BONTANGPOST.ID, Bontang – Distribusi air Perumda Air Minum Tirta Taman kembali dikeluhkan warga di sejumlah wilayah. Gangguan yang dirasakan berbeda, mulai dari aliran air yang sangat kecil hingga air yang mengalir deras tetapi dalam kondisi keruh.
Di RT 41 Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, gangguan aliran air disebut telah berlangsung sekitar sepekan. Air tidak mengalir pada pagi hari, sedangkan pada malam hari hanya keluar dengan tekanan kecil.
Kondisi itu membuat air tidak mampu mengisi tandon maupun bak mandi. Warga terpaksa menampung air menggunakan ember dari keran depan rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketua RT 41, Jayadi, mengatakan kondisi tersebut dirasakan hampir setiap hari oleh warga. Pengaduan juga telah disampaikan kepada Perumdam Tirta Taman.
“Kalau di rumah saya ngalirnya di keran depan saja kalau malam. Jadi ember saya tampung, baru saya bawa ke dalam,” ungkapnya saat ditemui, Sabtu (12/9/2026).
Perumda Tirta Taman sempat mengirimkan satu mobil tangki pada Kamis (10/9/2026). Namun, air tersebut hanya dapat dibagikan kepada sekitar empat hingga lima rumah.
Sementara itu, sekitar 80 kepala keluarga (KK) di RT 41 terdampak kondisi tersebut. Jayadi menyebut pelanggan juga diminta menyampaikan pengaduan secara masing-masing berdasarkan nomor meteran air.
Menurutnya, warga memahami kondisi kemarau dapat memengaruhi distribusi air. Namun, gangguan yang terjadi kali ini dinilai lebih lama dibandingkan biasanya.
“Kami paham ini kemarau, tapi distribusinya yang mati tidak selama ini. Warga juga ngeluh,” katanya.
Keluhan berbeda disampaikan warga Jalan Mulawarman, Kelurahan Bontang Baru. Di wilayah tersebut, air justru mengalir dengan deras, tetapi kondisinya keruh.
Andi, warga setempat, mengatakan air keruh mulai dirasakan sejak Jumat (11/9/2026). Kondisi tersebut menjadi persoalan bagi warga meski tekanan aliran air cukup deras.
“Deras sih, tapi ya ini airnya keruh parah,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Taman Kota Bontang Suramin mengatakan pihaknya akan mengecek kondisi di lapangan untuk mengetahui penyebab gangguan distribusi yang dialami warga.
“Baik, kami akan segera cek anggota lapangan untuk meninjau,” pungkasnya. (*)





