SAMARINDA – Beberapa partai politik (parpol) bersiap melakukan penjaringan bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub). Namun tidak demikian dengan Gerindra. Peraih enam kursi di DPRD Kaltim itu masih percaya diri (pede) mengusung jagoannya sendiri, Yusran Aspar.
Sekretaris Gerindra Kaltim, Sutrisno Toha mengatakan, hingga saat ini, belum ada pembicaraan terkait penjaringan di internal parpol bentukan Prabowo Subianto itu. Nama Yusran yang juga menjabat sebagai ketua Gerindra Kaltim masih jadi kandidat tunggal.
“Belum ada pikiran membuka penjaringan atau apapun. Malahan saya pribadi baru dengar PKB dan PPP akan membuka pendaftaran cagub-cawagub. Mungkin nanti Gerindra akan membuka penjaringan serupa, tapi kalau sekarang belum ada,” kata Sutrisno, Minggu (12/3).
Gerindra, kata dia, juga menyadari, enam kursi di parlemen menjadi salah satu pertimbangan belum dibukanya penjaringan. Justru pihaknya terlebih dahulu menjalin komunikasi politik lintas parpol untuk berkoalisi di Pilgub Kaltim 2018 mendatang.
“Kan sesuai aturannya, kami masih kurang lima kursi. Makanya sekarang ini pertimbangan kami, menjalin komunikasi itu dulu lah. Tapi kalau ada proses penjaringan, dari mekanisme partai, itu nanti ada,” ujarnya lagi.
Terkait Yusran yang masuk dalam bidikan calon Golkar, Rita Widyasari untuk dijadikan pendamping, Sutrisno mengaku berterima kasih. Namun karena belum pasti, sampai saat ini juga Gerindra masih mempublikasikan Yusran yang juga Bupati Penajam Paser Utara (PPU) itu sebagai cagub yang diusung Gerindra.
“Kalau komunikasi informal dengan teman-teman Golkar, mungkin ada. Tapi itu kan informal, ya artinya belum resmi. Makanya sampai sekarang pun kami masih satu kata, Pak Yusran yang diusung Gerindra,” tandasnya.
Sebagai informasi, tiga parpol segera membuka penjaringan cagub-cawagub. Ketiganya adalah Golkar yang hanya mencari wakil, kemudian PKB yang membuka penjaringan 20 Maret, serta PPP yang membuka akhir Maret. (hai/kpg/gun)







