• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Wardah Tahan Goda

by BontangPost
22 November 2018, 06:00
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

 

Masuknya anak-anak muda ke  Wardah seperti bara yang disiram bensin.

 

Baranya sudah menganga. Siap menyala. Begitu ditumpahi bensin tahulah hasilnya.

 

Bu Nurhayati bukan tipe orang tua lama: yang tidak mudah percaya pada anaknya. Yang menganggap anak dewasanya pun masih anak-anak. Yang perlu terus disusuinya.

 

Bu Nurhayati sebaliknya. Sedoktrin dengan saya.

Percaya pada anak muda. Toh anaknya sendiri.

 

Di tangan anak-anak muda itulah Wardah berubah.

Desain produknya diganti. Lebih modern. Lebih masa kini.

Penampilan modelnya diganti. Artis yang cantik. Saat itu. Berhijab tapi trendy.

Rasanya Wardah lah yang memulai: justru memilih model yang berhijab.

 

Tulisan Arab ‘wardah’ nya dihapus.

 

Tahun 2009 adalah tahun melejitnya Wardah.

Baca Juga:  Cerita Tentang US Highway

Saat ekonomi masih sulit. Dampak krisis moneter setahun sebelumnya.

Wardah justru tumbuh pesat.

Sejak itu pertumbuhannya tidak bisa dikendalikan.

“Kami sering tumbuh di atas 100 persen,” ujar bu Nurhayati. “Beberapa kali tumbuh 400 persen,” katanya.

 

Bagaimana tahun ini?

Ketika banyak pengusaha mengatakan ekonomi lagi lesu? “Wardah masih tumbuh 40 persen,” ujar Bu Nurhayati.

 

Semua itu tentu menarik perhatian. Termasuk perhatian para pengusaha kosmetik. Pun pemain kosmetik multi-nation al.

 

Banyak sekali perusahaan asing yang mendekati Wardah. Ingin mengakuisisinya.

Begitulah perusahaan multinasional. Ingin terus berkembang. Dengan cepat. Agar harga saham mereka naik dan naik. Di pasar modal.

 

Bu Nurhayati tidak mau melepas usahanya. Tidak mau seperti Wella. Tempat kerjanya dulu. Yang akhirnya dibeli asing. Dan nama Wella tenggelam. Atau ditenggelamkan.

Baca Juga:  Rekor 8 Menit

 

Padahal, kalau mau kaya raya, jalan pintasnya sudah tersedia.

 

Tapi bu Nurhayati ingat 11.000 karyawannya. Yang sudah dia anggap sebagai keluarga.

Tapi begitulah perusahaan multi-nasional. Selalu mengincar siapa saja. Di seluruh dunia.

 

Apalagi mereka yang posisi pasarnya lagi terancam. Oleh produk domestik. Seperti Wardah.

 

Pertama: mereka berusaha menyainginya. Dengan segala cara.

 

Kedua: membelinya. Mengambil alihnya. Kalau langkah pertama itu gagal.

 

Ketiga: membunuhnya. Kalau perlu – – pinjam syair lagu– dengan cintanya.

 

Wardah ingin hidup dan berkembang sendiri. Ingin jadi tuan di rumah sendiri.

Kini sudah banyak item yang Wardah nomor satunya. Mengalahkan produk luar negeri. Yang membuat merk-merk asing kian grogi.

Baca Juga:  Menunggu Putusan Sabrina

 

Tapi bu Nurhayati realistis. Sebesar-besar Wardah masih tetap kecil. Dibanding mereka. Dibanding pasar kosmetik keseluruhannya.”Kalau pun kami sudah yang terbesar tapi masih di bidang kosmetik dekoratif. Yang hanya  10 persen dari pasar kosmetik secara keseluruhan,” katanya.

 

Wardah pun ingin meluaskan ke ‘yang keseluruhan’ itu. Agar tidak hanya di bidang kosmetik dekoratif.

 

Wardah ingin mencicipi juga pasar besar itu. Yang nilai  keseluruhannya mencapai Rp 60 triliun itu. “Kami mulai memproduksi sampo,” ujar bu Nurhayati. “Ternyata memang tidak mudah. Masuk ke pasar mereka.” katanya.

 

Di medan perang yang lebih besar kini Wardah tahu: lebih sulit. Sambil terus berharap ini:  pertolongan Tuhan yang lebih banyak. (Dahlan Iskan / Habis)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dahlan iskan
Share2TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dua Bulan, 22 Kasus DBD

Next Post

ASN Harus Jadi Contoh bagi Masyarakat 

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.