• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

PAD Galian C ‘Terabaikan’ 

by BontangPost
18 September 2017, 11:04
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
BELUM MAKSIMAL: Aktivis galian C di kawasan Poros Soekarno Hartta, Kutim.(Ist)

BELUM MAKSIMAL: Aktivis galian C di kawasan Poros Soekarno Hartta, Kutim.(Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Terkendala SDM dan Angaran, Berharap Kejujuran Perusahaan

SANGATTA – Tidak semua potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kutim ppl lll bisa dikelola dengan maksimal. Contohnya Galian C. Potensi ini masih terabaikan. Hasil yang diperoleh dari galian C masih jauh dari harapan.

Padahal, potensinya sangat luar biasa. Hal ini dibenarkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim, Musyaffa. Seharusnya potensi galian C masih bisa digenjot hingga titik maksimal. Meskipun begitu, pihaknya tak bisa berbuat banyak.

Pasalnya, kendala terbesar ialah minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) maupun anggaran untuk melakukan pungutan dan penggajian.

Berbeda dengan sebelumnya, potensi galian C tersebut langsung digarap dinas terkait. Yakni Dinas Pertambangan dan Energi.

Baca Juga:  Kutim Bakal Miliki Spot Wisata Baru

Namun kini urusan pertambangan dan gali menggali dialihkan ke Pemprov Kaltim. Lantas, Pemkab Kutim harus menurunkan tim yang anggotanya tidak spesifik menangani hal tersebut.

“Kalau dinas pertambangan menangani hal tersebut berdasarkan perhitungan khusus. Misal ketika gunung dipangkas, maka ada sekian kubik yang terdata untuk dimasukkan ke suatu objek terkait, dan lain sebagainya. Sementara saat ini, ditangani dengan tim yang secara umum bergerak, tentu hasilnya berbeda,” ujar Musyaffa.

Dibalik permasalahan ini, pihaknya hanya berharap kejujuran perusahaan dalam memberikan laporan dari pemanfaatan galian C tersebut.

“Harapan kami kini hanya kejujuran pihak perusahaan saja saat melapor. Bahwa mereka menggunakan minerba (mineral dan batu bara) sekian kubik atau ton dari yang dieksplorasi,” kata Sekretaris Kahmi itu.

Baca Juga:  Perjuangkan PBB Dikelola Penuh Daerah, Ismu Dukung Kebijakan Gubernur

Saat ini, lanjutnya, capaian pada sektor tersebut di Kutim sudah sebesar Rp 2,5 miliar, dari target Rp 1,5 miliar. Memang sudah terlampau target. Bahkan target PAD secara keseluruhan.

“Kalau misalnya ada dinas yang bisa mengurusi teknis lebih spesifik lagi, seperti dinas pertambangan pada beberapa tahun lalu, tentu hasilnya akan lebih besar,” katanya.

Diketahui, galian C adalah bahan tambang yang tidak dianggap langsung mempengaruhi hayat hidup orang banyak. Contohnya garam, pasir, marmern batu kapur, tanah liat, dan asbes.

“Kalau di ibu kota mungkin lebih mudah penanganannya. Ini Kutim merupakan daerah yang luas, penanganannya mencakup ke desa-desa dari 18 kecamatan. SDM untuk menghitung-hitung itu masih terbatas. Jadi hanya mengharap kejujuran perusahaan,” katanya. (dy)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Pendapatan Asli DaerahSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pengedar dari Samarinda Diringkus di Kutim 

Next Post

Sektor PAD yang Belum Digali Masih Luas

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Bulan, Polisi Ringkus 24 Tersangka Narkoba, Kasus Terbanyak di Bontang Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.