• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Sofyan Tawarkan Program Gerbang Etam

by BontangPost
11 Agustus 2017, 12:51
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Dialog peluang investasi di daerah yang digelar Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) Bontang, dengan mengundang perwakilan 10 Dinas Penanaman Modal Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur serta 150 perusahaan di Bontang, menjadi ajang bagi Sofyan Hasdam mantan Wali Kota Bontang dua periode untuk menyampaikan ide dan gagasannya.

Saat didaulat menjadi pembicara, waktu 30 menit tak disia-siakan suami Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni itu. Di hadapan forum, secara detail Sofyan mengkaji beberapa hal.

Menurutnya, Kaltim yang selama ini dikenal sebagai provinsi yang kaya dengan cadangan minyak dan gas, tidak bisa lagi menggantungkan pertumbuhan ekonomi dari industri migas. Karena potensi sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui tersebut pada bakal habis.

“Sekarang saja, migas kita belum habis tapi harganya anjlok. Dampaknya, seluruh kabupaten kota di Kaltim mengalami krisis. Makanya ke depan kita harus membangun industri non migas,” tuturnya.

Dijelaskan, salah satu industri non migas yang potensial dikembangkan yakni industri turunan dari produk perkebunan sawit, dan karet yang melimpah di Kaltim. Saat ini tahapan dari industri perkebunan sawit di Kaltim yang luasannya sudah menghampiri 2 juta hektare hanya sebatas CPO (Crude Palm Oil).

Baca Juga:  KPID Waspadai Penyiaran Ilegal

Menurut dokter spesialis saraf ini, ide dasar yang menjadi inti dari gagasannya adalah perlunya perubahan-perubahan mendasar atas manajemen pembangunan Kaltim. Perubahan ini penting dilakukan saat rezeki migas kian menipis.

“Karena itu, Pemprov Kaltim perlu memikirkan ulang prioritas-prioritas pembangunannya dari yang sebelumnya tergantung terhadap rezeki migas yang tidak terbarukan (unrenewable, Red.), menuju pada menemukan basis baru perekonomian Kaltim yang terbarukan (renewable, Red.),” ungkapnya.

Basis perekonomian baru kata dia adalah sektor pertanian. Karena itu, arah pembangunan kemudian adalah industri berbasis pertanian (agroindustry). Bukan lagi industri berbasis migas sebagai tumpuan utama. “Untuk basis pertanian ini, maka slogannya kemudian adalah petik, olah, jual,” sebutnya.

Implementasi petik, olah, jual dimaksud, lanjut dia adalah mengubah pola pikir dan pola laku para pelaku pertanian di Kaltim. Bila tadinya semua hasil yang diperoleh dari sektor pertanian atau perkebunan langsung dipasarkan, maka ke depan harus diubah.

“Agar memiliki nilai keekonomian yang lebih tinggi, maka hasil pertanian mesti diolah dulu setelah dipetik. Hasil pengolahan inilah yang kemudian dijual, sehingga nilai jualnya juga menjadi berkali lipat,” katanya.

Untuk pengolahan, kata dia, tentu menjadi domain pemerintah untuk menyediakan pabrik. Karena itu, pabrik yang harus dibangun ke depan adalah pabrik yang bertumpu pada hasil bumi yang ada di Kaltim. “Inilah yang dimaksud dengan agroindustry,” ujar mantan Ketua DPD Partai Golkar Bontang ini.

Baca Juga:  Upacara HUT ke-58 Pramuka, Neni Pesan Jaga Keutuhan NKRI

Sofyan menambahkan, penerapan visi baru Kalimantan Timur ini mendesak dilakukan. Alasannya, proses transformasi perekonomian Kaltim setidaknya membutuhkan waktu. Sebab, harus bergeser dari perekonomian yang didominasi  sektor pertambangan kepada perekonomian yang didominasi sektor industri berbasis pertanian (agroindustry).

