BONTANGPOST.ID, Bontang – Pengelolaan susut dan sisa pangan di Bontang diklaim mencapai 40 persen. Hal itu membawa Bontang memperoleh apresiasi dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN) RI.
Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Bontang Debora Kristiani mengatakan, pengelolaan susut dan sisa pangan ditujukan untuk mengurangi kehilangan dan pemborosan makanan.
“Mulai dari produksi sampai konsumsi,” katanya.
Adapun pengelolaan dilakukan dengan redistribusi makanan yang masih layak konsumsi, pengolahan kembali sisa makanan menjadi produk baru, hingga edukasi kepada masyarakat.
Ia mengungkapkan, pengelolaan menyasar pada tiga aspek yakni lingkungan, ekonomi, dan keamanan pangan. Adapun dengan pengelolaan yang efektif, dinilai dapat berpengaruh terhadap ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Penyelamatan pangan melalui pengelolaan susut dan sisa pangan ini diharapkan dapat mengurangi pemborosan makanan,” ungkap dia.
Lebih lanjut, setop boros pangan juga mesti dilakukan melalui perencanaan pangan, belanja bijak, hingga donasi pangan.
“Diharapkan setop boros pangan ini dapat semakin diterapkan oleh masyarakat,” tandasnya. (*)






