BONTANGPOST.ID, Samarinda – Program seragam gratis Gratispol yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) belum menjangkau seluruh sekolah jenjang SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA). Sejumlah sekolah tidak masuk dalam daftar penerima karena tidak menerima murid baru pada tahun ajaran berjalan maupun sudah tidak aktif beroperasi.
Kepala Bagian Umum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Suprapto membenarkan adanya sekolah yang tidak terakomodasi dalam program tersebut. Jumlah sekolah penerima berbeda dengan total sekolah yang tercatat dalam pendataan.
“Dari 218 sekolah SMK yang ada, jumlahnya hanya 207 yang menerima,” katanya, Kamis (22/10).
Suprapto menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah masih adanya sekolah yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), meskipun sudah tidak beroperasi. Selain itu, ada sekolah yang tidak membuka penerimaan murid baru pada tahun ajaran berjalan.
Dalam pendataan program seragam gratis, Disdikbud Kaltim masih mengacu pada data Dapodik. Akibatnya, sekolah yang secara operasional sudah tidak aktif dalam kondisi tertentu masih tercatat dalam sistem.
Sekolah yang tidak aktif tersebut juga memiliki masa tunggu selama dua tahun sebelum statusnya dinonaktifkan oleh sistem. Setelah melewati masa tersebut, pemerintah dapat mengajukan penonaktifan data sekolah kepada Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin).
Kondisi serupa terjadi pada jenjang SMA dan MA. Dari total 348 sekolah yang tercatat, sebanyak 333 sekolah masuk dalam program seragam gratis tahun ini. Dengan demikian, terdapat 15 sekolah yang tidak terakomodasi.
Sementara itu, pada jenjang SMK, sebanyak 207 dari total 218 sekolah tercatat sebagai penerima. Artinya, terdapat 11 sekolah yang tidak masuk dalam program.
Disdikbud Kaltim menargetkan sebanyak 63.548 siswa menerima seragam gratis pada 2026. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp65,004 miliar.
Meski demikian, data yang disampaikan belum merinci nama sekolah yang tidak menerima bantuan maupun jumlah siswa yang terdampak di masing-masing sekolah. (ak)







