• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Waduh… Kaltim Telat Ketok APBD 2017

by M Zulfikar Akbar
3 Januari 2017, 11:35
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
ilustrasi

ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Belanja Daerah Dipastikan Terlambat bersama 7 Provinsi Lain

JAKARTA – Menghilangkan total keterlambatan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sesuai jadwal, tampaknya, masih mimpi. Terbukti, saat tahun anggaran 2017 sudah masuk per 1 Januari, masih ada delapan provinsi yang belum mengetok APBD 2017-nya.
Salah satunya Kaltim.

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (UU Pemda), APBD semestinya diketok sebelum tahun anggaran dimulai. Itu artinya, APBD 2017 seharusnya sudah selesai disahkan selambat-lambatnya pada 31 Desember 2016. Bahkan, pada pasal 312 ayat 1 UU tersebut, kepala daerah dan DPRD sebenarnya diwajibkan untuk menyetujui bersama RAPBD paling lambat satu bulan sebelum dimulainya tahun anggaran setiap tahun.

Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Reydonnyzar Moenek mengatakan, delapan daerah tersebut sudah mendapat teguran dari pemerintah pusat. ”Kami minta untuk melakukan langkah-langkah penyelesaian terkait RAPBD dimaksud,” ujarnya kemarin (2/1). Delapan provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Bengkulu, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Baca Juga:  Realisasi Investasi Kaltim Capai Rp 28,2 Triliun 

Di level pemerintah kabupaten/kota, keterlambatan pengesahan APBD juga terjadi. Hanya, pemerintah pusat belum selesai melakukan rekapitulasi. Keterlambatan itu mengulang kecenderungan yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Contohnya, tahun lalu jumlah keterlambatan di level kabupaten/kota cukup banyak. Yakni, 82 di antara total 514 kabupaten/kota.

Doni –sapaan akrab Reydonnyzar– menjelaskan bahwa keterlambatan pengesahan APBD sering disebabkan belum selesainya penyesuaian implementasi Peraturan Pemerintah (PP) 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Selain itu, terjadi tarik-menarik antara kepala daerah dan DPRD terkait dengan pos-pos belanja tertentu.

Namun, Doni memastikan, pihaknya memantau terus dinamika di delapan daerah tersebut. ”Contoh yang kita fasilitasi adalah Maluku Utara. Mereka menjadwalkan pengesahan di atas 15 Januari. Kami tidak toleransi, harus ada masukan setidaknya 7 Januari,” tuturnya.

Baca Juga:  Kaltim Dapat Tambahan 248 Kursi Kuota Haji

Dalam UU Pemda, sebetulnya ada norma yang menyangkut pemberian sanksi bagi kepala daerah dan DPRD yang terlambat menyelesaikan pengesahan APBD sesuai ketentuan. Hanya, peraturan teknis mengenai sanksi tersebut masih digodok pemerintah pusat. Jika sudah disahkan, kepala daerah bisa kehilangan gaji dan tunjangannya selama enam bulan kalau terbukti lalai mengesahkan APBD.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng menjelaskan, keterlambatan pengesahan bisa membawa banyak kerugian. Baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat secara umum. Sebab, dengan terlambatnya pengesahan, otomatis waktu penggunaannya pun molor. Bagi masyarakat sendiri, itu berarti layanan publik berpotensi terganggu. ”Anggaran itu, durasi belanjanya akan terpotong,” ujarnya saat dihubungi.

Baca Juga:  Otda di Kaltim Dinilai Sukses

Dampak lain adalah adanya upaya penghabisan anggaran pada akhir tahun secara jor-joran. Itu terpaksa dilakukan karena pada awal tahun belum bisa dibelanjakan. ’’Jadi, akan ada inefisiensi juga,” imbuhnya.

Untuk itu, ke depan Endi berharap pemerintah pusat bisa lebih mendisiplinkan daerah terkait dengan pengesahan APBD. Selain agar penggunaan bisa lebih efisien, hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan terbaik bisa terwujud. (far/c7/fat)

Tags: apbd 2017kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Belum Ada Solusi untuk RSI , Pegawai Hanya Beri Pertolongan Pertama

Next Post

Per Januari, Tiap 2 Bulan, Tarif Listrik 900 Va Naik

Related Posts

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta
Kaltim

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta

24 Desember 2025, 12:08
Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar
Kaltim

Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar

11 Oktober 2025, 08:00
Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU
Bontang

Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU

13 Maret 2024, 10:00
Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi
Bontang

Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi

1 Agustus 2023, 20:51
Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB
Kaltim

Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB

17 September 2022, 19:00
Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim
Kaltim

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim

19 Mei 2022, 16:55

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.