• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

WASPADA!!! Pakan Minim, Ular ‘Serbu’ Permukiman 

by BontangPost
23 Juni 2017, 12:59
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Maraknya kemunculan ular piton di permukiman warga akhir-akhir ini menjadi teror bagi warga Kota Taman. Bahkan, beberapa diantaranya harus mengalami luka yang cukup serius lantaran gigitan hewan bergigi tajam tersebut.

Menurut Kepala Balai Taman Nasional Kutai (TNK) Nur Patria, setidaknya ada tiga faktor pemicu yang mempengaruhi hewan tersebut sehingga menampakkan wujudnya ke tengah-tengah permukiman warga. Diantaranya, ketersediaan pakan yang tidak mencukupi, tempat berlindung yang sudah tidak aman, serta ketersediaan air yang sudah tidak ada.

Dari tiga faktor tersebut, Nur Patria menilai, pemicu yang paling memungkinkan terjadi di Bontang adalah, karena minimnya ketersediaan pangan serta tempat berlindung yang sudah tidak aman. Sementara untuk ketersediaan air, hal ini dinilai tidak menjadi pemicu, lantaran ketersediaan air di alam Bontang yang masih mencukupi.

Dari faktor ketersediaan pangan misalnya, dalam ekosistem yang dihuni ular tersebut kemungkinan besar sudah tidak seimbang lagi lantaran siklus rantai makanan sudah ada yang terputus. Baik itu di wilayah TNK sendiri, hutan lindung, Ruang Terbuka Hijau (RTH), maupun di tempat-tempat yang sebelumnya tersedia “kantong-kantong” makanan.

“Namun wilayah TNK di Bontang ini sebagian besar adalah hutan mangrove. Sementara kita ketahui bersama, saat ini banyak hutan lindung dan RTH yang justru dialihfungsikan menjadi permukiman warga. Sehingga fungsi utamanya hilang,” sebutnya Rabu (21/6).

Baca Juga:  Stand Fashion Ramaikan Pelangi Expo 2016 

Hal inilah yang menjadi pemicu timbulnya fakor kedua yakni tempat berlindung yang sudah tidak aman. Dikatakan Nur, bisa saja kemunculan ular piton ke tengah-tengah warga ini karena habitat sebelumnya sudah dirusak atau dialihfungsikan oleh manusia untuk kepentingan pribadi, seperti mendirikan bangunan ataupun aktivitas lainnya. Sehingga ular-ular tersebut tak memiliki tempat tinggal lagi.

“Jadi sebenarnya bukan ular itu yang muncul ke warga, tetapi bisa jadi disitulah tempat awal mulanya dia hidup. Karena tidak mendapatkan makanan, akhirnya ular tadi mencari hingga ke permukiman warga,” jelasnya.

Kendati demikian, jika masyarakat menemukan ular muncul di permukiman warga, dirinya menyarankan untuk tidak bersikap langsung menyakiti apalagi sampai membunuhnya, Melainkan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada instansi pemerintah yang berwenang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ataupun DInasPemadan Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) selaku petugas penyelamat.

Nantinya petugas akan melakukan penanganan evakuasi dengan cara yang arif dan bijak, sehingga tidak sampai melukai satwa tersebut. Dan bila  tertangkap, akan dikembalikan ke habitat awalnya sesuai dengan jenis hewannya.

“Sebenarnya bila satwa itu ditemukan di luar kawasan TNK, bukan kewenangan kami. Kecuali bisa terjadi di kawasan TNK, tanpa disuruh pun kami akan langsung turun. Namun apabila kami diminta tolong oleh masyarakat, kami juga tidak bisa menolak karena kami juga memiliki moral untuk itu,” tukasnya. (bbg)

Baca Juga:  Studi Terkait PBI BPJS

Hasil Tangkapan Ular Piton Disdamkartan

Periode Maret-Juni 2017

Tanggal      Jumlah      Ukuran                Tempat Ditemukan

12 Maret       1           3 Meter        Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Berebas Tengah

15 Maret       1           4 Meter         Jalan Pancasila, Kelurahan Api-Api

28 April        2          3 & 4 Meter    Jalam Achmad Yani, Kelurahan Api-Api

17 Mei         1            3 Meter                BTN KCY, Kelurahan Api-Api

21 Mei        1             4 Meter        Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Bontang Baru

9 Juni         1             4 Meter     Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Bontang Baru

SUMBER: Disdamkartan

Dari pantauan Bontang Post, ular pernah ditemukan di…
– Sekitar rumah warga (pekarangan, parit, kolong rumah)
– Didalam rumah (kamar mandi)

Baca Juga:  Warga Dambakan Bioskop 

Lokasi
Bontang Utara: 6 Kasus
Bontang Barat: 1 Kasus
Bontang Selatan: 17 kasus

(SUMBER: Rangkuman berita Bontang Post/kelurahan, sejak oktober 2016)

Total Wilayah Taman Nasional Kutai
192.709,55 hektar

Wilayah Taman Nasional Kutai di Bontang
610 hektar (0,25 %)

Luasan wilayah
– Hutan Mangrove Tanjung Limau hingga Bontang Kuala seluas 290 hektar.
– wilayah Hutan di Guntung seluas 320 hektar.

SUMBER: TNK

Tentang Piton Sanca Batik
Sanca kembang atau sanca batik adalah sejenis ular dari suku Pythonidae yang berukuran besar dan memiliki ukuran tubuh terpanjang di antara ular lain.

Ukuran terbesarnya dikatakan dapat melebihi 8.5 meter dan merupakan ular terpanjang di dunia. Sedangkan nama ilmiahnya yang sebelumnya adalah Python reticulatus, kini diubah genusnya menjadi Malayopython Reticulatus.

Karakteristik menonjol dari Malayopython Reticulatus adalah pola warnanya. Orang Indonesia menyebutnya menyerupai batik sehingga menyebutnya Sanca Batik. Sementara, ilmuwan menyebut pola warna ular itu menyerupai jaring sehingga menyebutnya “reticulated snake”.

Sebaran
Piton Sanca Batik menyebar di hutan-hutan Asia Tenggara. Mulai dari Kep. Nikobar, Burma hingga ke Indochina; ke selatan melewati Semenanjung Malaya hingga ke Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara (hingga Timor), Sulawesi; dan ke utara hingga Filipina (Murphy and Henderson 1997).

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangLipsus Ular
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Banyaknya Ular Bermunculan, Warga Tak Perlu Resah

Next Post

Sukardi Minta Warga Sekitar Pelabuhan yang Belum Jelas Nasibnya Menghadap Ke Dinas Terkait

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.