Pergeseran struktural dalam perekonomian Kaltim, lanjutnya, memang memerlukan waktu dan usaha spesifik. Karena, sejak puluhan tahun yang lalu, Kaltim hanya dieksploitasi kekayaan alamnya tanpa disertai usaha-usaha serius untuk memajukan daerah ini.

“Masyarakat dan pemerintah Kaltim memang harus bekerja keras mewujudkan kesejahteraan bersama,” imbuhnya.

Menurutnya, pertimbangan-pertimbangan inilah yang mendasari pentingnya meramu sebuah strategi sebagai jawaban terhadap kekhawatiran sebagian besar masyarakat Kaltim bahwa suatu saat rezeki migas yang ada saat ini akan habis.

Oleh karena itu, pokok-pokok pikiran yang ditawarkan Sofyan—tentunya dielaborasi dengan visi dan misi calon gubernur nantinya—ialah perlunya usaha-usaha untuk mempercepat pergeseran struktural (transformasi struktural) perekonomian Kaltim.

“Karena usaha-usaha ini memang membutuhkan waktu yang panjang sehingga seharusnya ditempatkan sebagai sebuah gerakan kultural. Gerakan Pembangunan Ekonomi Terpadu dan Mandiri atau Gerbang Etam untuk kesejahteraan masyarakat Benua Etam,” urainya.

Baca Juga:  Pemkot Harapkan Demokrasi 2019 Berjalan Lancar

Dia menjelaskan, konsep Gerbang Etam mengandung pengertian bahwa percepatan pembangunan ekonomi Kaltim haruslah bersumber dari konsensus bersama. Konsensus yang melibatkan semua lapisan masyarakat Kaltim.

“Setiap kelompok masyarakat Kaltim, apapun profesinya menjadi bagian yang sangat penting dalam gerakan ini. Apapun profesinya, muaranya sama yaitu terwujudnya kesejahteraan materil dan immateril bagi seluruh lapisan masyarakat Kaltim,” paparnya.

Gerbang Etam ini, lanjutnya, membungkus komitmen utama untuk mempercepat pergeseran struktur ekonomi Kaltim. Juga untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Kaltim, sehingga dalam lima tahun ke depan sudah berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi daerah lainnya di Pulau Jawa.

“Di dalam Gerbang Etam ini juga sudah mencakup program mengurangi jumlah penduduk miskin, mempercepat peningkatan kualitas SDM Kaltim melalui pendidikan gratis,” katanya.

Komitmen lainnya adalah menciptakan iklim investasi yang kondusif, memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, swasta dan pemerintah. Juga meningkatkan kemitraan antara asosiasi usaha seperti Kadin dan HIPMI dengan pemerintah dalam penyusunan kebijakan yang mengikat dunia usaha.

“Yang tidak kalah pentingnya adalah mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan bebas hambatan, ketenagalistrikan, telekomunikasi, air minum, dan bandara di berbagai kabupaten/kota lainnya,” urainya (*/nug)

Tags: pemkot bontangprogram
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Transit di Bontang, AHY Isi Acara di Kutim

Next Post

Wanatirta Jadi Perumahan, Daerah Resapan Air Terancam

Related Posts

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang
Pemkot Bontang

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang

6 September 2026, 09:25
Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen
Pemkot Bontang

Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen

2 September 2026, 11:00
Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah
Pemkot Bontang

Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

27 Agustus 2026, 11:19
Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta
Pemkot Bontang

Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta

27 Agustus 2026, 10:00
Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport
Pemkot Bontang

Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport

26 Agustus 2026, 12:53
Bontang Waspadai Kebakaran Lahan, Area Bontang Lestari Dipantau Ketat
Pemkot Bontang

Bontang Waspadai Kebakaran Lahan, Area Bontang Lestari Dipantau Ketat

25 Agustus 2026, 16:05

Terpopuler

  • Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026

    12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Pimpinan Ponpes Terlapor Dugaan Kekerasan Seksual Diperiksa Polres Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.