• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

10 Bidan di RSUD ‘Nganggur’

by BontangPost
2 November 2017, 11:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
OVER SDM: Bidan di RSUD Kudungga sedang menangani pasien. (DOK)

OVER SDM: Bidan di RSUD Kudungga sedang menangani pasien. (DOK)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Setiap harinya, 10 dari total 40 bidan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga, terpaksa ‘menganggur’ alias tak memiliki tugas. Karena menumpuknya jumlah tenaga kesehatan di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Sementara jumlah pelayanan yang dimiliki baru satu ruang tindakan.

“Saat ini kami memang lagi kelebihan tenaga bidan. Sekarang jumlahnya sudah 40 orang, sedangkan unit pelayanan hanya ada satu,” ucap Direktur Utama RSUD Kudungga Anik Istiyandari.

Akibat kelebihan tenaga bidan tersebut, kata dia, terpaksa sebagian dialihkan untuk mengisi tenaga administrasi. Namun, tidak semuanya dapat tertampung pada bidang tersebut.

“Nah yang tidak tertampung ini ada sekitar 10 orang. Jadi setiap hari mereka tidak punya kerjaan,” sebutnya.

Berbeda dengan bidan, lanjut Anik, untuk tenaga perawat, pihaknya justru masih sangat kekurangan. Bahkan untuk mengisi bagian Unit Gawat Darurat (UGD). Oleh karena itu, dirinya berharap agar pemerintah, khususnya melalui Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kutim dapat segera mencarikan kekurangan tenaga tersebut. Sehingga, pelayanan kesehatan ke masyarakat bisa lebih dimaksimalkan lagi.

Baca Juga:  Kebangkitan Pariwisata Kutim 

“Kami sudah mengajukan permintaan ke BKPP untuk kekurangan tenaga perawat ini. Tapi, setiap ada penerimaan yang dikirim selalu tenaga bidan. Akhirnya, jumlahnya sekarang justru berlebih,” tutur Anik.

Seperti diketahui, selain tenaga perawat, RSUD Kudungga juga sempat kekurangan tenaga dokter umum. Sebab, jika merujuk standar, minimal jumlah dokter umum yang dimiliki 12 orang. Namun, yang ada saat itu justru hanya 6 orang. Akibat kekurangan tersebut, dikhawatirkan dapat berdampak pada pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

Masalah kurangnya tenaga dokter umum RSUD Kudungga Sangatta diduga karena rendahnya gaji yang diberikan bagi dokter yang berstatus TK2D (Tenaga Kontrak Kerja Daerah). Namun, setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, melakukan peningkatan gaji khusus bagi dokter TK2D, jumlahnya kini pun tercukupi.

Baca Juga:  Setahun Berlalu, Bekas Operasi Sering Berdarah 

SULIT CARI PERAWAT PROFESIONAL DAN TERLATIH

KEPALA Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kutai Timur (Kutim) Zainuddin Aspan membantah, jika selama ini pihaknya tidak berupaya mencarikan tenaga yang dibutuhkan RSUD Kudungga. Hanya saja, untuk mendapatkan tenaga perawat yang siap pakai atau profesional dan terlatih bukan hal yang mudah. Karena, rata-rata yang mendaftar saat dilakukan penerimaan adalah lulusan baru dari sekolah keperawatan.

“Permintaan Dirut RSUD itu terlalu istimewa. Karena tidak mudah cari tenaga perawat yang siap pakai. Yang banyak itu lulusan baru. Itu pun ditolak oleh direksi RSUD,” ucap Zainuddin.

Dia mengatakan, kebanyakan perawat yang sudah berpengalaman lebih memilih mengabdi pada Puskesmas di kecamatan dari pada di RSUD Kudunggu. Alasannya, mungkin dikarenakan ingin mengabdi lebih dekat dengan masyarakat.

Baca Juga:  Kasmidi Lepas Kontingen KTNA

“Nah itu dia. Sangat jarang perawat yang sudah profesional mau mengabdi di kota. Lebih banyak yang di pedalaman,” ujarnya.

Disinggung terkait penambahan tenaga bidan di RSUD Kudungga yang akhirnya membuat over, Zainuddin mengakui, sebelumnya semua sudah dilakukan sesuai persetujuan direksi. Karena, BKPP tidak pernah secara sepihak menempatkan tenaga tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu dari instansi atau lembaga yang membutuhkan tenaga.

“Jadi semua sudah sesuai dan persetujuan direksi. Kalau pun memang dirasa berlebih, ajukan surat ke kami. Baru nanti kami limpahkan ke tempat yang kekurangan bidan,” kata Zainuddin. (aj)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: pemkab kutimpengangguranSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

DPD KNPI Gelar Pekan Pemuda

Next Post

Bayar Rp 5 Juta, Jadi TK2D

Related Posts

Pemkab Kutim Anggarkan Rp 261 Juta untuk Tisu Toilet, Bupati; Saya Tidak Paham
Kaltim

Pemkab Kutim Anggarkan Rp 261 Juta untuk Tisu Toilet, Bupati; Saya Tidak Paham

8 Desember 2025, 19:06
Disnaker Bontang Kebut Finalisasi Pendataan Pencaker dan Kebutuhan Tenaga Kerja 2026
Bontang

Disnaker Bontang Kebut Finalisasi Pendataan Pencaker dan Kebutuhan Tenaga Kerja 2026

29 November 2025, 18:07
WOW!!! Pengangguran Bejibun di Ibu Kota 
Bontang

Awas Bahaya Kenaikan Tarif PPN Jadi 12 Persen Picu Gelombang PHK di Berbagai Sektor Usaha di Kaltim

24 November 2024, 16:25
Pengangguran di Bontang Mengkhawatirkan, Basri Sebut Peran Perusahaan Industri Belum Optimal
Bontang

Pengangguran di Bontang Mengkhawatirkan, Basri Sebut Peran Perusahaan Industri Belum Optimal

25 September 2023, 15:00
Ada 7.742 Pengangguran di Bontang, Masih Tertinggi di Kaltim
Bontang

Ada 7.742 Pengangguran di Bontang, Masih Tertinggi di Kaltim

21 Februari 2023, 09:40
Pengangguran di Kaltim Capai 129 Ribu Orang
Bontang

Pengangguran di Kaltim Capai 129 Ribu Orang

17 Mei 2022, 17:30

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.