• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Terkait PU Fraksi DPRD Kaltim, Pemprov: Penghematan, Silpa Masih Wajar

by BontangPost
26 September 2017, 11:34
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
BAHAS PAD: Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Rusmadi membacakan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kaltim terkait Raperda tentang Perubahan APBD, Senin (25/9) kemarin.(LUKMAN/METRO SAMARINDA)

BAHAS PAD: Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Rusmadi membacakan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kaltim terkait Raperda tentang Perubahan APBD, Senin (25/9) kemarin.(LUKMAN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menjawab pemandangan umum (PU) fraksi-fraksi DPRD Kaltim, Senin (25/9) kemarin. Yaitu terkait nota keuangan rancangan peraturan daerah (Raperda) Perubahan APBD Kaltim Tahun Anggaran 2017. Salah satu poin dalam jawaban itu adalah sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun lalu yang dipertanyakan beberapa fraksi.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Rusmadi dalam rapat paripurna ke-29 menjelaskan, Silpa tahun anggaran 2016 sejumlah Rp 611,16 miliar. Di antaranya bersumber dari kelebihan pendapatan sebesar Rp 223,05 miliar dan efisiensi belanja sebesar Rp 388,16 miliar.

“Silpa wajar karena terjadi penghematan belanja pegawai serta belanja barang dan jasa pada belanja langsung,” jelas Rusmadi yang membacakan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi atas nota keuangan raperda Perubahan APBD dalam rapat paripurna DPRD Kaltim tersebut.

Selain Silpa, penggalian potensi-potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi sorotan dari fraksi-fraksi. Dalam hal ini, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diminta meningkatkan kinerja agar berkontribusi optimal meningkatkan PAD. Menanggapi hal itu, Rusmadi menyebut pemprov sepakat dengan DPRD Kaltim.

Dia menjelaskan, upaya meningkatkan kerja BUMD dilakukan dengan strategi pembinaan dari segi internal dan eksternal. Yang meliputi proses rekrutmen direksi, pembinaan manajemen, dan evaluasi kinerja. Serta proses kerja sama dengan pihak ketiga.

Baca Juga:  Masitah Ngaku Tak Tahu 

“Saat ini sedang dilakukan proses persiapan PT Mandiri Migas Pratama bersama BUMD Kukar. Pada Januari 2018 akan diberi kewenangan mengelola wilayah kerja Mahakam selama 20 tahun dengan pola partisipasi interest 10 persen. Hal ini diharapkan dapat menyumbang PAD yang signifikan,” ungkapnya.

Upaya peningkatan kerja sama BUMD dengan pihak ketiga sendiri telah dilakukan pemprov. Kata Rusmadi, hal ini telah dilakukan oleh Perusda Bara Kaltim Sejahtera dan akan diterapkan secara bertahap pada perusda lainnya.

Perlunya penyesuaian regulasi dalam upaya meningkatkan pendapatan retribusi daerah pun telah dilakukan. Dalam hal ini, pemprov melakukan evaluasi dan perubahan atas serangkaian peraturan daerah (perda). Yaitu Perda Nomor 1 tahun 2012 tentang retribusi jasa umum, perda nomor 2 tahun 2012 tentang retribusi jasa usaha, dan perda nomor 3 tahun 2012 tentang retribusi perizinan tertentu.

“Khususnya terkait penambahan objek baru dan perubahan tarif retribusi yang saat ini masih dalam proses evaluasi di Kemenkeu (Kementerian Keuangan) dan registrasi pada Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri),” kata Rusmadi.

Baca Juga:  Pemuda Perindo Kaltim Bentuk Tim Paintball

Penurunan pendapatan dari retribusi menurutnya disebabkan adanya exit permit only yaitu izin keluar tenaga asing. Pasalnya kontrak karya beberapa perusahaan migas asing akan berakhir 2018. Sehingga perusahaan sudah melakukan pengurangan tenaga kerja asing secara bertahap.

