• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kolom Redaksi

Oleh-Oleh Perjalanan dari Surabaya-Malang (2/Habis); Safari Kampus, Belajar Pengelolaan TV hingga Cari Bibit Jurnalis Muda 

by BontangPost
2 Mei 2017, 12:42
in Kolom Redaksi
Reading Time: 3 mins read
0
Zulfikar (tengah) berfoto bersama sebagian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang mengikuti kelas inspirasi di Malang. (Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

Zulfikar (tengah) berfoto bersama sebagian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang mengikuti kelas inspirasi di Malang. (Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Usai belajar di Graha Pena Jawa Pos Surabaya selama dua hari, Muhammad Zulfikar Akbar juga berkesempatan “pulang kampung” ke Malang. Di Kota Apel tersebut, banyak pelajaran yang bisa diperoleh untuk dibawa pulang ke Bontang.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

SELAIN menemui keluarga yang telah kembali ke Malang, tujuan saya yang lain yakni belajar mengenai teknis pengelolaan stasiun tv yang ada di kampus almamater saya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tak banyak pengalaman menjadi bagian dari tv kampus tersebut selama berkuliah di kampus yang khas dengan gedung bundarnya dan warna putih di seluruh gedungnya. Untuk itulah, ini menjadi kesempatan emas untuk kembali belajar mengelola tv, untuk diadaptasi di Bontang TV (BTV).

Stasiun TV bernama UMM TV tersebut bukanlah stasiun tv terestrial seperti kebanyakan tv lokal lainnya. Malahan, tv tersebut hanya aktif saat kegiatan kampus berlangsung, seperti seminar nasional, wisuda, dan kegiatan lainnya. Meski begitu, alat-alatnya cukup canggih untuk di kelasnya. Dibekali dengan ruangan mini studio yang representatif lengkap dengan pencahayaan dan green screen, serta master control room (MCR) yang apik, membuat siapa yang masuk dan melihatnya akan terkagum-kagum dan iri.

Baca Juga:  Antara Pembasuhan Kaki dan Kamis Putih

Hal itu pula yang saya rasakan begitu memasuki ruang laboratorium ilmu komunikasi yang memuat studio dari UMM TV. Meski baru sekitar delapan bulan meninggalkan kampus tersebut, namun rasa kagum selalu timbul kala melihat studio tv itu. Terlebih, sembari melihat para mahasiswa semester dua sedang mempraktikkan mata kuliah dasar shooting dan editing, membuat saya sediki bernostalgia pada masa-masa kuliah.

Di sana saya bertemu dengan kepala laboratorium yang sekaligus membidangi UMM TV, Jamroji. Usianya memang tak muda lagi. Meski tak mengetahui dengan pasti kisaran umurnya, namun rambutnya yang sudah memutih sudah menunjukkan bukti nyata. Meski begitu, Jamroji masih tetap semangat untuk mengajar, bahkan mengelola UMM TV di bawah kendali laboratorium ilmu komunikasi.

Dalam bincang-bincang tersebut, Jamroji mengaku kagum dengan hadirnya BTV yang kami rintis. Sejak awal kemunculannya, dia mencoba mengamati mulai program hingga kualitas gambar. Semula Jamroji mengira, butuh modal besar untuk membangun BTV dengan kualitas saat ini. Perkiraannya benar. Hanya saja, investasi itu sudah terlaksana beberapa tahun sebelumnya. Tahun ini, kami tinggal menjalankan programnya saja.

Pun Jamroji memberikan beberapa kritik dan saran kepada pengelolaan BTV berikutnya. Menurutnya, perkembangan teknologi yang makin masif harus mulai dimanfaatkan. Kecenderungan generasi saat ini untuk eksis di dunia maya pun juga mesti diperhatikan. “Masyarakat yang gemar bermain gadget bisa dimanfaatkan untuk menyuplai konten-konten kreatif di tv,” begitu pesannya.

Baca Juga:  Menikmati Diskriminasi di Arab Saudi

Pengelolaan studio pun demikian. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam membuat studio tv, seperti estetika, fungsinya, dan keefektifannya. Tanpa terasa, sesi sharing selama satu jam itu pun harus diakhiri karena ada kesibukan lain yang diemban Jamroji. Saya pun juga harus bersiap untuk menyampaikan materi kepada bibit-bibit jurnalis muda dan berbakat, keesokan harinya.

***

Agenda di UMM masih terus berlanjut. Usai belajar pengelolaan TV, kini saatnya berbagi ilmu kepada mahasiswa, sekaligus adik-adik tingkat yang saya tinggalkan amanah membesar pers mahasiswa yang saya dirikan, Media Mahasiswa. Pers mahasiswa yang satu ini memang unik. Kala profesi sebagai wartawan lebih banyak didominasi oleh laki-laki, justru di Media Mahasiswa yang dominan adalah perempuan. Itulah yang membuat saya lebih semangat untuk membagi ilmu dengan mereka.

Bertajuk Kelas Inspirasi, saya diminta bercerita mengenai pengalaman selama delapan bulan menjadi jurnalis di Bontang Post. Mereka pun penasaran, bagaimana seorang jurnalis yang baru masuk di perusahaan media, bisa memperoleh jabatan sebagai redaktur sekaligus manajer dalam waktu yang sedemikian cepat. Kepada mereka, saya hanya memberikan satu tips, yakni bekerja dengan giat. “Di saat yang lain bekerja dengan keras, kita harus bekerja dengan lebih giat dan keras lagi,” kata saya di hadapan mereka.

Baca Juga:  Musim Pancaroba, Sat Polair Siagakan 2 Kapal Patroli

Pun beberapa pertanyaan sempat mengalir deras dalam sesi kelas inspirasi tersebut. Seperti suka duka menjadi jurnalis, rintangan terberat, hingga pertanyaan seputar cara membagi waktu dengan kegiatan lainnya. Beruntungnya, semua pertanyaan tersebut dapat saya jawab sesuai dengan pengalaman pribadi, sembari berharap benar-benar dapat memberikan inspirasi kepada mereka.

Tiga jam kelas inspirasi pun tak terasa, hingga akhirnya harus menyudahi kelas tersebut dengan dikumandangkannya azan maghrib. Meski harus diakhiri, namun saya melihat tatapan optimis dan semangat untuk tetap menjadi jurnalis yang berkualitas ada pada mata mereka. Saya pun turut yakin, dari sekian yang hadir pada kelas inspirasi tersebut, satu orang diantaranya akan ikut ke Bontang, dan turut membuat kualitas Bontang Post menjadi semakin baik. Semoga! (***)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangKolom Redaksi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Isi May Day dengan Dialog Antar Buruh 

Next Post

Perjalanan Haerul Akbar, Komisioner Bawaslu Kaltim (1); Tinggalkan APDN, Bangga Bertemu Clinton

Related Posts

Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah
Kolom Redaksi

Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah

13 April 2026, 08:00
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.