BONTANGPOST.ID, Bontang – Penerapan parkir berbayar di RSUD Taman Husada Bontang ditargetkan mulai awal November 2026. Saat ini, manajemen rumah sakit masih mematangkan persiapan teknis, termasuk pemasangan palang parkir dan pengaturan ulang jalur keluar-masuk kendaraan.
Direktur Utama RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi, menjelaskan bahwa penundaan penerapan kebijakan tersebut sebelumnya dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis siap sebelum sistem diberlakukan.
Ia tidak ingin penerapan parkir berbayar dilakukan terburu-buru karena masih ada sejumlah potensi kendala yang perlu diantisipasi.
“Masalah teknis yang membuat kami menunda. Kami tidak ingin grusa-grusu. Karena nanti ini pun bisa dikatakan trial and error. Setidaknya kami ingin meminimalkan risiko yang mungkin terjadi,” kata Suhardi, Senin (12/10/2026).
Salah satu persiapan yang masih dikerjakan ialah penambahan palang parkir untuk kendaraan roda empat. Manajemen juga menata alur kendaraan agar tidak memicu kepadatan di lingkungan rumah sakit.
Dalam skema yang disiapkan, akses masuk kendaraan akan dipusatkan melalui jalur bawah. Sementara itu, akses atas yang sebelumnya dapat digunakan untuk masuk dari luar akan ditutup dan pengaturan menuju area parkir atas maupun bawah dilakukan dari dalam kawasan rumah sakit.
“Untuk rekayasanya nanti pintu masuk kendaraan ada dua, yang atas dan yang bawah. Nanti yang bawah saja digunakan, yang atas ditutup. Jadi, rekayasa di dalamnya yang kemudian mengatur akses parkir atas dan bawah,” ujarnya.
Di luar persiapan infrastruktur, manajemen juga memperkuat sosialisasi melalui forum konsultasi publik (FKP). Forum tersebut menjadi ruang untuk menghimpun masukan sekaligus melihat tanggapan masyarakat terhadap rencana penerapan sistem parkir berbayar.
Suhardi menyebut respons positif yang diterima dalam forum tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi rumah sakit untuk melanjutkan persiapan.
“Dengan adanya FKP ini, kami semakin kuat karena dukungan dari masyarakat ternyata positif untuk penerapan parkir berbayar ini,” tuturnya.
Meski begitu, sejumlah ketentuan masih dikaji, terutama mengenai kendaraan yang hanya masuk untuk mengantar atau menjemput pasien. Manajemen ingin memastikan kebijakan tarif tidak serta-merta membebani seluruh kendaraan yang memasuki kawasan rumah sakit.
Kendaraan ojek online (ojol), misalnya, menjadi salah satu yang mendapat perhatian karena aktivitasnya bisa sebatas menurunkan atau menjemput penumpang tanpa memanfaatkan fasilitas parkir dalam waktu lama.
“Kalau sistemnya hanya menurunkan penumpang, tidak mungkin juga kami tarik biaya. Terutama teman-teman ojol. Jadi, tidak seluruh kendaraan yang masuk harus berbayar,” jelasnya.
Kendati demikian, mekanisme pembayaran dan ketentuan toleransi bagi kendaraan antar-jemput masih perlu dimatangkan sebelum disosialisasikan lebih lanjut kepada masyarakat.
Suhardi berharap seluruh persiapan dapat diselesaikan sesuai target sehingga sistem parkir berbayar mulai diterapkan pada awal November mendatang.
Menurutnya, kesiapan sarana dan pengaturan lalu lintas di dalam rumah sakit menjadi perhatian utama agar kebijakan baru tersebut tidak mengganggu pelayanan kepada pasien maupun aktivitas masyarakat di lingkungan RSUD Taman Husada Bontang. (ak)







