bontangpost.id – Meski dengan berat hati, Ambo akhirnya merelakan buaya Riska yang berukuran 4,4 meter dievakuasi oleh BKSDA Kaltim pada Selasa (3/10/2023) sekira pukul 04.00 dini hari.
Saat dijumpai, Ambo mengatakan bahwa terakhir ia bertemu Riska pada 30 September lalu. Tepatnya saat memberikan makan malam di muara sungai.
“Sebenarnya belum ikhlas saya kalau Riska dievakuasi. Karena bukan dia pelaku penyerangan manusia. Tapi demi keselamatan dan keinginan warga ya sudah lah,” bebernya.
Ambo berharap pemerintah tetap pada komitmen awal. Yakni mengevakuasi buaya lain yang pernah masuk ke permukiman warga. Bukan hanya Riska.
Tak hanya itu, ia meminta pemerintah ataupun BKSDA Kaltim menjamin keamanan serta ketersediaan pangan bagi predator air tersebut.
“Jangan hanya ditangkap saja. Tapi dikasih juga makan. Kasian soalnya,” harapnya.
Meski Riska telah dievakuasi, sebagai konten kreator Ambo mengaku akan tetap melakukan aktivitas seperti biasa dengan membuat video dengan objek yang berbeda. Serta kembali sebagai nelayan.
“Kalau stok video sama Riska masih ada. Kalau stoknya habis kita buat video lainnya. Entah apa gitu,” timpalnya.
Secara batin, Ambo meyakini bakal ada kejadian luar biasa yang akan terjadi setelah buaya Riska dievakuasi. Namun, ia belum mengetahui kejadian apa yang bakal terjadi.
“Saya yakin pasti nanti ada kejadian apa nanti. Karena Riska itu cirinya beda dari yang lain. Kalau ketemu manusia dia diam saja. Karena bukan ancaman. Kalau buaya lain pasti langsung lari kalau ketemu orang,” tuturnya. (*)






