• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Tiga Jam, 54 Truk Batu Bara Lalu-lalang di Tanah Datar; Dirusak Perusahaan, Diperbaiki Negara

by BontangPost
24 April 2021, 16:00
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Salah satu truk pengangkut batu bara yang melintasi jalan di kawasan Tanah Datar.

Salah satu truk pengangkut batu bara yang melintasi jalan di kawasan Tanah Datar.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Benar bahwa jalan di Tanah Datar dan sejauh lajurnya (poros Samarinda-Bontang) akan diperbaiki. Perbaikannya menggunakan uang negara sebesar Rp 283 miliar. Namun, akar permasalahan harus diidentifikasi dan diselesaikan. Sudah umum dugaan penyebab utama hancurnya jalan tersebut adalah aktivitas pertambangan batu bara. Jangan sampai, perbaikan jalan yang dilakukan negara hanya menjadi gelaran karpet merah bagi pengusaha hitam emas-emas hitam.

OLEH: YOGHY IRFAN

SIRINE dua mobil patwal meraung di barisan paling depan. Mobil Lexus dengan plat nomor RI 38 yang ditumpangi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, melaju di belakangnya, diikuti iring-iringan mobil lain. Saat itu Menteri LHK bersama dengan Gubernur Kaltim Isran Noor baru saja menyelesaikan kunjungan kerja dari Kecamatan Muara Badak, Kukar, dan dalam perjalanan mengejar penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda.

Belasan mobil itu melewati permukaan jalan yang masih berlapis tanah di depan Kantor Desa Tanah Datar. Kondisi jalan sedikit basah, karena baru disiram truk tangki dengan air agar tak berdebu. Namun, teriknya matahari siang itu membuat upaya tersebut tidak benar-benar berguna. Banyaknya kendaraan yang bergantian lewat dalam satu waktu, membuat debu melayang dan menghalangi pandangan mata. Tapi, itu masih untung. Pasalnya, jika hujan yang turun, hampir dipastikan kemacetan panjang akan terjadi.

Syahrul, salah seorang warga yang saat itu tengah menambal lubang jalan dengan batu bercampur tanah, ikut menyaksikan iring-iringan kendaraan Menteri LHK dan Gubernur yang lewat. Dia lalu menceritakan kejadian macet panjang di ruas jalan tanah datar beberapa waktu lalu. Saat itu ada dua truk muatan kelapa sawit nyaris terguling karena bannya terperosok ke dalam ruas jalan yang kondisi tanahnya lembek.

Baca Juga:  Menunggu Opsi Lain Jalur Samarinda-Bontang

“Itu sampai sekitar jam 11 malam macet, sampai pagi keesokan harinya ada lagi truk yang membawa barang yang mau rebah juga. Karena itu dari pagi sampai sore terjadi kemacetan panjang. Jadi ada banyak pengguna jalan yang mau mengejar pesawat ke bandara beralih ke jasa ojek yang ada di sekitar sini,” tutur Syahrul.

Truk pengangkut batu bara di Tanah Datar.

DALAM 3 JAM ADA 54 TRUK BATU BARA MELENGGANG

Berbekal citra satelit dari Google Earth yang diambil pada Februari 2019 lalu, terlihat jelas bahwa aktivitas pertambangan batu bara telah mengepung kantor Desa Tanah Datar. Dalam radius tak sampai 1 kilometer atau sekitar 700 meter dari kantor desa, tampak marak aktivitas eksplorasi di kawasan tersebut. Terdapat dua lubang diduga bekas galian tambang yang sudah terisi penuh oleh air. Hal ini tentu membahayakan warga sekitar, karena salah satu lubang tambang hanya berjarak sekitar 200 meter dari permukiman warga.

Kondisi Desa Tanah Datar pada saat ini jauh berbeda jika dibandingkan 11 tahun lalu. Dari citra satelit yang ditangkap pada 2010 lalu, lokasi tersebut masih cukup hijau. Meski saat itu sudah mulai terlihat aktivitas pengupasan permukaan tanah, namun jaraknya masih di atas 500 meter dari badan jalan.

Baca Juga:  Kecelakaan di Jalan Poros Bontang, Wanita Warga Gunung Telihan Meninggal di Lokasi

Aktivitas pengangkutan batu bara yang menggunakan jalan umum, disebut-sebut warga menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan di kawasan tersebut. Tim redaksi Selasar lalu melakukan pemantauan langsung di depan Kantor Desa Tanah Datar, untuk memastikan informasi tersebut.

Pemantauan kami mulai sekitar pukul 07.30 Wita. Saat itu kondisi jalan masih terlihat lengang. Hanya ada beberapa mobil jenis minibus dan pengendara motor yang lalu lalang. Namun, memasuki pukul 08.30 Wita, terlihat beberapa kendaraan truk mulai lalu lalang menggunakan jalan umum di kawasan tersebut.

