SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan diri jelang musim kemarau. Bupati Ismunandar meminta beberapa instansi terkait untuk siap siaga.
“Kita harus siap siaga, pasalnya kondisi hutan Kutim sangat berpotensi terbakar,” kata Ismunandar saat Coffe Morning, Senin (30/4).
Menurutnya pemadaman api harus diawasi oleh Dandim, Polres, bahkan pihak perusahaan harus dilibatkan juga pihak lainnya.
“Nantinya kebakaran hutan ini, akan melibatkan banyak pihak termasuk perusahaan. Kita semua harus waspada. Karena yang tercemar bukan hanya wilayah kabupaten saja, namun dapat berdampak sangat besar. Karena kita bisa saja menyebabkan kiriman polusi ke negara terdekat,” jelasnya.
Dia menjelaskan beberapa faktor dapat menjadi pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya tidak hanya panas kemarau yang dapat menjadi penyebab. Melainkan ulah manusia dapat berakibat fatal.
“Tidak hanya faktor alam, tapi minimnya kesadaran masyarakat pun memengaruhi. Nanti akan dilakukan sosialisasi pada masyarakat untuk tidak membakar hutan sembarangan. Jadi jika memang akan membuka lahan dengan pembakaran, harus dijaga dan dipastikan aman,”
Di tempat yang sama, Komandan Kodim 0909/SGT, Bahren Kamil Pasha menjelaskan kondisi pasca musim hujan maka akan tiba musim kemarau. Sebab itu dia mengatakan pihaknya akan menyiapkan diri untuk siaga melakukan kontrol terhadap kebakaran hutan dan lahan.
“Biasanya memang setelah musim hujan yang menyebabkan banjir, maka kemarau akan tiba. Maka kami melakukan persiapan sejak saat ini untuk memantau titik api yang ada di hutan Kutim. Kami siap siaga, walaupun tidak mengaharapkan hal tersebut sampai terjadi,” jelasnya.
Dia bercerita sekira satu bulan lalu, dirinya dengan bupati dan kapolres dipanggil ke istana presiden. Menurut Kamil, ia mendapat tantangan dari presiden Joko Widodo agar mampu menjaga hutan dari bencana kebakaran.
“Presiden bilang pada saya, jika kedepannya terjadi lagi kebakaran hutan di wilayah kita, maka Dandim dan Kapolres akan dipecat (diganti). Hal tersebut merupakan tantangan yang harus kami hadapi,” tandasnya. (*/la)







