• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Beras Tembus Rp1 Juta di Mahulu, Kemarau Putus Jalur Logistik

by Redaksi Bontang Post
10 Agustus 2026, 10:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Kondisi sungai di Kampung Noha Tivab, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahulu, yang surut sehingga menyulitkan distribusi barang. Belum ada jalan darat menuju kampung ini.

Kondisi sungai di Kampung Noha Tivab, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahulu, yang surut sehingga menyulitkan distribusi barang. Belum ada jalan darat menuju kampung ini.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Makaham Ulu – Musim kemarau kembali berdampak pada distribusi kebutuhan pokok di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur (Kaltim).

Warga di kawasan hulu tersebut mengandalkan Sungai Mahakam sebagai jalur utama distribusi kebutuhan pokok. Namun, surutnya debit sungai membuat speedboat yang biasa mengangkut barang kesulitan beroperasi.

Kondisi itu berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok. Harga beras disebut telah menembus Rp1 juta per karung, sementara harga bahan bakar minyak (BBM) berkisar Rp30 ribu per liter.

Dua pemuda di kawasan perbatasan, Kornelius Zivan Lie Aran dan Benediktus Sava, menyampaikan kondisi tersebut melalui pernyataan terbuka di media sosial. Mereka meminta pemerintah lebih serius memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah paling hulu Kaltim terpenuhi.

Baca Juga:  Waspada, Bencana Banjir Masih Menghantui Kaltim hingga Akhir Mei

Menurut keduanya, persoalan yang dihadapi warga Long Apari tidak semestinya hanya dilihat sebagai dampak musim kemarau. Mereka menilai kondisi tersebut juga menunjukkan belum optimalnya kehadiran negara dalam menjamin distribusi kebutuhan pokok masyarakat perbatasan.

“Long Apari itu bukan wilayah asing. Long Apari adalah akta kelahiran NKRI. Tapi kenapa setiap kemarau tiba, kami harus membayar kemerdekaan ini dengan kelaparan?” tulis mereka kepada Kaltim Post (grup Prokal.co), Jumat (7/8/2026).

Mereka mempertanyakan tingginya harga kebutuhan pokok ketika jalur distribusi melalui Sungai Mahakam terganggu.

“Jangan tanya kenapa harga beras Rp1 juta. Tanya, di mana negara saat kapal logistik tidak bisa masuk Mahakam. Jangan tanya kenapa LPG Rp750 ribu. Tanya, di mana subsidi yang katanya untuk rakyat,” sebut mereka.

Baca Juga:  Janji Gubernur Kaltim, Targetkan Akses Jalan Mahakam Ulu Tersambung Akhir 2025

Minta Pembangunan Tak Berhenti di Perbatasan

Kornelius dan Benediktus menegaskan, masyarakat Long Apari tidak meminta belas kasihan. Mereka menuntut hak sebagai warga negara yang selama ini turut menjaga kawasan perbatasan Indonesia dan kelestarian hutan.

Mereka juga menilai berbagai program pembangunan yang selama ini diumumkan pemerintah belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di wilayah perbatasan.

“Program ada. Anggaran ada. Proyek ada. Tapi sampai di Long Apari tinggal namanya saja. Kemarau boleh datang setiap tahun, tetapi pengabaian tidak boleh diulang setiap tahun,” ungkapnya.

Keduanya meminta pemerintah tidak lagi menjadikan kondisi geografis sebagai alasan lambatnya pembangunan dan distribusi logistik ke Long Apari.

“Cukup sudah narasi terpencil. Cukup sudah alasan akses sulit. Sulit karena tidak pernah mau dimudahkan. Terpencil karena sengaja ditinggalkan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Baca Juga:  Gas 3 Kg Tembus Rp250 Ribu, Bupati Mahulu Ancam Pihak yang Mainkan Harga Saat Bencana

Di akhir pernyataannya, Kornelius dan Benediktus menegaskan masyarakat Long Apari tetap mencintai Indonesia dan tidak sedang menuntut pemisahan diri.

Mereka hanya berharap pemerintah menghadirkan solusi nyata agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, termasuk ketika musim kemarau menyebabkan jalur distribusi sungai terganggu.

“Kami bukan meminta pisah. Kami menuntut negara hadir,” tutur mereka. (prokal)

Tags: Mahakam UluMahulu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

TPA Bontang Diprediksi Penuh 2030, Pemkot Kejar TPST 100 Ton Per Hari

Next Post

Warga Keluhkan Proyek Polder Tanjung Laut Bontang Bikin Jalan Berdebu, PAUD Ikut Terdampak

Related Posts

Tarung Nyawa di Pedalaman Kaltim, Mahulu Butuh Ambulans Terbang demi Pasien Kritis
Kaltim

Tarung Nyawa di Pedalaman Kaltim, Mahulu Butuh Ambulans Terbang demi Pasien Kritis

14 September 2026, 15:01
Sungai Mahakam Surut, Warga Mahulu Mendulang Emas hingga Raup Rp3,7 Juta Sepekan
Bontang

Sungai Mahakam Surut, Warga Mahulu Mendulang Emas hingga Raup Rp3,7 Juta Sepekan

22 Agustus 2026, 17:00
Gas 3 Kg Tembus Rp250 Ribu, Bupati Mahulu Ancam Pihak yang Mainkan Harga Saat Bencana
Kaltim

Gas 3 Kg Tembus Rp250 Ribu, Bupati Mahulu Ancam Pihak yang Mainkan Harga Saat Bencana

20 Agustus 2026, 16:00
Kedalaman Sungai Kurang dari 1,5 Meter, Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat
Kaltim

Kedalaman Sungai Kurang dari 1,5 Meter, Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat

19 Agustus 2026, 10:39
Pemprov Kaltim Kebut Jalan Kubar-Mahulu, Siapkan Anggaran Rp90 Miliar
Kaltim

Pemprov Kaltim Kebut Jalan Kubar-Mahulu, Siapkan Anggaran Rp90 Miliar

24 Maret 2026, 13:16
Janji Gubernur Kaltim, Targetkan Akses Jalan Mahakam Ulu Tersambung Akhir 2025
Kaltim

Janji Gubernur Kaltim, Targetkan Akses Jalan Mahakam Ulu Tersambung Akhir 2025

22 Mei 2025, 17:28

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.