• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

WASPADA!!! Merenggut Tiga Nyawa, Kusta Harus Segera Diobati 

by BontangPost
21 April 2018, 11:05
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
KERAP DISEPELEKAN: Petugas kesehatan sedang mendata penderita kusta dengan kecacatan ditangan.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

KERAP DISEPELEKAN: Petugas kesehatan sedang mendata penderita kusta dengan kecacatan ditangan.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim mencatat 33 kasus baru kusta sepanjang tahun 2017. Bahkan ada tiga penderita yang meninggal karena penyakit tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes, Yuwana Sri Kurniawati mengatakan pihaknya terus lakukan upaya sosialisasi pada masyarakat agar mengetahui penyakit kusta.

“Kita akan edukasi masyarakat. Nanti kita carikan leaflet yang sederhana untuk sosialisasi. Biasanya memberikan informasi tentang penyakit tersebut dan pengobatannya yang gratis,” ujarnya saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ditemui di Kantor Dinkes, Pengelola Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Misdian mejelaskan pada 2017 ditemukan sebanyak 33 kasus kusta.
“Kusta sebetulnya penyakit yang sudah ada sejak lama. Bahkan penyakit yang berasal dari India dan Afrika ini merupakan penyakit tertua. Yang bermula ditularkan dari hewan armadilo dan simpanse. Hingga di Kutim sendiri setiap tahunnya selalu saja ditemui kasus baru,” jelasnya.

Baca Juga:  Benarkah Berbokong Besar Lebih Sehat?

Menurutnya kusta terbagi atas dua tipe, yakni kusta PB (kering) dan MB (basah). Dengan metode pengobatan berbeda dan cukup lama. Terhitung mulai enam bulan dengan waktu tersingkat hingga satu tahun.

“Jika kusta kering yang pengobatannya enam bulan, memiliki ciri dengan bercak putih dan merah. Jika disentuh mati rasa, bahkan tidak gatal dan tidak ditumbuhi bulu. Bercaknya sedikit, hanya satu sampai lima saja. Berbeda dengan kusta basah, yang memiliki bercak lebih dari lima, lembab dan masa perawatannya lebih lama, sekira satu tahun lamanya,” terangnya.

Penyakit menular tersebut dapat berbahaya jika tidak diobati. Pasalnya kuman ‘mycobacterium lefra’ mampu merubah kondisi fisik menjadi cacat. “Menurut pengalaman, pasien yang sudah saya temui, biasanya mereka berasal dari keluarga bertaraf hidup rendah. Usia termuda pengidap kusta di Kutim mulai dari sembilan tahun bahkan hingga lansia. Bisa saja disebabkan dari faktor daya tahan tubuh lemah dan kondisi kesehatan yang tidak stabil, menjadi penyebab cacat yang tidak bisa disembuhkan hingga mengancam kematian. Bahkan 2017 lalu, ada tiga pasien yang meninggal,” katanya.

Baca Juga:  Tiga Kampung Percontohan Diresmikan Bupati 

Indikasi penularan belum diketahui secara pasti oleh pihaknya.
Namun dirinya mengatakan kusta dapat ditularkan melalui kotoran hidung. Adapun orang yang beresiko tertular adalah keluarga atau orang terdekat. Dia mengimbau, jika memang bertemu dengan pasien kusta segera diajak berobat. Karena kuman akan rusak hanya dengan mengonsumsi obat dari pelayanan kesehatan,” imbaunya.

Dia berharap dapat membangun kerjasama lebih instens dengan puskesmas. Yang bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan mampu mengedukasi masyarakat Kutim.
“Saya berharap dapat bekerja sama lagi dengan teman-teman di puskesmas untuk berikan sosialisasi pada masyarakat supaya terhindar dari kusta. Kemudian pada masyarakat sendiri, jangan menganggap sepele pada panu, harus segera periksa,” terangnya. (*/la)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kesehatanPenyakit KustaSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

INGAT!!! Batas Pelunasan Haji 4 Mei 

Next Post

Perempuan dan Diskriminasi

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Awang Long Masih Tergenang, Dinas PUPRK Bontang Akui Drainase Belum Optimal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.