SANGATTA – Sungguh terlalu kelakuan arjuna–terhadap Sinta (13)–bukan nama sebenarnya. Pasalnya, Arjuna tega merampas keperawanan kekasihnya.
Bukan sendiri, akan tetapi dilakukan
secara berjamaah. Bukan dua, melainkan
empat orang sekaligus. Aksi bejat itudilakukan secara bergantian.
Cukup sadis terdengar. Apalah daya, Sinta harus menerima kenyataan pahit tersebut. Nasi sudah menjadi bubur. Ia harus menanggung malu lantaran sudah berbadan dua. Umur bayinya memasuki dua bulan.
Saat ini Sinta berada di tempat yang aman. Ia juga langsung dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan. Saat diperiksa, anak dan bayinya terlihat sehat. Hanya saja ibu bayi terlihat trauma atas kejadian memilukan tersebut.
“Korban masih tertutup. Sehingga kami belum bisa menguak informasi secara mendalam. Yang jelas korban dan pelaku berdomisili di Sangatta. Pelaku kami amankan empat orang,” ujar Kasatreskrim Polres Kutim, Andika Darmasena.
Hanya saja, Andika memastikan akan ada nama baru dalam kasus pencabulan ini. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan, satu nama timbul ke permukaan. Hanya saja namanya masih dirahasiakan. Begitupun empat pelaku lainnya.
“Saya juga belum dapat data secara keseluruhan. Karena masih baru tangkapannya. Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan. Baik kepada tersangka maupun korban. Nanti kami sampaikan secara keseluruhan biar jelas,” katanya.
Dari informasi sementara, terjadinya perbuatan maksiat ini berawal dari aksi ngomix yang dilakukan Arjuna dan temannya. Lantaran terbawa susana, akhirnya Arjuna menggunakan rayuan maut untuk meniduri Sinta. Kata kata manis Arjuna terkabul. Terjadilah hubungan haram tersebut.
“Namannya mabuk, dikasihlah (Sinta) sama pacarnya (Arjuna) ke teman temannya. Tidak tau apa selanjutnya. Yang jelas korban tidak kenal siapa teman pasarnya itu,” katanya menjelaskan.
Saat ini semua pelaku masih dalam tahap pemeriksaan. Apakah menjadi tersangka atau tidak. Pelaku utama atau bukan. Hasilnya akan disampaikan secepatnya. “Tunggu saja hasilnya. Kalau selesai kami pasti sampaikan,” katanya. (dy)







