• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Menelisik Sisi Lain Pertambangan KPC, Pariwisata dan Agribisnis, Harta Tersembunyi Pascatambang

by BontangPost
20 Mei 2017, 12:30
in Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
SURGA TERSENBUNYI: Danau Telaga Batu Arang ini adalah salah satu surga tersembunyi yang merupakan lokasi pascatambang dan telah dikelola KPC. Foto lainnya, rekan jurnalis menunjukan susu hasil olahan KPC di Pesat.(DIRHAN/SANGATTA POST)

SURGA TERSENBUNYI: Danau Telaga Batu Arang ini adalah salah satu surga tersembunyi yang merupakan lokasi pascatambang dan telah dikelola KPC. Foto lainnya, rekan jurnalis menunjukan susu hasil olahan KPC di Pesat.(DIRHAN/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Kegiatan pertambangan tak selamanya meninggalkan wajah suram bagi hutan dan lahan di sebuah daerah. Terbukti, program pengembangan pariwisata dan agribisnis oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) berhasil menata ulang setiap kawasan pascatambang di daerah tersebut.

Di antara program itu yakni Telaga Batu Arang (TBA). Danau yang berlokasi di Pit Surya ini dulunya adalah kolam bekas tambang KPC. Memiliki luas sekitar 12,43 hektar, danau ini sebelumnya tidak lebih adalah kolam mati.

Namun sejak mendapatkan sentuhan reklamasi tahun 2001 silam, pelan tapi pasti, TBA kini menyajikan kemilau keindahan. Kejernihan air bersenandung dengan rindangnya pepohonan yang memagari danau dengan luas kawasan mencapai 270 hektar ini.

Keanekaragam hewan yang hidup di sekitar danau juga semakin menambah pesona alam. Sepanjang mata memandang, pengunjung akan dimanjakan oleh hewan seperti burung, berang-berang, kupu-kupu, dan penghuni hutan lainnya. Danau TBA bersolek di dalamnya.

Act. Manager External Relation KPC Yordhen Ampung mengatakan, pihaknya telah melakukan studi terhadap kualitas air di kolam TBA. Studi ini dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPPT). Hasilnya, kualitas air kolam TBA masuk kategori air kelas A (air baku layak minum).

Baca Juga:  KPC Wajib Rehabilitasi Sungai, Pastikan Luasan Pencemaran, DLH Sisir hingga Sungai Sangatta

“TBA memiliki kedalaman mencapai 35 meter dan berada pada ketinggian 50 meter dari permukaan lain,” sebut pria yang akrab dengan awak jurnalis ini.

Yordhen merasa bangga karena TBA telah mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Kutim, sebagai salah satu zona wisata pascatambang. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Kutim Nomor 430/K.243/2013, tertanggal 1 April 2013.

Seiring dengan itu, sambungnya, KPC terus memoles TBA agar layak menjadi salah satu obyek wisata yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan Pemerintah Kutim. Sebagai uji coba, TBA telah dimanfaatkan sebagai lokasi perlombaan dayung perahu buaya dalam berbagai event KPC.

“Secara berkala danau ini terus kami benahi sebagai obyek wisata masyarakat Kutim. Walaupun masih terbatas, tapi TBA sudah bisa jadi tempat wisata keluarga, wisata pendidikan seperti kuliah alam dan penelitian, serta beragam jenis olahraga komunitas hobbies berupa sepeda, bela diri, dan yoga,” tuturnya.

Masih di TBA, program pascatambang di bidang agribisnis yang dikembangkan KPC ialah budidaya ikan. Program ini menjadi salah satu projek penelitian bagi sekolah kejurusan seperti SMK Kelautan.

Baca Juga:  KPC Bantu 56 Komputer dan Server Untuk UNBK SMP Sangatta

Ardi, salah seorang petugas Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KPC mengakui, bila TBA menjadi tempat bagi budidaya perikanan. Seperti ikan mas, lele, patin, nila, dan bawal adalah sejumlah jenis ikan yang dikembangkan pihaknya.