Agar tidak menarik perhatian saat melintas di jalan umum, biasanya truk-truk pengangkut batu bara menutup muatannya menggunakan terpal. Namun ada ciri khusus yang membedakan antara truk pengangkut batu bara dengan truk pengangkut sembako yang juga kerap melintas. Biasanya dibagian belakang truk akan terlihat sedikit berwarna hitam, hal ini akibat terkena bongkahan batubara saat aktivitas bongkar muat.

Berdasarkan ciri-ciri tadi, dari perhitungan kami total ada 54 truk batu bara yang lewat di jalan tersebut dalam kurun waktu 3 jam. Dari pemantauan kami aktivitas pengangkutan batubara yang paling aktif, justru berasal dari seberang kantor Desa Tanah Datar. Terlihat truk-truk batu bara dari kawasan itu melakukan crossing atau menyeberang di atas jalan umum, untuk menuju ke areal belakang kantor Desa Tanah Datar.

Hasil pemantaun ini pun kami bawa kepada Dinas ESDM Kaltim.

Baca Juga:  Penuhi Kebutuhan Dasar, Pemprov Bangun Rest Area di Jalan Poros Bontang-Samarinda
Citra satelit di kawasan Tanah Datar pada tahun 2010.

ESDM TAK MENYANGKAL

Kepada Selasar, Kepala Bidang (Kabid) Mineral dan Batu Bara (Minerba), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Azwar Busra, tidak menyangkal temuan kami. Dirinya menyebut jalan itu memang biasa digunakan aktivitas pengangkutan batu bara ilegal. Namun ia menyebut adanya aktivitas tersebut tak masuk kewenangannya, karena ESDM hanya berwenang di areal aktivitas pertambangan batu bara saja.

“Kita tidak bisa pungkiri kalau lewat di sana itu baik siang dan malam, banyak truk-truk yang mengangkut batu bara. Namun kalau kita bicara masalah kewenangan, hal itu bukan lagi berada di Dinas ESDM Kaltim, tapi di Dinas Perhubungan,” jelasnya.

Persoalan ini pun ia akui sudah kerap kali disampaikan dalam rapat-rapat koordinasi yang digelar oleh Dinas Perhubungan Kaltim. Dalam rapat-rapat itu juga hadir Dinas PUPR dan Dirlantas Polda Kaltim. “Sehingga sebenarnya tidak perlu kami membuat laporan lagi (ke Dishub) karena dalam rapat tersebut sudah ada kami informasikan semuanya,” terangnya.

Citra satelit di kawasan Tanah Datar pada tahun 2019.

Dari informasi yang ia terima, bahkan ada wacana oleh Dinas Perhubungan Kaltim untuk membangun pos-pos pengawasan di jalan Poros Samarinda-Bontang. Hal ini untuk mengawasi hilir mudik truk tambang batu bara yang menggunakan jalan umum.

“Jadi ketika ketemu truk pengangkut batu bara akan dipastikan sumbernya dari mana dan arah tujuannya mau ke mana. Dari informasi yang kami terima Dinas Perhubungan Provinsi yang akan membangun posko tersebut,” tuturnya. (bersambung, SELASAR.CO)

Source: selasar
Tags: jalan poros bontangtanah datar
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Resep Takjil Biji Salak, Menu Berbuka Puasa yang Praktis

Next Post

Tak Terpengaruh Adendum Larangan Mudik, Kapal Tetap Berangkat Sesuai Jadwal

Related Posts

Begini Kronologi Kecelakaan Beruntun Empat Truk di Jalan Poros Bontang
Bontang

Begini Kronologi Kecelakaan Beruntun Empat Truk di Jalan Poros Bontang

13 Agustus 2026, 10:33
Motor Hilang Kendali di Jalan Poros Bontang–Samarinda, 1 Orang Tewas
Kaltim

Motor Hilang Kendali di Jalan Poros Bontang–Samarinda, 1 Orang Tewas

16 April 2026, 09:00
Polisi Beberkan Kronologi Kecelakaan Maut di Muara Badak yang Tewaskan Tiga Orang
Kaltim

Polisi Beberkan Kronologi Kecelakaan Maut di Muara Badak yang Tewaskan Tiga Orang

14 April 2026, 11:14
Tabrakan Dua Motor di Muara Badak, Tiga Orang Tewas di Tempat
Kaltim

Tabrakan Dua Motor di Muara Badak, Tiga Orang Tewas di Tempat

13 April 2026, 14:25
Pengendara Perempuan Tewas Usai Tabrak Truk Trailer di KM 43 Poros Bontang-Samarinda
Bontang

Pengendara Perempuan Tewas Usai Tabrak Truk Trailer di KM 43 Poros Bontang-Samarinda

25 Maret 2026, 09:38
Kecelakaan Maut di KM 53 Poros Samarinda–Bontang, Pemotor Tewas di Tempat
Kaltim

Kecelakaan Maut di KM 53 Poros Samarinda–Bontang, Pemotor Tewas di Tempat

4 Maret 2026, 18:08

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.