• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kriminal

Terbesar di Indonesia, Polri Bongkar Bandar Narkoba Beraset Rp10,5 Triliun

by Redaksi Bontang Post
13 September 2023, 15:36
in Kriminal
Reading Time: 2 mins read
0
Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil menyita aset senilai Rp 43,93 miliar dari jaringan gembong narkoba internasional yang dikendalikan Fredy Pratama.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil menyita aset senilai Rp 43,93 miliar dari jaringan gembong narkoba internasional yang dikendalikan Fredy Pratama.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Siapa yang menyangka gembong narkoba jaringan internasional berasal dari Kalsel. Dia adalah Fredy Pratama (38). Bareskrim Mabes Polri mengungkap ini Selasa (12/9).

Pemilik nama samaran Miming, The Secret, Cassanova, Mojopahit dan Airbag itu sebelumnya dikenal sebagai pebisnis telepon seluler yang terkenal besar di Banjarmasin.

Fredy belum berhasil ditangkap. Berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Diduga masih bersembunyi di Thailand. Meski begitu, polisi telah mengamankan asetnya di berbagai daerah. Termasuk di wilayah Kalsel.

Total sebanyak 19 aset yang berhasil disita di Kalsel. Ada 14 aset tidak bergerak berupa tanah dan bangunan. Lima aset bergerak lagi yang terdiri dari empat mobil mewah, dan satu moge merek BMW. Jika diuangkan seluruh aset itu, nilainya mencapai Rp43,9 miliar. Rinciannya Rp41 miliar aset tak bergerak, dan Rp2 miliar lebih aset bergerak.

Baca Juga:  Serang Polisi Pakai Parang Saat Dikepung di Samarinda, Bandar Narkoba Katingan Pembunuh 3 Anggota Polri Ditembak

Salah satu aset tak bergerak disita Mabes Polri adalah ruko di Jalan Djok Mentaya, Banjarmasin Tengah. Di situ terdapat Shanghai Palace Restaurant, Beluga Cafe, dan Mentaya Inn.

Aset ini tidak dikelola Fredy secara langsung. Namun dikuasakan kepada Lian Silas. Orangtuanya itu juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri dengan dugaan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) dari uang narkoba Fredy.

“Dia (Fredy) orang Kalsel. Orangtuanya (Silas) tersangka TPPU,” terang Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel AKBP Ernesto Saiser, usai Bareskrim Polri menyampaikan secara virtual pengungkapan kasus sindikat Transnational Organized Crime (TOC) Narkotika serta TPPU hasil penjualan narkoba jaringan Fredy Pratama, Selasa (12/9) kemarin.

Pengungkapan kasus ini hasil join operasi Polri dengan Royal Police, Royal Thai Police, US-DEA, dan instansi terkait. Saiser memastikan aset-aset Fredy terus dilakukan pengembangan. “Proses tetap berjalan. Masih ada lagi, dan tengah dikembangkan oleh Bareskrim Mabes Polri,” tambahnya.

Masuknya narkoba di Kalsel diduga dari sindikat jaringan Fredy. Pasalnya, dari berbagai motif penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan oleh Polda Kalsel sebelumnya, mirip dengan modus Fredy. Contohnya dari warna dan tulisan di bungkus kemasan teh China.

Baca Juga:  Warga Berau Kedapatan Bawa 8 Kg Sabu Senilai Rp12 Miliar, Terlibat Jaringan Internasional

Selain itu, jaringan ini juga memakai alat komunikasi tak lazim, yakni menggunakan BlackBerry Messenger Enterprise, Threema, dan Wire Secure Messenger. “Banyak sekali kemiripan,” tukas Saiser.

Ia menerangkan sepanjang tahun 2019 sampai 2023, Polda Kalsel berhasil menyita sabu-sabu seberat 1,3 ton, 284.228 butir ekstasi, dan 763,97 gram serbuk ekstasi. Dari sejumlah barang bukti itu, beberapa di antaranya dikemas dengan teh China yang berasal dari Thailand, Myanmar, dan Laos (The Golden Triangle).

Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada menyampaikan pengungkapan kasus tersebut dimulai dengan adanya operasi bersama atau join operating yang hingga kini masih dilakukan. Khususnya mencari tersangka utama Fredy.

Dia mengatakan sejak 2020 sampai dengan 2023, terdapat 408 laporan polisi dengan 884 tersangka yang sudah ditangkap. Seluruhnya terkait dengan jaringan Fredy. Menurutnya, sindikat ini sangat rapi dan terstruktur. Ada yang mengatur bagian keuangan, hingga pembuat dokumen.

Saking licinnya, jaringan ini menggunakan komunikasi dari aplikasi yang jarang digunakan oleh masyarakat umum. “Mereka juga rapi soal keuangan. Banyak rekening dari berbagai bank digunakan. Totalnya 406 rekening dengan saldo mencapai Rp28,7 miliar,” sebut Wahyu. (*)
Tags: Bandar NarkobaJaringan internasional
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

DPRD Bontang Soroti Pembangunan Kantor Lurah, APD Minim, Tak Ada BPJS Ketenagakerjaan

Next Post

Berikut Alasan Pemerintah Batal Hapus Tenaga Honorer pada November 2023

Related Posts

Serang Polisi Pakai Parang Saat Dikepung di Samarinda, Bandar Narkoba Katingan Pembunuh 3 Anggota Polri Ditembak
Kriminal

Serang Polisi Pakai Parang Saat Dikepung di Samarinda, Bandar Narkoba Katingan Pembunuh 3 Anggota Polri Ditembak

10 Juli 2026, 19:15
Kapolres Bima Kota Dinonaktifkan, Diduga Terima Rp1 Miliar dari Bandar Narkoba
Nasional

Kapolres Bima Kota Dinonaktifkan, Diduga Terima Rp1 Miliar dari Bandar Narkoba

12 Februari 2026, 18:36
Warga Berau Kedapatan Bawa 8 Kg Sabu Senilai Rp12 Miliar, Terlibat Jaringan Internasional
Kriminal

Warga Berau Kedapatan Bawa 8 Kg Sabu Senilai Rp12 Miliar, Terlibat Jaringan Internasional

21 November 2024, 16:30
Privat: Anggaran Pendidikan Naik Jadi Rp581 Miliar, Pengadaan Laptop Gratis dan Papan Tulis Paling Besar
Kriminal

dari Pengusaha Ponsel Sampai ke Sindikat Narkoba Internasional

15 September 2023, 13:00
Polres Akui Sulit Bongkar Bandar Narkoba
Breaking News

Polres Akui Sulit Bongkar Bandar Narkoba

14 Oktober 2018, 11:05

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.