“Seperti bibit ikan nila, kami tidak perlu lagi membeli bibitnya. Karena saat awal telaga ini dikelola, bibit ikannya sudah dimasukan,” katanya kepada awak media pada acara media gathering KPC di kawasan TBA, belum lama ini.

Dia menyebut budidaya ikan di TBA bertujuan memastikan kolam bekas tambang aman dan bisa dimanfaatkan. Begitupun ketika nanti dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum.

“TBA ini juga sudah menjadi tempat praktikum bagi para pelajar SMK Negeri 2 Sangatta Utara. Di tempat ini, mereka melakukan praktikum pemisahan dan pengukuran kualitas air,” ungkap lulusan Magister Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Untuk diketahui, obyek wisata pascatambang lain yang dikembangkan KPC seperti, Bukit Pandang yang menyajikan pemandangan ke berbagai arah, mencakup Taman Nasional Kutai (TNK), Sungai Sangatta, dan tambang KPC.

Terdapat pula tempat penangkaran Rusa Sambar (Servus Unicolor). Rusa Sambar merupakan salah satu satwa endemik Kalimantan. Serta Bird watching untuk mengamati berbagai jenis burung yang hidup bebas di areal TBA.

Baca Juga:  Wabup Kutim Sentil 38 Perusahaan Tambang, Realisasi PPM Disorot

Manager Community Empowerment PT KPC Nurul Karim menerangkan, program pengembangan wisata dan agribinis oleh pihaknya selaras dengan visi dan misi pembangunan Pemerintah Kutim. Dimana kedua sektor tersebut merupakan pilar pendukung gerakan pembangunan desa mandiri dan terpadu (Gerbang Desa Madu).

“Saat ini kami sedang giat mendorong pengembangan agribisnis dan pariwisata. Seperti budidaya ikan, ayam petelur, dan sapi adalah beberapa di antara program tersebut,” katanya.

Secara khusus, KPC sedang berupaya mengembangbiakan ratusan ekor sapi melalui Peternakan Sapi Terpadu (Pesat). Program ini melingkupi pengembangbiakan sapi perah hingga sapi potong. Sebagai penunjang, beberapa lokasi pascatambang telah dikelola menjadi tempat budidaya rumput untuk pakan sapi.

“Kami (KPC, Red.) berkeinginan bisa ikut serta mendukung program kemandirian desa yang dicanangkan pemerintah. Melalui berbagai pelatihan, kami juga berkeinginan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Harapannya agar KPC menjadi katalisator bagi terealisasinya visi dan misi Pemerintah Kutim,” tandasnya. (drh)

Tags: KPCtambang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Walau Kondisi Kendaraan ‘Kritis’, Barang Lelang Tetap Banyak Peminat

Next Post

Cegah Penyalahgunaan Obat, Polres Dekati Pelajar 

Related Posts

Menang di Mahkamah Agung, Warga Kutim Tagih Dokumen AMDAL KPC ke Kementerian ESDM
Kaltim

Menang di Mahkamah Agung, Warga Kutim Tagih Dokumen AMDAL KPC ke Kementerian ESDM

29 September 2026, 16:00
MA Tolak Kasasi ESDM, Dokumen AMDAL PT KPC Wajib Dibuka ke Publik
Lingkungan

MA Tolak Kasasi ESDM, Dokumen AMDAL PT KPC Wajib Dibuka ke Publik

6 Agustus 2026, 15:30
Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja
Kaltim

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja

2 Juli 2026, 15:50
Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu
Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

15 Juni 2026, 14:00
1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan
Kaltim

1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan

5 Juni 2026, 15:30
KPC Benarkan Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Pekerja, Telusuri Penyebar Memorandum
Kaltim

KPC Benarkan Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Pekerja, Telusuri Penyebar Memorandum

1 Juni 2026, 13:10

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.