ini bisa,” pungkasnya. (*)





