• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Temuan Lansia Terlantar Meningkat, Dari Data LK3, 32 Kasus di 2016

by BontangPost
6 Februari 2017, 21:27
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
KARENA USIA: LK3 sedang menangani salah seorang lansia terlantar di Bontang. (IST)

KARENA USIA: LK3 sedang menangani salah seorang lansia terlantar di Bontang. (IST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

BONTANG – Jumlah lansia terlantar yang mendapat penanganan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Setelah menemukan sebanyak 14 kasus lansia terlantar di tahun 2015, Dinas Sosial P3M melalui Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Bontang menemukan 32 kasus baru di tahun 2016 lalu.

Manajer Kasus LK3 Bontang Suratmi memaparkan, jumlah temuan lansia terlantar di Bontang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Karena dari tahun ke tahun usia akan mengalami penambahan, sementara harapan hidup tinggi membuat jumlah lansia yang meninggal menjadi lebih sedikit. Hal ini tak terlepas dari bonus demografi Kota Bontang.

“Bonus demografi merupakan suatu fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan masyarakat dari sisi pembangunan. Karena usia produktif lebih banyak dari pada usia non produktif. Itu artinya beban ketergantungan akan berkurang dengan perbandingan 64 persen penduduk usia produktif menanggung hanya 34 persen,” jelas Suratmi kepada Bontang Post, Ahad (5/2) kemarin.

Data yang dipegang LK3 sendiri merupakan data yang didapatkan melalui temuan maupun laporan di lapangan. Ibarat fenomena gunung es, jumlah lansia terlantar di Bontang sebenarnya bisa lebih banyak dari itu. Data Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011 saja mencatat ada 1.194 lansia yang tersebar di berbagai daerah di Bontang (selengkapnya lihat grafis).

Beberapa faktor disebut menjadi penyebab munculnya lansia terlantar. Penyebab yang umum yaitu lansia tersebut memang sudah hidup sebatang kara. Dalam hal ini lansia itu sudah tidak memiliki keluarga atau terpisah dari keluarganya. Namun ada juga yang dikarenakan ketidakpedulian keluarga dalam hal ini anak-anaknya terhadap lansia tersebut.

“Ada lansia yang tidak diurus anaknya. Padahal anaknya termasuk mampu dan bekerja di perusahaan. Yang menyedihkan lagi, lansia terlantar ini ada yang mengidap penyakit kronis,” tambahnya.

Lansia-lansia terlantar ini, sebut Suratmi, ada yang memiliki rumah tinggal namun ada juga yang tidak. Beberapa yang tidak punya tempat tinggal menumpang pada rumah warga yang peduli. Sementara bagi yang benar-benar terlantar dan tidak punya tempat tinggal, biasanya ditempatkan di panti sosial. Baik panti sosial milik swasta maupun milik pemerintah.

“Panti sosial yang ada di Bontang dikelola warga yaitu di kilo 3. Namun itu khusus lansia perempuan. Untuk lansia laki-laki biasanya kami usulkan ditampung di panti sosial Tresna Wreda Samarinda,” sebut Suratmi.

Dia mengatakan, LK3 Bontang memfasilitasi para lansia terlantar untuk mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan mereka. Bagi yang memiliki masalah kesehatan misalnya, LK3 akan menghubungkan dengan instansi-instansi kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Pendampingan LK3 ini terus berlanjut selama lansia tersebut masih hidup.

Selain bentuk-bentuk bantuan dan pendampingan, lansia terlantar sebenarnya juga membutuhkan layanan ke rumah atau home care. Sayangnya, layanan ini masih belum ada dari Dinas Sosial P3M Bontang. Di tahun ini rencananya LK3 akan mengusulkan pengadaan layanan ini.

“Layanan home care ini meliputi pemeriksaan kesehatan, konseling, juga senam lansia. Layanan ini khususnya bagi lansia yang mengalami disabilitas dan penyakit kronis,” urainya.

Dia menerangkan, seseorang disebut lansia bila usianya telah mencapai 60 tahun ke atas. Lansia sendiri dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu lansia potensial, lansia tidak potensial, dan lansia sakit-sakitan. Lansia potensial yaitu lansia yang masih produktif dan bisa berusaha. Sehingga bantuan yang diberikan lebih bersifat bantuan modal. Sedangkan untuk lansia tidak potensial dan sakit-sakitan, karena kondisinya tersebut mendapat bantuan sosial dari pemerintah.

Kata Suratmi, Kementerian Sosial (Kemensos) RI memiliki program asistensi usia lanjut (Aslut) berupa dana bantuan yang diberikan setiap bulan. Namun bantuan ini lebih diperuntukkan bagi lansia dengan usia 70 tahun ke atas. “Tahun ini Bontang mendapatkan kuota 28 orang lansia yang masing-masing mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 200 ribu setiap bulannya,” tandasnya. (luk)

Jumlah Lansia di Bontang (usia 60 tahun ke atas)

Kecamatan                         Perempuan        Laki-laki                TOTAL

Bontang Selatan               250                         341                         591

Bontang Utara                   209                         277                         486

Bontang Barat                   37                           80                           117

JUMLAH                               496                         698                         1.194

Sumber: PPLS BPS tahun 2011

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sertifikasi Khatib Sebatas Wacana, Setuju Bila Positif dan Sesuai Syariat

Next Post

Pencaker Capai 8.088 Orang, Tak Sebanding dengan Jumlah Lowongan Kerja

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.