• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Terkait Penanganan Konflik Satwa Liar dan Manusia, TNK: Perlu Ada Tim Terpadu 

by BontangPost
3 Maret 2017, 13:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Banyaknya temuan yang disampaikan warga terkait kemunculan satwa liar ke pemukiman masyarakat, dinilai oleh Taman Nasional Kutai (TNK) sebuah hal yang dilematis.

Disatu sisi jika ada konflik, warga banyak melaporkannya ke TNK, namun di sisi lain, terjadinya konflik tersebut masuk dalam wilayah Pemkot Bontang. Di mana kewenangannya berada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Salah satu contohnya, beberapa hari lalu seekor orang utan terlihat berkeliaran di wilayah Salebba, Bontang Baru.  Namun nahas, orang utan tersebut ditemukan tersengat listrik usai berkeliaran.

Untuk menangani masalah itu, TNK menilai perlu adanya Tim Terpadu agar tidak terjadi tumpang tindih. Ketika sewaktu-waktu terjadi konflik satwa-manusia di permukiman warga, penanganannya bisa dihendel secara terarah.

Baca Juga:  Kaharuddin Cabut Gugatan, Proses Sidang Dihentikan

“Dalam Permenhut nomor 53 tahun 2013 telah dijelaskan tentang pedoman penanggulangan konflik manusia dan satwa liar. Hal itu bisa dilakukan secara tim terpadu, yang di dalamnya melibatkan beberapa instansi terkait. Sehingga dapat mempermudah masyarakat ketika terjadi konflik,” ujar Dede, Staf Pengendali  Ekosistem Hutan TNK, Rabu (1/3) kemarin.

Dede melanjutkan, pada dasarnya, lembaga yang berwenang menangani konflik satwa ini adalah Badan Konservasi Sumber Daya Manusia (BKSDA). Namun karena kantor BKSDA yang tidak berdomisili di Bontang, sehingga saat ditemukan konflik, TNK hanya bisa melakukan relokasi usai mendapat persetujuan dari BKSDA .

“TNK sifatnya support saja,” tutur Dede.

Adapun faktor penyebab terjadinya konflik, Dede menuturkan, salah satunya karena mereka sudah kehilangan tempat tinggalnya. Apalagi saat ini sudah banyak warga yang mendirikan bangunan, dimana sebelumnya lokasi tersebut merupakan habitat satwa tersebut.

Baca Juga:  TNK Akan Update Data Warga Perambah

“Tentu ke depan juga harus ada kajian pengembangan wilayah terhadap dampak lingkungan,” sarannya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agus Amir menuturkan, dalam penanganan konflik satwa-manusia ini, DLH selalu melakukan komunikasi dengan pihak terkait jika adanya laporan dari warga. Selain itu, untuk upaya pencegahan terjadinya konflik yang lebih besar, di 2014 lalu DLH juga sudah menggelar pelatihan kepada masyarakat di kelurahan, dimana masyarakat yang berpotensi rawan konflik, diberi bekal untuk bisa melakukan antisipasi dini sebelum terjadi konflik yang lebih besar.

“Walau belum ada tim terpadu, namun semua itu bisa dimaksimalkan lewat komunikasi. Sehingga penanganan konflik ini dapat ditangani tidak hanya dari petugas saja, namun masyarakat yang sudah dibekali ini pun juga bisa mengambil peran,” tukasnya. (bbg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: konflikmanusiasatwa liarTNK
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Metode Islam dalam Pengelolaan SDA

Next Post

MTQ Bontang Barat Resmi Ditutup 

Related Posts

Masuk Kutim Wajib Tunjukkan Hasil Tes Antigen
Kaltim

Masuk Kutim Wajib Tunjukkan Hasil Tes Antigen

5 Juli 2021, 14:52
Perdagangan Satwa Dilindungi Masih Tinggi, Pembeli Bisa Dipidana
Kaltim

Perdagangan Satwa Dilindungi Masih Tinggi, Pembeli Bisa Dipidana

11 Juni 2020, 10:40
Sepanjang 2019, Kasus Illegal Logging Turun 25 Persen
Bontang

Sepanjang 2019, Kasus Illegal Logging Turun 25 Persen

14 Januari 2020, 08:00
Dua Buaya Jumbo Ditangkap, Waspada Kehadiran Hewan Liar Lain
Bontang

Dua Buaya Jumbo Ditangkap, Waspada Kehadiran Hewan Liar Lain

23 Juni 2019, 15:06
Ayo Ke Taman Nasional Kutai 
Advertorial

Ayo Ke Taman Nasional Kutai 

22 Desember 2018, 08:05
Pemkab Kutim Tunggu SK Menteri
Breaking News

Pemkab Kutim Tunggu SK Menteri

24 Oktober 2018, 15:10

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.