• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Achmad Riwayadi (285); Guru Bahasa Inggris yang Jadi Dai 

by BontangPost
16 Juni 2017, 12:50
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Achmad Riwayadi (Dok/Pribadi)

Achmad Riwayadi (Dok/Pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

Jadi seorang guru memang cita-citanya sedari kecil. Mengajari para siswa di dalam kelas sudah jadi mimpinya sejak lama. Tapi dia bukan guru biasa yang mengajar siswa di dalam kelas. Dia juga seorang dai yang berdakwah kepada umat.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

ACHMAD Riwayadi selalu punya guru idola semasa menjalani pendidikan. Baik di SD, SMP, SMA, bahkan universitas, Achmad punya panutan yang kelak berpengaruh kepada kehidupannya. “Di tiap jenjang selalu ada guru favorit. Setiap ada guru favorit, saya berharap bisa menjadi seperti mereka,” kata Achmad, kemarin (15/6).

Achmad tanpa paksaan untuk menjadi seorang pengajar. Untuk mewujudkan cita-citanya, pria kelahiran Malang, 6 Februari 1972 silam ini pun memutuskan melanjutkan kuliah di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang (sekarang Universitas Negeri Malang, Red.). Namun mimpinya bukan tanpa halangan. Nyaris sepanjang dia berkuliah, seluruh biaya kuliahnya merupakan hasil utang. “Waktu di semester 7 saya nyaris terminal (cuti, Red.) karena sudah tidak bisa utang lagi,” jelasnya.

Di tengah kebimbangan tersebut, Achmad mendapat tawaran untuk bekerja sebagai translator maupun mengajar les privat. Selain itu, dia juga mendapat kesempatan untuk mengajar di lembaga bimbingan belajar (bimbel). “Alhamdulillah, saya tidak jadi terminal, malah bisa membayar SPP sendiri,” kata suami dari Miftahul Khoiriyah ini.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Ipda Fajar Riansyah (236); Lulusan Akpol, Punya Impian Jadi Kapolri

Usai menyelesaikan pendidikan sarjana pada 1995, Achmad mendapatkan beberapa tawaran pekerjaan di luar Jawa. Salah satunya, tawaran menjadi pengajar di English Training Center (ETC) milik Yayasan Pupuk Kaltim (YPK). Di lembaga kursus tersebut, Achmad tak hanya mengajar siswa sekolah, namun juga karyawan Pupuk Kaltim serta masyarakat umum. “Waktu itu tempat lesnya masih di Pusdiklat Pupuk Kaltim. Kalau pagi ngajar karyawan, siang ngajar siswa, sore ngajar umum,” ungkapnya.

Achmad mendapat kepercayaan menjadi Kepala ETC pada 2001 hingga 2005. Meski sudah mendapat posisi yang setara dengan kepala sekolah, namun dia merasa ada yang kurang dalam dirinya. Achmad pun memutuskan resign dari jabatannya dan meminta untuk menjadi guru SMA. “Mulai 2005 sampai sekarang saya menjadi guru bahasa Inggris di SMA YPK,” katanya.

Menjadi guru SMA membuat Achmad dekat dengan murid-muridnya. Kesamaan hobi yakni sepak bola, membuat Achmad tak hanya dipandang sebagai guru semata, namun juga dianggap sebagai rekan. “Kalau di lapangan ya tetap sliding tackle, he he,” ujarnya sambil tertawa.

Namun, selain dapat mendekatkan diri dengan muridnya, Achmad pun memanfaatkan waktu tersebut untuk memberikan nasihat. Baginya, memberikan pesan-pesan khusus tersebut lebih efektif saat dalam suasana informal di luar kelas daripada di dalam kelas. “Karena mereka akan terus mengingatnya dalam suasana yang dekat,” jelasnya.

Baca Juga:  Tekuni Pekerjaan, Bangga Lapas Bontang jadi Tempat Study Banding

Saat asyik menjadi guru, dirinya pun kembali diterpa kebimbangan. Achmad yang sedari dulu pernah mengenyam pendidikan informal di Madrasah Diniyah Darul Ihsan Malang selama 4 tahun ini teringat pesan dari mertuanya. Saat itu pesan yang disampaikan kepada Achmad yakni untuk membantu menyebarkan ilmu yang dia miliki. “Saya sudah lama tidak mengaji kitab kuning. Akhirnya saya kembali belajar lagi. Sempat ke Gus Latif selama dua tahun, di 2012 saya mengaji bersama Ustaz Dawam Muallim sampai sekarang,” katanya.

Berkat belajar kitab-kitab kuning, Achmad pun kini punya profesi baru sebagai seorang dai. Dirinya pun juga tergabung dalam Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama’ (LDNU) Bontang. Aktivitasnya pun selama sehari penuh terbagi untuk dua urusan. Pertama, sejak pagi hingga sore sebagai guru bahasa Inggris di SMA YPK. Kedua, sejak selepas magrib hingga tengah malam untuk mengaji kitab. “Capek memang, tapi happy. Karena yang memberikan kebahagiaan langsung dari Allah,” ujarnya di ruang tamu yang dihiasi buku-buku bahasa Inggris dan kitab-kitab kuning.

Baca Juga:  Giatkan Kegiatan di Kelurahan, Ingin Promosikan Wisata Pesisir

Berkat kemampuannya dalam bahasa Inggris dan Arab, Achmad pun beberapa kali dipercaya sebagai dewan hakim dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Bontang cabang Tafsir Bahasa Inggris. Di usianya yang mulai menginjak 46 tahun ini, Achmad berharap dapat semakin fokus dalam mengaji kitab-kitab, sekaligus bisa tetap belajar dan mengajar bahasa Inggris hingga akhir hayat. “Saya senang karena cita-cita saya sebagai guru sudah terpenuhi, dan amanah mertua juga sudah saya laksanakan,” tutupnya. (bersambung)

Tentang Achmad

Nama: Achmad Riwayadi, S.Pd

TTL: Malang, 6 Februari 1972

Alamat: Jalan Gunung Ijen 4 BSD Bontang Utara

Istri: Miftahul Khoiriyah, S.Pd

Anak: Muhammad

Pekerjaan:

– Guru Bahasa Inggris SMA Yayasan Pupuk Kaltim (sekarang)

– Kepala English Training Center YPK (2001-2005)

– Pengajar Spesialis TOEFL&TOEIC (2003-sekarang)

– Dewan Hakim MTQ Cabang Tafsir Bahasa Inggris

Organisasi: : LDNU Bontang

Pendidikan Formal:

– SDN 03 Pamotan Dampit, Malang

– SMPN Dampit, Malang

– SMAN Dampit, Malang

– S1 Bahasa dan Sastra Inggris IKIP Malang

Pendidikan Informal:

– Madrasah Diniyah Darul Ihsan, Malang

– Madrasah Diniyah PP Miftahul Huda, Malang

– Nadwah Ilmiyyah PP Al Ma’rifah, Bontang

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Rita Tinggalkan Calon Lain

Next Post

Ular Piton 3 Meter Ditangkap Warga 

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.