Menanggapi pemandangan Fraksi Golkar yang menyarankan penggalian sumber-sumber pendapatan baru, Rusmadi menyatakan sependapat. Penambahan objek retribusi baru dilakukan dengan mengupayakan pemanfaatan aset daerah melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

“Kami juga mendukung rencana pengalihan Pajak Bumi Bangunan (PBB) sektor perkebunan, kehutanan, pertambangan, dari pemerintah pusat ke pemprov. Selain itu pemprov melakukan efisiensi belanja yang belum menjadi prioritas,” paparnya.

Terkait rincian kurang dan lebih bayar dana bagi hasil (DBH), pemprov telah melakukan upaya koordinasi dengan Kemenkeu melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Untuk dilakukan jadwal pemotongan kurang bayar lebih salur dalam waktu tiga tahun.

Sebagai upaya meningkatkan dana perimbangan, telah dilakukan upaya koordinasi dan rekonsiliasi terhadap produksi. Sehingga penerimaan daerah sesuai dengan realisasi penerimaan negara yang dibagihasilkan. “Pemprov juga terus berupaya meningkatan dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) melalui program dana regular, afirmasi dan penugasan,” tambah Rusmadi.

Baca Juga:  Pembangunan Smart City Segera Direalisasikan 

Dalam hal analisis PAD, Rusmadi mengklaim pemprov telah menginput dengan cermat dan optimal sesuai kondisi perekonomian serta memperhatikan peraturan perundangan-undangan yang mengatur. Penurunan PAD, menurut dia, tidak serta merta menjadi cerminan kinerja aparat. Melainkan juga dipengaruhi kondisi ekonomi makro.

Hal ini tidak bisa dihindari karena Kaltim berada dalam mekanisme ekonomi global yang saling berkaitan. “Seperti harga minyak dunia yang bisa berpengaruh pada penerimaan pajak bahan bakar kendaraan bermotor yang merupakan salah satu komponen PAD,” tuturnya.

Rusmadi menyimpulkan, pemandangan-pemandangan umum fraksi secara garis besar mengangkat persoalan-persoalan terkait optimasi pendapatan. Saat ini Kaltim memang mengalami kesulitan terutama untuk dana perimbangan. Bila PAD bisa disiasati dengan melakukan inovasi, dana perimbangan sangat bergantung pada harga migas dan batubara.

“Dari segi belanja terkait pembangunan tahun jamak, memang tidak banyak perubahan untuk tahun 2017. Namun kami optimistis bisa mengalokasikan anggaran secara penuh di tahun 2018. Supaya proyek-proyek itu cepat selesai,” pungkas Rusmadi. (luk)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro Samarindapemprov kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pasca Wafatnya Wagub Mukmin Faisyal, Pemprov Harus Tetap Kuat

Next Post

Kodim Akan Gelar Nobar Film Penghianatan G30S/PKI

Related Posts

Gubernur Kaltim Anggarkan Rp73 Juta untuk Jasa Pembuat Pidato
Kaltim

Gubernur Kaltim Anggarkan Rp73 Juta untuk Jasa Pembuat Pidato

7 Februari 2026, 12:25
Gubernur Kaltim Perpanjang Status KLB Corona
Kaltim

Gubernur Kaltim Perpanjang Status KLB Corona

27 Agustus 2020, 15:30
Investor Tiongkok Lirik Proyek Kereta Api Kaltim
Kaltim

Investor Tiongkok Lirik Proyek Kereta Api Kaltim

22 Juli 2020, 21:00
Beasiswa Prestasi Belum Ada
Kaltim

Beasiswa Kaltim Tuntas Kembali Dibuka, 15 Mei Mulai Pendaftaran

8 Mei 2020, 10:30
Dua Positif Korona di Kaltim Asal Balikpapan dan Kukar
Kaltim

Dua Positif Korona di Kaltim Asal Balikpapan dan Kukar

20 Maret 2020, 06:51
Antisipasi Korona, Pemprov Kaltim Putuskan Pembatasan
Breaking News

Antisipasi Korona, Pemprov Kaltim Putuskan Pembatasan

16 Maret 2020, 18:14

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.