• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Pasrah Hadapi Tuntutan Korupsi 

by BontangPost
3 Februari 2018, 11:06
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi(Net)

Ilustrasi(Net)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Dugaan korupsi yang dilakukan terdakwa BJ, tampaknya akan mendekamkan dia dalam penjara cukup lama. Sebab, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Aulia menyatakan terdakwa terbukti melakukan korupsi. Itu berdasarkan keterangan saksi dan pengakuan terdakwa dalam sidang.

Perbuatan terdakwa sesuai dengan dakwaan primer Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999, yang telah diubah jadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Maka itu, JPU menuntut agar majelis hakim tindak pidana korupsi (tipikor) Samarinda yang dipimpin Maskur menghukum terdakwa BJ dengan hukuman delapan tahun penjara, denda Rp 200 juta, serta membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 4,3 miliar subsider empat tahun kurungan. Atas tuntutan itu, BJ diberikan kesempatan untuk melakukan pembelaan, sebelum majelis hakim memberikan putusan.

Baca Juga:  Ratusan Warga Laksanakan Salat Id Lebih Dulu 

Seperti diketahui, BJ adalah kepala seksi produksi perlindungan tanaman pangan bidang pertanian dinas pertanian Kutim pada 2014. Saat itu dia ditunjuk sebagai pejabat pelaksana terknis kegiatan (PPTK) percetakan sawah, dengan nilai proyek Rp 11 miliar lebih dengan harapan bisa tercetak 1.000 hektare sawah. Dari nilai proyek sebesar itu, terdapat kerugian senilai Rp 4,3 miliar.

Kerugian ini menurut pengakuan terdakwa, karena  saat itu musim kemarau. Sebab itu, sebagian dana proyek itu diberikan ke petani dalam bentuk bantuan barang yang tidak ada dalam program. Seperti pembelian pompa dan lainnya, untuk digunakan petani mengairi sawah agar padi tidak kering.

“Barang itu ada, karena tidak masuk dalam program, tetap itu dihitung sebagai kerugian,” jelas BJ.

Baca Juga:  Prioritaskan Pelatihan TK2D Senior

BJ telah ditahan dalam kasus ini sejak 3 Agustus 2017. Penahanan dilakukan saat penyidikan hingga masuk penuntutan. Penahanan dilakukan  dengan alasan agar  tersangka tidak menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri dan tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu, berdasarkan audit BPKP Kaltim, ada kerugian Rp 4,3 miliar lebih. Namun selama ini, BJ, tidak pernah beritikad baik mengembalikan atau menyicil kerugian negara yang disebabkannya.

Kasus tersebut mulai terkuak atas laporan  puluhan kelompok tani, yang seharusnya mendapatkan sawah dari proyek pada 2014, namun tidak sesuai harapan.

Padahal, diakui,  tujuan penyelidikan dugaan korupsi, bukan semata untuk menghukum orang, tapi bagaimana memulihkan kerugian negara. Namun dalam kasus ini, tidak ada pengembalian dana.

Baca Juga:  Lindungi Kesetaraan, Usul Perda HAM 

Sementara, dalam kasus ini belum ada barang harta milik BJ yang disita sebagai bukti hasil korupsi. Sementara mobil, rumah, dan warisan mulik BJ sudah ada sebelum kasus ini terjadi. Lantaran berstatus bukan harta hasil korupsi, maka tidak disita. (hd)

Tags: Korupsi Cetak SawahSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Panitia Minta 973 Unit Mobil, Wabup: Yang Disanggupi Cuma 400 

Next Post

Nelayan Bontang Tak Gunakan Cantrang

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.