BONTANGPOST.ID, Bontang – Pulau Beras Basah sudah lama menjadi ikon wisata Bontang. Wisatawan lokal Kaltim memasukan pulau itu sebagai destinasi untuk berlibur.
Meski jadi ikon wisata, kondisi Pulau Beras Basah justru kumuh. Tumpukan sampah mudah ditemui. Terpal yang dihampar pedagang di Pulau Beras Basah semakin menambah kesan kumuh.
Terpal itu layaknya tanah kaplingan. Tidak bisa ditempati pengunjung meski membawa terpal sendiri. Harga sewanya Rp100 ribu. Hal ini mendapat sorotan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris (AH) saat mengunjungi Pulau Beras Basah, Senin (30/6/2025). “Miris melihat kondisinya,” kata AH.
Dia meminta agar Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, Ekonomi Kreatif Rafidah segera mengurus nota kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemprov Kaltim. “Jadi pemkot bisa ikut membenahi,” ujarnya.
Jika PKS telah terbit, kata AH, maka akan dilanjutkan dengan pembuata peraturan wali kota (Perwali).
Pemkot Bontang sebenarnya sudah membangun sejumlah fasilitas di Pulau Beras Basah. Seperti gazebo, maupun lapak UMKM. Namun, para pedagang urung menempati. Mereka memilih bertahan di pondok yang mereka buat di tengah pulau untuk berdagang.
“Banyak PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang bocor. Ini kami benahi pelan-pelan,” ungkapnya.
Ke depan, para pengunjung juga ditertibkan. Mereka mesti membeli karcis masuk. Pun dengan lokasi keberangkatan akan ditata. “Jadi harus berangkat dari dermaga yang sudah ditunjuk,” jelasnya.
Sementara, dikatakan Rafidah, untuk membangun Pulau Beras Basah sesuai Rencana Induk Pengelolaan Objek Wisata (RIPO) membutuhkan setidaknya anggaran Rp32 miliar.
Pembangunan itu akan dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan membangun keliling pemecah ombak mencegah abrasi.
Kemudian membangun stand pedagang agar tersusun dengan rapi. Tidak kumuh seperti yang saat ini ada. “Anggaran akan ada koreksi. Tapi mulai tahun depan sudah ada masuk, semoga bisa direalisasi,” ucap Rafidah. (*)






