BONTANG – Jumlah lansia terlantar yang mendapat penanganan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Setelah menemukan sebanyak 14 kasus lansia terlantar di tahun 2015, Dinas Sosial P3M melalui Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Bontang menemukan 32 kasus baru di tahun 2016 lalu.
Manajer Kasus LK3 Bontang Suratmi memaparkan, jumlah temuan lansia terlantar di Bontang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Karena dari tahun ke tahun usia akan mengalami penambahan, sementara harapan hidup tinggi membuat jumlah lansia yang meninggal menjadi lebih sedikit. Hal ini tak terlepas dari bonus demografi Kota Bontang.
“Bonus demografi merupakan suatu fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan masyarakat dari sisi pembangunan. Karena usia produktif lebih banyak dari pada usia non produktif. Itu artinya beban ketergantungan akan berkurang dengan perbandingan 64 persen penduduk usia produktif menanggung hanya 34 persen,” jelas Suratmi kepada Bontang Post, Ahad (5/2) kemarin.
Data yang dipegang LK3 sendiri merupakan data yang didapatkan melalui temuan maupun laporan di lapangan. Ibarat fenomena gunung es, jumlah lansia terlantar di Bontang sebenarnya bisa lebih banyak dari itu. Data Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011 saja mencatat ada 1.194 lansia yang tersebar di berbagai daerah di Bontang (selengkapnya lihat grafis).
Beberapa faktor disebut menjadi penyebab munculnya lansia terlantar. Penyebab yang umum yaitu lansia tersebut memang sudah hidup sebatang kara. Dalam hal ini lansia itu sudah tidak memiliki keluarga atau terpisah dari keluarganya. Namun ada juga yang dikarenakan ketidakpedulian keluarga dalam hal ini anak-anaknya terhadap lansia tersebut.
“Ada lansia yang tidak diurus anaknya. Padahal anaknya termasuk mampu dan bekerja di perusahaan. Yang menyedihkan lagi, lansia terlantar ini ada yang mengidap penyakit kronis,” tambahnya.
Lansia-lansia terlantar ini, sebut Suratmi, ada yang memiliki rumah tinggal namun ada juga yang tidak. Beberapa yang tidak punya tempat tinggal menumpang pada rumah warga yang peduli. Sementara bagi yang benar-benar terlantar dan tidak punya tempat tinggal, biasanya ditempatkan di panti sosial. Baik panti sosial milik swasta maupun milik pemerintah.
“Panti sosial yang ada di Bontang dikelola warga yaitu di kilo 3. Namun itu khusus lansia perempuan. Untuk lansia laki-laki biasanya kami usulkan ditampung di panti sosial Tresna Wreda Samarinda,” sebut Suratmi.
Dia mengatakan, LK3 Bontang memfasilitasi para lansia terlantar untuk mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan mereka. Bagi yang memiliki masalah kesehatan misalnya, LK3 akan menghubungkan dengan instansi-instansi kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Pendampingan LK3 ini terus berlanjut selama lansia tersebut masih hidup.
Selain bentuk-bentuk bantuan dan pendampingan, lansia terlantar sebenarnya juga membutuhkan layanan ke rumah atau home care. Sayangnya, layanan ini masih belum ada dari Dinas Sosial P3M Bontang. Di tahun ini rencananya LK3 akan mengusulkan pengadaan layanan ini.
“Layanan home care ini meliputi pemeriksaan kesehatan, konseling, juga senam lansia. Layanan ini khususnya bagi lansia yang mengalami disabilitas dan penyakit kronis,” urainya.
Dia menerangkan, seseorang disebut lansia bila usianya telah mencapai 60 tahun ke atas. Lansia sendiri dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu lansia potensial, lansia tidak potensial, dan lansia sakit-sakitan. Lansia potensial yaitu lansia yang masih produktif dan bisa berusaha. Sehingga bantuan yang diberikan lebih bersifat bantuan modal. Sedangkan untuk lansia tidak potensial dan sakit-sakitan, karena kondisinya tersebut mendapat bantuan sosial dari pemerintah.
Kata Suratmi, Kementerian Sosial (Kemensos) RI memiliki program asistensi usia lanjut (Aslut) berupa dana bantuan yang diberikan setiap bulan. Namun bantuan ini lebih diperuntukkan bagi lansia dengan usia 70 tahun ke atas. “Tahun ini Bontang mendapatkan kuota 28 orang lansia yang masing-masing mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 200 ribu setiap bulannya,” tandasnya. (luk)
Jumlah Lansia di Bontang (usia 60 tahun ke atas)
Kecamatan Perempuan Laki-laki TOTAL
Bontang Selatan 250 341 591
Bontang Utara 209 277 486
Bontang Barat 37 80 117
JUMLAH 496 698 1.194
Sumber: PPLS BPS tahun 2011






