• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Wardah Ibni Putri

by BontangPost
25 November 2018, 06:00
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
DAHLAN ISKAN

DAHLAN ISKAN

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

“Terbalik pak Dahlan,” ujar Bu Nurhayati saat kirim pesan pendek melalui Whatsapp ke saya.

Saya sendiri belum buka disway sepagi itu.

“Yang lebih kreatif itu yang kuliah di elektro. Yang lebih disiplin itu yang kuliah di kimia,” kata pemilik perusahaan kosmetik Wardah itu.

Saya termakan logika. Yang diucapkan pertama ternyata tidak harus yang sulung. Maka menjadi tidak relevan lagi mempertanyakan ini: hubungan jurusan dengan kreativitas.

Lalu kenapa anak laki Bu Nurhayati yang kuliah di kimia ITB itu lebih disiplin? Sehingga manajemennya lebih baik?

“Dia seperti bapaknya,” kata Bu Nurhayati. “Suami saya orangnya seperti itu,” tambahnya.

Lalu kenapa yang kuliah di elektro ITB itu dinilai lebih kreatif? Lalu lebih berhasil? Dan ketika diserahi tanggungjawab bidang marketing Wardah di Indonesia barat lebih berhasil?

“Ia seperti ibunya,” kata Bu Nurhayati. Saya pun ikut tersenyum.

Ada koreksi lainnya: ternyata merk Putri  masih dipertahankan. Bukan diganti Wardah.

Baca Juga:  Fan Bingbin

Ini juga agak tidak biasa. Untuk apa mempertahankan merk Putri? Yang setelah ada Wardah seperti tidak berarti?

“Karena belum ada yang ngurus saja pak,” katanya.

“Kalau sudah ditemukan SDM yang tepat akan bisa besar,” kata Bu Nurhayati.

Wow!

Biasanya pengusaha memang tidak sepenuhnya rasional. Suka mempertahankan merk lama sebagai kenangan. Atau jimat. Atau romantisme: sekecil apa pun Putri. Tidak akan ada Wardah kalau tidak dimulai dari Putri

Tapi Putri ternyata masih tetap akan jadi andalan. Akan dikembangkan lagi.

Itulah kreasi pertama Bu Nurhayati. Yang hanya dimaksudkan untuk memasok salon-salon kecantikan. Seperti Wella. Tempat pertamanya bekerja dulu.

Lalu Putri sempat agak berkembang. Setelah memproduksi obat keriting rambut. Dan creambath. Yang hanya dipasarkan ke salon.

Tapi bisa juga ‘kasus mempertahankan Putri’ seperti itu dimaksudkan sebagai payung cadangan. Kalau ada apa-apa dengan Wardah. Masih ada Putri.

Tapi yang seperti itu biasanya hanya baik kalau Putri berada di perseroan terbatas (PT) yang terpisah.”Apakah seperti itu?” tanya saya.

Baca Juga:  Menusuk Rindu

Ternyata juga tidak. “PT nya masih jadi satu dengan Wardah,” jawab Bu Nurhayati.

Pantas Putri seperti anak tiri. Kata saya dalam hati. Saya pun yakin ini: kalau suatu saat Putri ikut maju pastilah saat itu sudah menjadi satu PT tersendiri. Punya direksi sendiri

Saya senang Bu Nurhayati kirim pesan yang lain lagi. Masih punya mimpi berikutnya: menciptakan 1.000 pengusaha baru. Melalui Wardah. Segera. Dalam lima tahun ke depan.

Lalu ada perkembangan baru. Lahirnya UU halal.

Wardah akan diuntungkan lagi. Dengan lahirnya UU itu. Akan banyak kosmetik asing yang datang ke Wardah. Untuk memproduksikan bahan kosmetik halal mereka.

“Kalau yang begitu saya akan terima,” ujar Bu Nurhayati. Merk asing menyerahkan resepnya. Pabrik Wardah yang membuatkannya.

Dengan demikian Wardah membantu mereka dengan produk halal. Juga mendapat bisnis.

Baca Juga:  Terbawa Film Turki

Setiap kali tulisan tentang Wardah terbit di disway Bu Nurhayati memang chatt ke saya. Sebelum matahari terbit.

Semula, saya kira, beliau belum tahu disway.

“Sering viral kok”, ujar beliau. “Terakhir tentang profesor bersandar jepit itu,” tambahnya. “Yang menemukan inkubator gratis itu.”

Tentang Wardah ini pun, katanya, viralnya bukan main. “Saya sudah merasa kalau Pak Dahlan mau menulis. Kok sampai tanya soal sandal,” ujar Bu Nurhayati. “Pak Dahlan itu kalau lihat orang dari atas sampai sandal,” tulisnya dalam whatsapp.

“Suami saya juga penggemar disway,” katanya.

Saya memang tidak mengatakan akan menulis. Saat banyak bertanya itu. Juga tidak memberi info setelah itu.

Itu sebenarnya salah. Saat wawancara wartawan harus mengatakan bahwa ia/dia adalah wartawan.

Saya lupa apakah Bu Nurhayati tahu/tidak kalau saya wartawan. Saya merasa ia tahu. Kalau ternyata tidak, saya minta maaf.

Saya sendiri juga bingung: saya ini masih wartawan atau bukan. (dahlan iskan)

Tags: dahlan iskan
Share3TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Petani Karet Tewas Gantung Diri

Next Post

Pembangunan Masjid Al Anshor Dilanjutkan

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.