• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Terkait Oknum Pejabat Bermain Tambang Ilegal, Dewan Ditantang Buktikan Omongan 

by BontangPost
10 Oktober 2018, 11:33
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
FOTO WAJAH: Rusmadi(DOK/METRO SAMARINDA)

FOTO WAJAH: Rusmadi(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura), Rusmadi tak terima dirinya dituding terlibat dalam pusaran tambang ilegal. Karenanya, dia meminta anggota dewan mengajukan bukti atas dugaan keterlibatan dirinya di tambang ilegal yang telah terungkap selama tiga kali berturut-turut di 2018 tersebut.

Kata dia, apabila anggota DPRD Kaltim yang telah menudingnya tidak dapat membuktikan dengan data dan fakta, maka dirinya tak segan mengajukan tuntutan di meja hijau.

“Saya tuntut balik itu. Saya tidak pernah terlibat dan melakukan pembiaran tambang ilegal di Tahura. Saya baru saja dilantik pada Mei 2018 kemarin,” tegasnya, Selasa (9/10) kemarin.

Sebelum menuding dirinya terlibat dalam kasus tersebut, dia meminta terlebih dulu ada bukti yang akurat. Pasalnya, informasi tambang ilegal di Tahura baru didapatkannya setelah ada penangkapan dari kepolisian, TNI, dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wilayah Kaltim.

Baca Juga:  Ribuan Armada Diterjunkan Layani Pemudik 

“Kalau masuk ke dalam itu, kenapa tidak sama-sama dengan kami? Jadi bisa saling membantu. Supaya kita tahu siapa yang bermain di situ. Susah kalau saling menuding tanpa bukti,” ucapnya.

Karena itu, dia menegaskan tidak pernah terlibat dalam kasus tersebut. Soal personel atau pejabat UPTD Tahura lainnya, Rusmadi belum dapat memastikannya. Apabila ada pejabat di bawah kepemimpinannya yang terbukti terlibat, maka dirinya menyerahkan pada aparat hukum untuk memprosesnya.

“Saya akan cari informasinya siapa yang bermain di situ. Karena susah kalau tidak pernah tangkap tangan. Kalau saya menyebut si A atau B terlibat, takutnya dituntut balik orang,” sebutnya.

Rusmadi membenarkan kelemahan pengawasan di Tahura. Sebab wilayah yang luas tak disertai dengan ketersediaan jumlah polisi kehutanan (polhut). Sejauh ini, UPTD Tahura hanya memiliki 30 orang personel polhut.

Baca Juga:  Dekat dengan Rakyat, Mengabdi di Tanah Kelahiran

Sedangkan wilayah Tahura yang harus diawasi lebih kurang seluas 61.850 hektare. Jika disesuikan dengan luas lahan dan polhut, maka jumlah tersebut berbanding jauh dengan tugas yang dibebankan.

“Karena itu saya sedang mengusahakan untuk mengajukan penambahan polhut dari Kementerian Kehutanan. Saya juga sedang merancang bagaimana Tahura ini bisa aman dan bebas dari tambang ilegal,” katanya.

Idealnya, jumlah polhut yang mesti ditugaskan di Tahura sebanyak 60 hingga 70 personel. Pasalnya, para polhut itu harus mengawasi dan memastikan keamanan wilayah Tahura yang terbentang di Kecamatan Loa Janan, Samboja, dan Balikpapan.

Masalah lain yang dihadapi yakni anggaran yang dialokasikan untuk Tahura tergolong minim. Tahun 2018 pihaknya hanya mendapatkan anggaran senilai Rp 300 juta.

Baca Juga:  Kota Tepian Bakal Miliki Taman Baru 

“Itu hanya cukup untuk bayar air minum dan listrik. Belum dihitung operasional petugas setiap kali melakukan pengawasan dan peninjauan di lapangan. Itu tidak sedikit dana yang dibutuhkan. Tetapi kami tidak berkecil hati. Itulah risiko tugas,” tutupnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu menduga terdapat oknum pejabat yang ikut memuluskan penambangan ilegal di Tahura. Karenanya, dia meminta Pemprov Kaltim mengevaluasi kinerja Kepala UPTD Tahura.

“Kok tambang itu masih ada terus di dalam itu? Dia harusnya memberikan progres (pengawasan, Red.) itu. Apa sih yang dia lakukan selaku Kepala UPTD Tahura? Harusnya kalau ada (tambang ilegal, Red.) di situ, dia melapor. Ketakutan saya, jangan-jangan dia pemain juga,” sebutnya, Senin (8/10) lalu. (*/um)

Tags: Metro SamarindaTahuraTambang Ilegal
Share1TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sudah Dua Pekan Alphad Tidak Ngantor? 

Next Post

Mayoritas Warga Meminta Proyek Masjid Dibongkar 

Related Posts

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam
Kaltim

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam

14 Mei 2026, 17:00
Skandal Lahan Transmigrasi Kukar, Izin Tambang Lawas Picu Korupsi dan Kerusakan 1.800 Hektare
Kaltim

Skandal Lahan Transmigrasi Kukar, Izin Tambang Lawas Picu Korupsi dan Kerusakan 1.800 Hektare

30 Maret 2026, 10:00
Kades Gas Alam Kembali Dipanggil, Polisi Siap Datangi Terkait Izin Tambang di Muara Badak
Kaltim

Kades Gas Alam Kembali Dipanggil, Polisi Siap Datangi Terkait Izin Tambang di Muara Badak

28 Maret 2026, 11:32
Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Selidiki Dugaan Korupsi Sektor Pertambangan
Kaltim

Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Selidiki Dugaan Korupsi Sektor Pertambangan

17 Maret 2026, 08:16
KPK Endus Aliran Dana Rutin ke Ketum PP Terkait Jasa Keamanan Tambang di Kukar
Kaltim

KPK Endus Aliran Dana Rutin ke Ketum PP Terkait Jasa Keamanan Tambang di Kukar

13 Maret 2026, 11:00
Tambang Batu Bara Beroperasi di Samping TPA Batu-Batu Muara Badak, Camat Akui Belum Cek Izin
Kaltim

Tambang Batu Bara Beroperasi di Samping TPA Batu-Batu Muara Badak, Camat Akui Belum Cek Izin

10 Maret 2026, 14:35

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.