Disiapkan untuk Jadi Cawagub Dampingi Rita
BONTANG – Partai Golkar Bontang menggelar acara Sosialisasi Bakal Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk masa bakti 2018-2023, Rabu malam (17/5) lalu. Sosialisasi ysng dilaksanakan di Gedung Ainia Rasyifa Kelurahan Tanjung Laut ini diikuti masyarakat Bontang, pengurus dan kader Partai Golkar Bontang, beserta pengurus dan anggota organisasi sayap Partai Golkar.
Sosialisasi tersebut dilakukan untuk memperkenalkan Andi Sofyan Hasdam, kepada seluruh masyarakat Bontang secara luas, sebagai Bakal Cawagub Provinsi Kaltim, mendampingi Rita Widyasari pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur mendatang.
Kepada masyarakat Bontang, Andi Sofyan Hasdam mengatakan, tanpa mengikuti pencalonan wakil gubernur tersebut, masyarakat Bontang tentu sudah mengenal dirinya. “Waktu saya mengikuti suatu kegiatan. Ada masyarakat Bontang yang tidak kenal saya, tetapi ternyata setelah saya tanya ternyata dia baru 6 bulan tinggal di Bontang,“ ucapnya sambil tertawa disambut tepuk tangan hangat dari masyarakat Bontang.
Melalui pencalonan dirinya menjadi wakil gubernur, Sofyan memohon dukungan kepada masyarakat Bontang. Ia memastikan jika dirinya menjadi wakil gubernur, tentu ia akan memberikan perhatian lebih kepada daerah-daerah di Kaltim, khususnya Kota Bontang. “Tentu Bontang akan saya perhatikan, karena istri saya Wali Kota Bontang,“ katanya.
Mantan Wali Kota Bontang itu menyebut, dari awal tidak pernah memiliki niat untuk menjadi gubernur. Alasan dirinya untuk menjadi cawagub, karena masih banyak masyarakat di berbagai daerah Kaltim yang belum mengenal dirinya. “Berdasarkan hasil Lembaga Survei Indonesia yang lalu, Alhamdulillah saya menempati ranking tertinggi untuk pengenalan bakal calon pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim,” katanya.
Dirinya mengungkapkan banyak masyarakat yang bertanya, tentang visi dan misi dirinya menjadi wakil gubernur. Ia pun seringkali menjawab tidak memiliki visi dan misi karena akan mengikuti visi dan misi calon gubernur. “Kalau saya punya visi dan misi, kemudian calon gubernur yang akan saya dampingi juga punya visi dan misi, tentu nanti akan bertentangan. Sehingga saya akan mengikuti visi dan misi calon gubernur yang akan saya dampingi, “ tandasnya.
Kemudian Sofyan memaparkan, dirinya telah menerbitkan sebuah buku pada tahun 2006, yang berjudul visi baru Kalimantan Timur 2025. Dalam buku tersebut ia menulis pada tahun 2030, Kaltim akan kesulitan. Pasalnya, ia menilai gas, minyak pada tahun 2030 di Kaltim, akan menurun jauh. “Ternyata belum memasuki 2030, yaitu tahun 2016 ketika minyak, gas, dan batu bara masih tersedia banyak, tetapi APBD berbagai daerah sudah jungkir balik,“ sebutnya.
Untuk itu, ia menuturkan yang perlu dilakukan saat ini pada Kaltim, yaitu pembenahan dalam sektor perekonomian. Ia memaparkan Kaltim memiliki banyak sawit dan karet. “Kenapa tidak ada pabrik minyak, biodiesel, dan pengolah ban di Kaltim. Padahal jika bisa dibangun, Kaltim akan menerima pajak dan bisa merekrut tenaga kerja dari Kaltim. Jika pabrik ban bisa dibangun di Kaltim tentu harga ban juga bisa lebih murah. Belum lagi rumput laut di Kota Bontang,” paparnya.
Sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar wilayah Kaltim, ia mengatakan pada pilkada serentak tahun 2017, partai golkar telah memenangkan sebanyak 59 persen pilkada seluruh Indonesia. Untuk itu dirinya optimis untuk mendampingi Rita Widyasari, yang telah dideklarasikan Partai Golkar sebagai satu-satunya calon gubernur dari Partai Golkar. (*)







