NUNUKAN – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang bakal dilaksanakan pada Senin, (23/4) mendatang terancam dibatalkan. Sebab, proses pengunduhan soal dari pusat tidak dapat dilakukan lantaran jaringan internet mengalami gangguan.
Proktor UNBK SMPN 1 Tulin Onsoi, Khaerul Asnan menjelaskan, seharusnya proses pengunduhan soal untuk UNBK SMP dilakukan sejak Jumat (13/4) lalu. Persiapan pelaksanaan UNBK selama empat hari harus segera dirampugkan. Namun, itu tidak dapat dilakukan lantaran sulitnya koneksi internet di Desa Sanur, Kecamatan Tulin Onsoi sejak beberapa hari terakhir tidak bisa digunakan.
“Harusnya Jumat sudah dilakukan pengunduhan. Tapi sampai sekarang belum. Padahal sudah lewat tiga hari dan tersisa dua hari. khawatirnya jika ini terus terjadi (gangguan), UNBK SMP bisa terganggu,” ujar Khairul kepada Radar Nunukan, Rabu (18/4) lalu.
Menurutnya, selain pengunduhan soal harus secara online. Untuk mendapatkan token pada saat UNBK yang akan dilaksanakan juga harus online. Sedangkan, kondisi yang terjadi jaringan internet tidak bersahabat.
“Ini sisa dua hari. Jika Jumat pekan ini, kondisinya masih seperti ini tidak ada penanganan. Sudah tentu soal tidak bisa diunduh dan kemungkinan UNBK tidak terlaksana,” tegasnya.
Dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, Jayamartom mengaku sedang berada di luar daerah mengikuti diklat PIM II. Sehingga, ia menyarankan untuk berkomunikasi langsung dengan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikbud Nunukan.
“Langsung aja ke kabid. Saya lagi di Samarinda ikut diklat,” ucap mantan Sekretaris Dinas Pehubungan (Dishub) Nunukan ini.
Sementara Kabid Pendidikan Menengah Abdul Aziz saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon tidak ingin berbica banyak. Ia mengaku sedang sibuk. “Mohon maaf kami lagi sibuk,” singkatnya mengakhiri. (akz/nri/jpg)







