• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Sudah 7 Kali Dimediasi Komisi I, Kelompok Tani Kanaan Bakal Tempuh Jalur Hukum

by BontangPost
11 Januari 2017, 13:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
TINJAU TAPAL BATAS: Ketua Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris meninjau langsung lokasi tapal batas yang disengketakan antara Kelompok Tani Situru dengan Badak LNG.(Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

TINJAU TAPAL BATAS: Ketua Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris meninjau langsung lokasi tapal batas yang disengketakan antara Kelompok Tani Situru dengan Badak LNG.(Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Kelompok Tani Kanaan Sengketa Tanah dengan Badak LNG

BONTANG – Seluruh anggota Komisi I DPRD Bontang, kemarin (10/1) melakukan kunjungan lapangan ke Kelurahan Kanaan. Kali ini, rombongan yang dipimpin langsung ketua Komisi I, Agus Haris kembali melakukan mediasi antara Kelompok Tani Situru dengan Badak LNG terkait sengketa lahan yang melibatkan kedua belah pihak.

Mewakili Komisi I, Bilher Hutahaean menyebut mediasi yang dilakukan ini merupakan yang ketujuh kalinya. “Kejadian ini sudah sejak 2015 lalu, dari kelompok tani yang bersurat kepada kami untuk dibantu penyelesaiannya,” ujar Bilher usai mediasi.

Menurutnya, peran DPRD kali ini hanya sebagai mediator kedua belah pihak. Beberapa kali, mediasi dilakukan di gedung dewan dan mempertemukan kedua pihak yang berseteru. Namun, dua pertemuan terakhir pihaknya melakukan tinjauan lapangan untuk melihat langsung tapal batas yang diklaim, baik oleh pihak kelompok tani maupun Badak LNG.

Baca Juga:  Pastikan Pakai Satu Akses

Bilher berharap, baik kelompok tani maupun Badak LNG mampu menemukan titik temu dan solusi terkait permasalahan tanah. “Beberapa bulan lalu sudah dilakukan peninjauan dari sisi kelompok taninya. Kali ini peninjauan dari sisi Badak LNG,” katanya.

Sementara, tokoh masyarakat Kanaan yang juga pelaksana proyek perkampungan Kanaan pada 1977 silam, Musah menyebut persoalan tanah ini terjadi karena Badak LNG menggeser patok tanah yang sebelumnya dimiliki oleh masyarakat, berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Bupati Kutai saat itu. “Kami minta izin pada bupati saat itu, diberi izin kami di sini (Kanaan, Red.). Tapi kenapa Badak LNG malah geser pagarnya sampai sekitar 50 meter?” ucap Musah.

Baca Juga:  Poskamling RT 21 Dikunjungi Polda Kaltim Ada apa Ya...?

Dirinya memang membuka diri untuk mediasi dengan pihak Badak LNG demi mencari solusi. Namun, pihaknya tak menutup kemungkinan untuk menempuh jalur hukum agar hak-haknya sebagai masyarakat dikembalikan jika tak kunjung ditemukan titik temunya. “Kami punya surat dari Bupati, dasar kami kuat,” tambahnya.

Sementara dari Badak LNG, Pjs Senior Manager Corporate Communication, Deny Zulfikar mengaku kejadian ini merupakan kesalahpahaman dari masyarakat. Sebab, tanah yang katanya disengketakan merupakan tanah milik negara yang pada 1974-1975 dibebaskan oleh Pertamina. Dirinya pun meluruskan, Badak LNG bukanlah pemilik dari tanah tersebut, melainkan hanya sebagai operator kilang.

“Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92/2008, seluruh aset milik Pertamina yang ada di Badak LNG dikuasai oleh Kementerian Keuangan. Jadi tanah, kilang, dan lain-lainnya merupakan milik pemerintah melalui Kementerian Keuangan,” jelas Deny yang juga Legal Manager Badak LNG ini.

Baca Juga:  PB Badal LNG Juarai Indominco Open VII Badminton Men’s Team Championship 

Terkait ancaman dari pihak masyarakat yang akan menempuh jalur hukum, dirinya mempersilakan jika mereka memiliki bukti yang cukup. Namun, Badak LNG berharap persoalan sengketa tanah ini dapat selesai secara musyawarah sebagai sesama bagian dari masyarakat Bontang. Upaya mediasi yang dilakukan antara kelompok tani dengan pihaknya pun dinilai sebagai bentuk sosialisasi dari perusahaan. “Jadi ini supaya masyarakat paham bagaimana status Badak LNG sebenarnya,” ujarnya. (zul)

Tags: Badak LNGbontangkelompok tanisengketa
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sidang Tuntutan Sabu 14 Kg Ditunda,JPU Masih Tunggu Petunjuk Pimpinan

Next Post

28 Cabor Kutim Tanpa Venue 

Related Posts

Badak LNG Bantu Warga NTT, Bangun Sumur Bor dan Salurkan Obat-obatan
Society

Badak LNG Bantu Warga NTT, Bangun Sumur Bor dan Salurkan Obat-obatan

16 Oktober 2026, 20:03
Badak LNG Buka Akses Pembelajaran Lapangan, Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan
Society

Badak LNG Buka Akses Pembelajaran Lapangan, Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan

9 Oktober 2026, 08:27
Gugatan AUJ Soal KMP Bontang Express II Kandas, Kuasa Hukum PT Glora Kaltim Ungkap 4 Eksepsi
Bontang

Mediasi Buntu, Gugatan Pemkot Bontang ke Glora Kaltim Berlanjut

22 September 2026, 08:57
Badak LNG Kenalkan Budaya HSSE dan Produk UMKM Binaan di Kaltim Expo 2026
Society

Badak LNG Kenalkan Budaya HSSE dan Produk UMKM Binaan di Kaltim Expo 2026

23 Agustus 2026, 20:09
Badak LNG Latih Petani Olah Limbah Jadi Kompos dan Pupuk Organik, Dorong Pertanian Berkelanjutan
Society

Badak LNG Latih Petani Olah Limbah Jadi Kompos dan Pupuk Organik, Dorong Pertanian Berkelanjutan

1 Juli 2026, 14:50
Perkuat Respons Keadaan Darurat, Badak LNG Gelar Simulasi Penanganan Insiden Maritim dan Lingkungan
Society

Perkuat Respons Keadaan Darurat, Badak LNG Gelar Simulasi Penanganan Insiden Maritim dan Lingkungan

24 Juni 2026, 15:49

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.