Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya Bontang Post dinobatkan sebagai salah satu pemilik desain halaman muka (cover) terbaik di Indonesia. Kebetulan, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara kepada saya yang mewakili manajemen Bontang Post di Millenium Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (3/2) lalu.
Penghargaan ini menjadi lebih bermakna. Ini menunjukkan bahwa koran yang juga melahirkan Sangatta Post dan Metro Samarinda tersebut, memiliki kualitas yang selevel dengan media-media nasional. Lebih membanggakan, penghargaan ini menjadi kado indah awal tahun Bontang Post untuk masyarakat, khususnya pembaca.
Selepas menerima penghargaan tersebut, orang pertama yang saya kabari adalah Agus Susanto, Direktur Bontang Post. Kemudian kabar tersebut saya share langsung di grup whatsapp Bontang Post. Tak disangka, halaman Bontang Post edisi Senin 22 Februari 2016 dengan judul “Ajal Si Kera Besar” menjadi yang terbaik.
Tak sampai di situ, saya pun langsung mengabari Kasat Reskrim AKP Ade Harri Sistriawan. Bagi saya, penghargaan itu tidak akan bisa diperoleh tanpa campur tangan perwira balok tiga itu. Lewat mesranya hubungan antara Bontang Post dengan Polres Bontang, media ini dapat meng-update berita yang begitu lengkap dan detail.
“Wah-wah mantap. Selamat ya mas. Luar biasa, salut-salut. Semoga semakin berkarya terus, amin,” sahut Ade Harri melalui whatsapp. Selepas itu, secara berturut-turut saya menyampaikan kabar gembira ini kepada Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn, serta AKBP Hendra Kurniawan, mantan Kapolres Bontang yang kini menjabat sebagai Kapolres Paser.
Setelah itu, kabar gembira ini saya sampaikan kepada relasi, masyarakat, dan rekan-rekan. Bukan untuk gaya-gayaan. Namun untuk menyampaikan pesan, bahwa Bontang mampu bersaing di tingkat nasional. Bahwa Bontang Post yang juga mengelola media online, bontangpost.id dan bontang.prokal.co ikut mengharumkan nama baik Kota Taman.
Bagi saya, penghargaan ini tidak diperoleh dengan mudah. Butuh perjuangan, kerja keras, dan pemikiran sama. Kami di internal redaksi juga butuh waktu untuk menyatukan semuanya. Namun, dengan semangat teamwork, akhirnya halaman yang menggambarkan tewasnya orang utan itu muncul.
Tak sekadar menampilkan peristiwanya saja. Bontang Post kala itu juga mengawal beritanya hingga selesai. Sampai pelakunya divonis penjara. Itu menjadi komitmen Bontang Post untuk melahirkan berita-berita yang berkualitas, tampilan yang wah, serta tulisan yang mencerdaskan dan menginspirasi.
Terima kasih tak terhingga untuk semua pihak yang selama ini telah menjadikan Bontang Post sebagai media kepercayaan. Mulai dari Pemkot Bontang, perusahaan, swasta, forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD), dan para stakeholders.
Tentunya, penghargaan ini menjadi cambuk bagi kami untuk terus berkarya, mengeksplorasi kreativitas, serta ikut serta untuk membanggakan Bontang dan Kaltim.
Terima kasih juga kepada para kompetitor yang terus “merongrong” kami. Sehingga kami dapat terus berkreasi dan berbenah untuk menjadi yang terbaik. (***)







