BONTANGPOST.ID, Kutai Timur – Misteri kematian seorang pelajar SMP berinisial BE (15) yang ditemukan dengan luka robek di leher di tepi Jalan Logging, Desa Tanjung Labu, Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur, akhirnya berhasil diungkap polisi.
Kurang dari 24 jam setelah penemuan jenazah korban, penyidik memastikan peristiwa tersebut bukan pembunuhan, melainkan akibat kelalaian saat membawa alat panen kelapa sawit berupa dodos.
Korban ditemukan warga pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 14.30 Wita dalam kondisi tergeletak di pinggir jalan. Sepeda motor yang dikendarainya berada tidak jauh dari lokasi dalam keadaan roboh dan mesin masih menyala.
Kasi Humas Polres Kutai Timur AIPTU Wahyu Winarko membenarkan penemuan jenazah pelajar tersebut.
“Benar, telah ditemukan mayat berjenis kelamin laki-laki yang merupakan pelajar,” ujarnya.
Saat petugas Polsek Rantau Pulung mengevakuasi korban, ditemukan luka robek pada leher sebelah kiri. Temuan itu sempat memunculkan dugaan adanya tindak kriminal.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta melakukan visum terhadap jenazah.
Kapolsek Rantau Pulung IPTU Samuel Tarihora menjelaskan, penyelidikan lanjutan yang melibatkan Tim Macan Polres Kutai Timur mengarah pada seorang pria berinisial S.
Berdasarkan keterangan saksi, S saat itu melintas menggunakan sepeda motor sambil membawa dodos dan angkong usai bekerja di kebun sawit. Dodos merupakan alat panen berbentuk tombak dengan ujung besi tajam untuk memotong pelepah dan tandan buah sawit.
Hasil pemeriksaan menunjukkan S memikul dodos di bahu kiri tanpa pelindung pengaman. Saat melintas di Jalan Logging, korban yang mengendarai sepeda motor dari arah belakang diduga bersenggolan dengan ujung dodos tersebut.
Benturan itu menyebabkan ujung besi tajam mengenai leher korban. Meski sempat terus melaju, korban akhirnya terjatuh beberapa puluh meter dari lokasi kejadian dan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Samuel mengatakan S mengaku sempat melihat korban berhenti dan turun dari sepeda motor. Namun karena panik, ia memilih meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah.
Keesokan harinya, saat polisi bersiap melakukan penangkapan, S justru datang ke Polsek Rantau Pulung bersama menantunya untuk menyerahkan diri.
“Saat anggota hendak melakukan penangkapan, yang bersangkutan justru datang ke Polsek bersama menantunya dan menyerahkan diri,” kata Samuel.
Polisi kemudian menetapkan S sebagai tersangka atas dugaan kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Petugas juga mengamankan dodos yang digunakan saat kejadian sebagai barang bukti.
Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah mengingatkan masyarakat agar memperhatikan aspek keselamatan saat membawa peralatan kerja di jalan umum.
“Pastikan alat kerja yang dibawa aman dan tidak membahayakan orang lain. Keselamatan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya. (prokal)







