SANGATTA – Sejumlah warga Sangatta mengeluhkan traffic light di beberapa simpang kerap padam. Tak ayal, hal tersebut dapat berpotensi menjadi daerah rawan kecelakaan.
Seperti disampaikan warga yang menetap di Gang Masjid 3 Sangatta Utara, Safaria mengaku, merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti itu, pasalnya ia merasa takut mengendarai roda duanya dalam perjalanan.
“Jalannya jadi semrawut, saya pusing lewatnya, takut nabrak sana-sini. Apalagi di simpang telkom arah Swarga Bara, di sana kan banyak mobil besar, bahaya sekali,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat (28/9).
Tidak hanya itu, ia mengeluhkan penerangan yang ada di kawasan tersebutpun sering padam. Sehingga semakin rawan untuk dilalui oleh wanita 23 tahun itu.
“Daerah situ kadang gelap juga, mana mobil dari tiga arah. Mengerikan untuk perempuan yang lalu lalang,” tuturnya.
Di tempat berbeda, masyarakat yang juga menetap di Sangatta Utara bernama Rina mengeluhkan hal yang sama, terkait tidak jelasnya rambu lalu lintas. Beberapa titik disebutkannya, seperti simpang empat APT Pranoto Sangatta Utara, simpang Karya Etam Yos Sudarso 2 dan kawasan Munthe di Jalan Yos Sudarso 4.
“Saya ragu untuk berjalan, pecah fokus karena sisi kanan, kiri, depan jalan semua. Jadi bingung dan ragu untuk jalan. Apalagi kalau lihat lampunya kuning semua,” tandasnya.
Salah satu warga Sangatta Selatan, Ardiansyah menyebutkan, hal tersebut seharusnya lebih diperhatikan oleh pihak terkait. Mengingat kecelakaan mudah terjadi. Senada dengan warga lain, ia merasa tidak nyaman dengan kondisi yang tak beraturan.
“Pernah saya lihat orang berebut jalan, akhirnya malah tabrakan karena lampu petunjuknya tidak jelas,” keluhnya. (*/la)







