• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Tambang Batu Bara Makin Dekat dengan Permukiman, Warga Dikepung Debu dan Limbah

by BontangPost
14 Maret 2025, 17:58
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Sejumlah alat berat beroperasi di area pertambangan yang hanya berjarak sekitar 75 meter dari permukiman warga Desa Buana Jaya, Kutai Kartanegara. (IST/KP)

Sejumlah alat berat beroperasi di area pertambangan yang hanya berjarak sekitar 75 meter dari permukiman warga Desa Buana Jaya, Kutai Kartanegara. (IST/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Tenggarong – Di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), langit sering kali terlihat buram. Kepulan debu terus beterbangan dari area tambang batu bara yang hanya berjarak sekitar 75 meter dari permukiman warga.

Saat angin bertiup kencang, partikel debu memasuki rumah-rumah, menempel di perabotan, dan menciptakan lapisan tipis di lantai yang tak kunjung bersih. Namun, tantangan tak hanya datang di cuaca terik. Ketika hujan turun, air yang bercampur lumpur mengalir dari kawasan tambang batu bara ke pemukiman, mengotori lingkungan dan mengancam lahan pertanian warga.

Bagi warga yang tinggal di sekitar tambang batu bara, kondisi ini bukan hal baru. Setiap hari, mereka harus beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang semakin terasa. Ahmad Purwadi, salah seorang warga terdampak, merasakan langsung efek buruknya.

“Setiap hari kami harus berhadapan dengan debu yang masuk ke rumah. Kalau musim hujan, limbah air dari tambang juga mengalir ke lingkungan kami,” ungkap Ahmad Purwadi.

Keluhan ini sudah lama dirasakan, namun hingga kini belum ada tanggapan dari pihak perusahaan. “Mungkin karena kami juga belum melaporkannya ke dinas terkait,” tambahnya.

Baca Juga:  Waspada Tambang Ilegal di Tengah Melonjaknya Harga Batu Bara

Desa Buana Jaya yang dulu dikelilingi bukit hijau dan lahan pertanian, kini mulai berubah. Jalanan desa mengalami kerusakan akibat lalu lalang kendaraan berat, beberapa di antaranya harus diperbaiki dengan pengecoran ulang.

Gundukan tanah merah tampak mendominasi pemandangan, seolah menjadi saksi bisu ekspansi pertambangan yang semakin mendekat ke lingkungan warga. Sawah yang masih bertahan di sisi lain desa kini bersebelahan dengan lahan pertambangan, menciptakan kontras yang mencerminkan pergeseran fungsi lahan.

Dari sisi administratif, Sekretaris Desa Buana Jaya, Ahmad Wondo, mengungkapkan bahwa desa mereka berada dalam area izin usaha pertambangan (IUP). “Wilayah Desa Buana Jaya dan Bukit Pariaman memang masuk dalam area pertambangan, sehingga aktivitas tambang di sini bukan sesuatu yang baru,” jelasnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa keberadaan tambang membawa dampak yang beragam, tergantung bagaimana pengelolaannya.

“Ada sisi positif dan negatif dari aktivitas tambang ini. Positifnya, harga tanah melonjak, banyak warga yang sebelumnya tidak mampu kuliah kini bisa berkuliah, yang dulunya tidak punya mobil sekarang bisa membeli mobil, dan banyak warga yang mendapat ganti rugi bisa membangun rumah lebih layak,” katanya.

Baca Juga:  Jaringan Pipa Migas Terancam Aktivitas Tambang Batu Bara

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa pertambangan telah menjadi bagian dari kehidupan sejak lama. “Leluhur kita pun ahli dalam pertambangan. Buktinya, alat-alat musik tradisional berbahan logam sudah ada sejak dahulu kala,” ungkapnya.

Namun, realitas di lapangan tidak sesederhana itu. Tidak semua warga mendapatkan kompensasi atau manfaat ekonomi secara langsung. Sebagian besar justru harus menghadapi dampak lingkungan yang semakin nyata. “Bagi warga yang tidak mendapatkan kompensasi, mereka mungkin merasa terganggu dengan kebisingan, debu, dan panas akibat aktivitas tambang,” tambahnya.

Di beberapa titik desa, alat berat terus bekerja tanpa henti. Dump truck berwarna kuning berlalu-lalang mengangkut hasil galian, menyisakan debu yang beterbangan ke udara. Bukit yang dulunya menjadi benteng alami desa kini semakin terkikis, menyisakan permukaan tanah yang tandus dan berbatu.

Baca Juga:  Ekspor Kaltim Terbesar Kedua di Indonesia

Beberapa rumah warga mulai direnovasi, sebagian besar menggunakan hasil dari kompensasi tambang. Namun, bagi yang tidak menerima ganti rugi, dampak buruk lebih terasa dibanding manfaatnya.

“Yang terpenting adalah bagaimana tambang ini dikelola, apakah dengan baik atau tidak. Jika dikelola dengan benar, dampak buruknya bisa diminimalisir,” jelas Ahmad Wondo.

Baginya, aktivitas tambang tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi, tetapi harus ada keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan keberlangsungan lingkungan.

Pertambangan di Buana Jaya telah membawa perubahan besar. Bagi sebagian warga, ini adalah peluang ekonomi. Namun, bagi yang lain, ini adalah ancaman bagi kelangsungan hidup mereka.

Di antara deru mesin berat dan kepulan debu yang terus menyelimuti desa, satu harapan masih menggantung di benak warga: keseimbangan antara pembangunan dan kelangsungan hidup mereka.

“Keluhan-keluhan sudah ada. Tapi sejauh ini, belum ada tanggapan dari perusahaan,” tutup Ahmad Purwadi, dengan nada gusar yang mencerminkan kelelahan. (*)

Tags: Batu bara
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ratusan Personel Disiagakan dalam Operasi Ketupat Mahakam, Lima Pos Bakal Dibangun

Next Post

Tak Terima Turun Golongan, Karyawan Sub Kontraktor Badak LNG Bawa Bensin dan Serang Rekan Kerja

Related Posts

Bos Bayan Resources Keruk Batubara di Kaltim tapi Sumbang Rp1,7 Triliun ke Singapura
Nasional

Bos Bayan Resources Keruk Batubara di Kaltim tapi Sumbang Rp1,7 Triliun ke Singapura

22 Oktober 2026, 11:32
Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Periksa Anggota DPRD Kaltim dan Petinggi Perusahaan
Kaltim

Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Periksa Anggota DPRD Kaltim dan Petinggi Perusahaan

7 Agustus 2026, 10:00
Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara Pemicu Blackout Naik Penyidikan, Kerugian Negara Ditaksir Rp5 Triliun
Nasional

Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara Pemicu Blackout Naik Penyidikan, Kerugian Negara Ditaksir Rp5 Triliun

7 Juli 2026, 11:58
Dua Ponton Batu Bara Hantam Rumah Warga dan Rusak Jembatan Mahulu
Kaltim

Dua Ponton Batu Bara Hantam Rumah Warga dan Rusak Jembatan Mahulu

5 Januari 2026, 07:00
NU Dapat Tambang dari Penciutan Lahan Tambang KPC
Kaltim

Ironi Kutai Timur; Kekayaan Alam Terus Dikeruk, Tak Punya Data Produksi Batu Bara

10 November 2025, 11:42
Aktivis Soroti Kutim, Lahan Tambang Terluas tapi Belum Lunasi Jaminan Reklamasi di Kaltim
Kaltim

Aktivis Soroti Kutim, Lahan Tambang Terluas tapi Belum Lunasi Jaminan Reklamasi di Kaltim

7 Oktober 2025, 14:46

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.