bontangpost.id – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM) memastikan jumlah penerima bantuan langsung tunai (BLT). Imbas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dissos PM Ariyanto mengatakan, 9.970 kepala keluarga (KK) merupakan angka penerima BLT Covid-19 sebelumnya. Dari angka itu susut menjadi 7.516 calon penerima.
“Karena ada yang berstatus TNI, Polri, dan karyawan BUMN,” kata Ariyanto.
Angka ini merupakan hasil validasi yang dilakukan di tingkat RT dan kelurahan. Kemudian ditetapkan melalui musyawarah kelurahan, pekan lalu. Saat ini, Dissos-PM menyodorkan ke bagian hukum Setkot untuk penyusunan draf surat keputusan. Termasuk penerbitan surat keputusan nama per nama calon penerima bantalan sosial.
“Jadi, nanti nama calon penerima tertuang di SK. By name by address,” ucapnya.
“Total tiap penerima mendapatkan Rp 450 ribu,” tutur dia.
Skemanya ialah langsung ke kelurahan. Mengingat hingga kini Dissos-PM belum menerima jawaban dari salah satu bank. Sehubungan opsi awal, yakni pemberian bantuan berupa nontunai. Ia mengakui ada beberapa syarat yang diberikan. Mulai dari pembebasan biaya pembukaan rekening, pembebasan biaya meterai, dan ketentuan tidak ada saldo minimal.
Dissos-PM pun telah membentuk tim dan koordinator penyaluran BLT BBM daerah tingkat kota dan 15 kelurahan. Kelurahan Loktuan merupakan jumlah calon penerima terbanyak dengan 972 kepala keluarga. Disusul oleh Tanjung Laut Indah dan Berebas Tengah di urutan berikutnya. Terkecil ialah Satimpo dengan 81 calon penerima.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Agus Haris meminta agar penyaluran bisa dilakukan dalam waktu cepat. “Karena masyarakat sudah membutuhkan untuk kebutuhan rumah tangga mereka,” kata wakil rakyat yang akrab disapa AH ini.
Mengenai skema pendistribusian, itu menjadi hal teknis. Pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM) bisa mempertimbangkan opsi terbaik. Baik itu melalui nontunai maupun penyaluran langsung di tiap kelurahan.
“Semua skema pasti ada sisi positif dan negatifnya. Ambil yang paling banyak positifnya,” pungkasnya. (ak/rdh/k15)







