SANGATTA – Secara bertahap Pemerintah Kutim melakukan pembayaran utang proyek pembangunan di tahun 2016 lalu. Setidaknya sudah ada utang 150 kontraktor yang telah dibayar pemerintah daerah.
Mereka adalah kontraktor dengan proyek Penunjukan Langsung (PL), atau dengan nilai di bawah Rp 300 juta. Pembayaran tersebut telah menyedot anggaran sekira Rp 40 miliar.
Musyaffa Musa, Kabag Keuangan Pemkab Kutim mengatakan 150 kontraktor yang telah dibayarkan tersebut adalah mereka yang sudah dinyatakan lengkap administrasi. Serta telah mengajukan pencairan sejak awal Januari lalu.
“Mereka yang sudah mengajukan SPK sebenarnya ada 300 lebih. Tapi yang telah melalui proses verifikasi dan validasi baru 150 kontraktor,” ungkapnya ditemui Sangatta Post di ruangan kerjanya belum lama ini.
SPN 150 kontraktor tersebut juga sudah diterbitkan. Selanjutnya mereka melakukan pencairan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Pemkab Kutim. Sebagian besar di antaranya bahkan sudah mencairkan.
“Sekarang, semua yang berkaitan dengan pencairan di BPKA Kutim. Tapi kalau itu surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) masih di Sekretariat Kabupaten (Setkab). Begitupun dengan administrasi keuangan,” tuturnya.
Seluruh proyek PL hingga lelang diupayakan bisa terbayarkan pada triwulan kedua tahun ini. Tapi dengan catatan anggaran tersebut benar-benar tersedia sebagaimana yang dikehendaki Bupati Kutim Ismunandar.
“Insya Allah, kalau proyel PL di triwulan satu ini akan terbayarkan semua. Karena tingga proses verifikasi dan validasi berkas yang sudah diajukan para kontraktor,” ujarnya.
Untuk diketahui, akibat pemotongan dana bagi hasil (DBH) oleh pemerintah pusat, APBD Kutim 2016 mengalami defisit sebesar Rp 1,4 triliun. Akibatnya, Pemkab Kutim menungak utang proyek kepada ratusan kontraktor. Nilainya bahkan mencapai sekira Rp 600 juta.
Sesuai komitmen Pemkab Kutim, dalam hal ini Bupati Ismunandar. Seluruh utang proyek pemerintah diupayakan bisa terbayar semua di tahun 2017 ini. Pembayaran akan dilakukan bertahap, dimulai dari proyek PL hingga dengan proyek lelang. (drh)







